Showing posts with label meracau. Show all posts
Showing posts with label meracau. Show all posts

Wednesday, 3 December 2014

Kicauan tentang Surat Edaran no 13 tahun 2014.

Beberapa jam lalu saya membaca postingan tentang Surat Edaran no 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana Pegawai Negeri Sipil di media social Facebook. Sempat berpikir bahwa itu Hoax, masa sih pemerintah sekarang mencampuri urusan pribadi pegawai???


Kemudian ketika membuka path, saya menemukan postingan serupa. Membuat saya semakin bertanya ini beneran ada Surat Edaran ini?

Ketika saya bertanya pada Ibu saya yang PNS, beliau malah bertanya "SE nya keluar tanggal berapa? di kantor belum ada rame-rame soal itu." Setelah saya googling dan menuju ke web Menpan nya langsung, ternyata Surat Edaran tersebut benar adanya. [caption id="attachment_1259" Surat Edaran no 13 tahun 2014

SE no 13 tahun 2014 sumber: http://www.menpan.go.id/jdih/permen-kepmen/se-menpan-rb/file/4465-semenpan-2014-no-13
Surat Edaran no 13 tahun 2014
sumber: http://www.menpan.go.id/

Maka, izinkan saya berkicau lagi tentang kebijakan pemerintah yang sedang ramai dibicarakan ini.

Jujur, saya tergelitik membaca point-point tentang hidup sederhana khususnya point no 1 dan 2.

"1. Membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara seperti pernikahan, tasyakuran dan acara sejenis lainnya maksimal 400 undangan dan membatasi jumlah peserta yang hadir tidak lebih dari 1000 orang.
2. Tidak memperlihatkan kemewahan dan/atau sikap hidup yang berlebihan serta memperhatikan prinsip-prinsip kepatutan dan kepantasan sebagai rasa empati kepada masyarakat."

Tentang Hidup Sederhana ala PNS
Well, anjuran seperti itu benar adanya, meskipun seharusnya bukan hanya tertuju pada PNS, tetapi juga pada seluruh warga negara. Karena mungkin hanya sepenglihatan saya saja dimana PNS yang menggunakan mobil pribadi jumlahnya masih bisa di hitung jari dibandingkan dengan karyawan bank swasta ataupun karyawan swasta lainnya.

Lalu berapa banyak PNS yang kalian kenal yang hidupnya diatas rata-rata? jika mereka berkecukupan, pertanyaan keduanya adalah apakah mereka memiliki usaha sampingan? apakah suami/ istrinya juga PNS? pertanyaan ketiga nya adalah berapa lama masa bakti (masa kerja) mereka?

Hidup dari keluarga yang mayoritas jadi PNS membuat saya hanya ketawa sendiri, ini yang ngajuin kebijakan ini udah berapa puluh tahun jadi PNS? Karena sepenglihatan saya, belum ada keluarga PNS saya (yang rata2 udah puluhan tahun jadi PNS) yang mampu beli rumah/ kendaraan pribadi tanpa nyicil.

Nyicil rumah masuk mewah ya? kalau yang beli rumah cash atau sewa pulau untuk liburan pribadi termasuk apa dong?

Kalaupun saya punya kakak sepupu PNS yang sudah punya mobil baru dan rumah bertingkat, saya mau nambahin suaminya pelaut, gaji pelaut lau cari tau aja sendiri ya.

Tentang tidak memperlihatkan kemewahan dan atau sikap hidup yang berlebihan, berapa banyak memang PNS yang hidupnya mewah? jika takaran kalian adalah pegawai di kementrian-kementrian pusat, coba lah menengok ke daerah, khususnya daerah-daerah terpencil. Tidak sedikit guru (ingat beberapa guru sekolah negeri termasuk PNS mas-mba) yang hidup sederhana, tidak sedikit bidan dan dokter (ingat juga pegawai kesehatan ada yang menjadi PNS) yang bersepeda/berjalan kaki menuju lokasi tugasnya.

Jadi tentang hidup sederhana sebaiknya anjuran tersebut berlaku untuk semua individu, tidak hanya untuk PNS. Ada baiknya, muncul surat edaran lagi kepada seluruh perusahaan (bank, swasta,dll) untuk tidak memperlihatkan kendaraan pribadinya di publik, tidak membangun rumah bertingkat, agar tidak menumbuhkan kecemburuan sosial dan sebagai wujud rasa empati terhadap rakyat.

Ini serius looh, mending kita ala negara komunis gitu, rumah si kaya banget, si kaya aja, dan si sederhana sama bentuknya, jadi gak ketauan tooh sebenernya siapa yang paling kaya.


Undangan tidak boleh lebih dari 400 undangan/ 1000 tamu.
Ooh well, ini sebenernya mencampuri urusan pribadi banget loh Pak Menteri dan Pak Presiden. Mungkin sebaiknya diperjelas lagi point-nya, apa ini berlaku untuk anak/keluarga PNS atau hanya PNS itu sendiri.

Gimana hukum undangannya saya yang bukan PNS tapi orang tuanya PNS? saya boleh gak pas nikahan nanti ngundang lebih dari 400 undangan??? temen kampus saya banyak loh pak, secara udah 3 kali kuliah, belum dulu saya aktif di organisasi, nanti saya di bilang sombong kalau gak undang-undang.

Ya, jaga-jaga aja pak, siapa tau saya nikah sama artis sekaliber RafiiAhmad, atau mungkin siapa tau saya nikah sama pengusaha kelas international yang cliennya tersebar di seluruh pelosok nusantara dan asia tenggara? harus 400 undangan juga? atau boleh kali ya 400 undangan di resepsi Sukabumi, 400 undangan di resepsi Bandung, 400 undangan di resepsi Jakarta, 400 undangan di resepsi Bali, dan 400 undangan lagi di resepsi Singapore.

Oke kalau ternyata untuk anak PNS macem saya adalah pengecualian, lantas bagaimana nasibnya PNS single yang lagi pacaran dan akan nikah sama pengusaha tambang (lirik temen saya yang mau nikah), apa dia juga dibatasi undangannya? Padahal keduanya dari keluarga pengusaha, temen sayanya aja yang milih buat PNS-an dari pada bantu-bantu bapaknya ngurus perusahaan. Apa kasus kayak dia juga di batasi undangannya pak?

Itu baru undangan nikahan, terus gimana soal undangan tasyakuran khitanan, aqiqah, walimatul syafar, 40 harian, dll dkk,dsb ??? Belum lagi dibeberapa daerah dan suku tertentu, mengundang hampir 1000 tamu itu hal yang lumrah, 3 hari 3 malem lagi.

Jadi menurut saya soal undangan ini sepertinya saya harus setuju dengan bapak Arief Syaiful, PNS dari KemenSekneg yang menilai bahwa Pemerintah sebaiknya memperhatikan batas-batas apa saja yang seharusnya tidak disentuh atau diintervensi, khususnya hak privat yang dihormati. (baca: Facebook Pak Arief)

Kalaupun maksudnya agar lebih terlihat sederhana, sebaiknya keluarkan juga edaran bahwa PNS dilarang menyekolahkan Anaknya ke Luar Negeri atau hingga jenjang S2.

Naah Looh kok gitu?
Laah, kuliah ke luar negeri tanpa beasiswa juga tidak menunjukkan hidup sederhana, kuliah di dalam negeri aja udah mahal, lau lagi kuliah di luar. Baca dari web ini biaya untuk kuliah S1 di Singapore rata-rata 180juta/ tahun. Kalau 4 tahun berarti sekitar 720juta.CMIIW

Terus saya tadi Whatsapp personal temen saya yang sedang S2 di Jepang, untuk biaya hidup sehemat-hematnya adalah 6-8 juta perbulan, which is hampir 60 juta pertahun. Itu dia di Kyoto. belum termasuk biaya kuliahnya. (FYI dia ini kuliah S2nya beasiswa ya, bukan biaya pribadi)

Terus untuk S2, biaya S2 di dalam negeri itu tidak bisa dikatakan murah, untuk MM UI biaya per semesternya paling murah 15 juta. 4 semester 60 juta, biaya masuk awal 7juta berarti udah 67 juta, belum termasuk biaya buku dan lain lain. yaah anggap lah 80 juta sampe lulus.

Narasumber sedang S2 di Kyoto, sebelumnya S1 pernah study exchange juga di Chiba
Narasumber sedang S2 di Kyoto, sebelumnya S1 pernah study exchange juga di Chiba

WA tanya temen yang kuliah di MM UI  Lulus 2012
WA tanya temen yang kuliah di MM UI Lulus 2012

Tuuh,kuliah di luar negeri ternyata sama mewahnya sama resepsi lebih dari 400 undangan kan??? lanjut S2 juga ternyata hampir setara catering 1000 tamu kan ya??? (estimasi nilai makanan rp 80.000/ porsi).

Kalau resepsinya di kota kecil macem Sukabumi sih 80 juta udah bisa di resor pangrango plus 500 undangan. (duuhh kelebihan, harusnya 400 undangan)

Jadi menurut saya sih harusnya keluar juga tuh Surat Edaran yang menyatakan anak PNS (Menteri, Presiden, Kepala-Kepala Badan, Anggota DPR-MPR, termasuk PNS gak?) tidak boleh kuliah di luar negeri sebagai bentuk empati terhadap rakyat yang tidak mampu kuliah.

Laah orang anaknya juga pake biaya sendiri kok kuliahnya, beasiswa malah...
Laah terus sama juga dong, kalau acaranya kegiatan yang undangannya disponsori dan dibiayai oleh pihak lain non PNS  berarti boleh juga dong. Misal bapaknya PNS mau naek Haji, anaknya udah jadi pengusaha. Apa salah anaknya biayain acara selamatan dengan ngundang 1001 anak yatim? kan yang ke pake uang anaknya bukan uang bapaknya.

Bilang aja kamu gak suka sama pemerintahan sekarang, cari-cari alesan buat kritik.
Selama kebijakannya masih masuk akal, saya dukung kok, tapi kalau udah nyindir area private, saya akan sampaikan kritiknya. Dan, justru kritik ini biar pemerintah memperjelas setiap kebijakannya, jangan membiarkan masyarakat kayak saya membaca surat edaran tersebut dari sisi yang berbeda.

Kalau sudah diperjelas, Insya Allah ada dua kemungkinan dari pihak yang kritik, yang manggut-manggut ngerti dan jadi setuju, dan yang tetep mengkritik.

Intinya, setiap kebijakan yang dikeluarkan harusnya jelas dan terperinci, serta tetap memperhatikan kultur budaya setempat. Kebijakan yang pemerintah keluarkan sejatinya untuk kebaikan bangsa, tapi hindari untuk menyinggung area privasi.

Karena tidak semua orang suka privasinya dicampur aduk dengan kerjaan dan di atur-atur tanpa penjelasan.

Sekian dan terima kasih


with much wonder and though

@inirindu

ps: if you have other comment and perception, just share and discuss here.

update: Screencapture percakapan di WA dengan narasumber temen gue, Mahasiswi S2 di Kyoto, dan  alumni MMUI lulus tahun 2012

Tuesday, 25 November 2014

Tertawalah Sepuasnya Karena Setelah itu Kita Akan Menangis Sejadinya*

Baru nyampe kasur, dan langsung pengen curhat...

Aaakk... What a "Perfect" Tuesday!!!

Rasanya selasa kali ini luar biasa banget buat gue, dan rasanya baru kali ini gue ngalamanin ending trip yang seriusan bikin badmood. Bukan selama liburannya, tapi kejadian-kejadian di perjalanan pulangnya.

Gak ada yang nyebelin sebelumnya, cuma rada ngeri pas ujan turun deres di laut pas nyebrang ke pelabuhan Kartini Jepara. Selama nunggu mobil yang rencananya nganter ke terminal Jepara pun, bahkan ketika bis 3/4 Jepara - Semarang jalan pun masih so far so good buat gue.

Perjalanan mulai terasa bikin bad mood ketika kerasa lama banget naek bis, dan puncaknya ketika kami di oper ke bis belakang. Well kayak metromini 640 gitu deh, suka oper-oper seenaknya.

Nyampe terminal Semarang, kami naek bis 3/4 lagi menuju stasiun poncol, dan itu lama karena macet dkk, tambah lah level bad mood gue. Mana gue kebelet banget pengen buang air kecil.

Gue pikir bad mood gue akan segera hilang, tapi ternyata malah nambah ketika gue ngantri di toilet, dan gak lama dateng cewek-cewek kekinian yang nyerocos mulu tentang dia kebelet banget, ditambah lagi gerutuan dia soal "kok lama sih". Pas gue masuk toilet buat buang air kecil dan double pembalut, gue di gedorin, disuruh cepetan, padahal itu gue baru jongkok meen beluman ganti pembalut juga.

Hell-ooh lau pikir yang nahan pengen kencing cuma lau doang, gak liat ada ibu-ibu hamil setelah gue, dan nenek ma cucu yang juga ngantri.

Beruntung gue masih bisa nahan buat gak nyiram dan jejelin bungkus pembalut ke muka tuh cewek kekinian, beruntung ibu hamil yang juga nahan pipis itu gak lahiran di tempat saking eneg nya.

Mood gue mulai membaik ketika kereta mulai jalan, Alhamdulillah gak ada yang bikin gue kesel, yang ada malah ketawa-ketawa parah bareng Wulan ma Wita. Segala lah di ketawain, ketawain Febri yang ngigo, dan keliatan celana sobeknya, ketawain mas Panji yang katanya Wita kedengeran kentut, ketawain Nicky  yang rela robekin sarungnya biar bisa berbagi kehangatan ma Dea, dan ngata-ngatain Rizky yang tidurnya paling pw. pokoknya so far so good...

Tapi ketawanya cuma sampe di kereta doang, karena ketika turun dari kereta di st. Senen, gue yang haid hari pertama kena banjir parah, sampe tembus ke celana jeans gue, bentuknya udah kayak pulau, gedeee banget.

Njirr malu lah gue, buru-buru gue cari toilet buat ganti. Tapi karena emang banyak orang, jadinya ngantri dan toiletnya itu becek banget. iyuhh banget lah.

Pas lagi ganti setelan tadaaaa tas kecil gue yang isinya hp, dompet, dan powerbank jatoh. -____-"
Selesai ganti baju, permasalahan selanjutnya adalah gue dan temen-temen yang lain bingung nyari tempat istirahat buat nunggu Commuter Line yang masih 3 jam lagi. Semua spot udah hampir penuh diisi orang-orang yang tidur karena ruang tunggu belum dibuka.

Pada akhirnya, Wita pinjem HP gue buat transfer foto-foto, terus tetiba dia bilang, "Layar HP lo retak Ndu?"

Hanjirrrr lemes gw dengernya, dan buru-buru cek. Dan iya beneran retak dong. Kayaknya pas tas gw jatoh itu hp gw ketiban powerbank atau ntah apa lah. Yang jelas retakannya nyata di bagian bawah.
Kalau retak doang gue masih bisa nahan untuk gak bersedih, tapi yang jadi masalah, ini touch navigasi back-homenya sama layar bagian bawahnya ikutan gak fungsi. Beneran gue pengen nangis, karena retakan dibawah itu mayan fatal. Kalau cuma masalah navigasi home-back gue udah atasi pake aplikasi MI-pop (mirip tombol navigasinya aifun), tapi sisanya bakal susah kirim message karena tulisan send itu ada di bawah, dan gak semua aplikasi mau auto rotate. Jadi kelar lah layar bawah itu.

Tengah malem gue telepon sepupu gue cuma buat bilang HP gue jatoh dan gak fungsi touch bawahnya. Dan dia setengah tidur bilang "harus ganti LCD, kena 900ribu biasanya"

Huaseeeemmmm.

Setelah satu jam nunggu Wita, Nicky, ma Rizky pilih naek taksi buat pulang ke rumah masing-masing, gak jadi nungguin commuter. Tersisalah gue dan Dea yang masih nunggu setia commuter line di stasiun senen sambil digigitin nyamuk, dan sambil gw meratapi hp.

Ternyata oh ternyata CL nya telat, jadi jam 5.40 an baru dateng, muka gue ma dea udah tampang bete dan males banget liat CL, apalagi pas CLnya langsung di serbu, untung aja kami dapet tempat duduk.
Jujur gue selama perjalanan tidur, ngantuk banget, jadi gue gak denger pengumuman apa-apa. Begitu masuk pocin dan Dea diri ambil tas, dia ditanya ma ibu-ibu
"Mas turun mana?"
"Depok lama bu!"
"Kalau Mbanya?" (nanya ke gue)
"Bogor Bu"
"Looh ini kan kereta balik ke Tanah Abang, udah turun Depok baru aja sana!" (nada ngusir)

Gue jelas bengong, karena pas di Stasiun Senen gue denger dengan jelas itu kereta tujuan Bogor, bukan kereta mpe Depok doang. Gue sampe nanya Dea berulang-ulang takutnya pendengaran gue yang salah.

Walhasil gw turun Depok Lama bareng Dea, dia mah langsung balik ke rumah, gue nunggu kereta selanjutnya di peron 4. Ternyata kereta ke Bogor juga sama penuhnya, gue gak dapet duduk, pas gue tanya ibu-ibu katanya dari di UI juga udah penuh. hasemelekete

Ya udah mau gimana lagi, gue pun menikmati berdiri sambil mikul tas berkilo-kilo di pundak. Naah pas nyampe stasiun Bogor Besar, kereta langsung di serbu ma ibu-bapak yang mau kerja. Gak kasih kesempatan orang-orang yang mau turun, bikin gue kesel akhirnya kepancing buat teriak "WOOOY YANG TURUN DULU DONG, GAK SABARAN BANGET SIH LO PADA!" dan untuk melampiaskan kekesalan gue, itu tas gue yang berat banget gue dorong-dorongin ke orang yang nyerobot.

Tepat pas gue berhasil keluar dari Commuter Line, tepat saat itu juga gue liat lokomotif KA Pangrango jalan ke arah stasiun Paledang, gue panik hanjiirr ketinggalan kereta ini sih. Gue berusaha secepat mungkin buat keluar dari st. Bogor besar, masalahnya karena pintu masuknya sekarang dibikiin muter gue pasti bakal ketinggalan, jadi gue naek ojeg dengan harapan masih bisa nyusul.
Taunya keluar dari st. Bogor aja udah sempit, pas nyampe Paledang yang sebenernya cuma 150 meter di tarik garis lurus dari rel, tetep aja gue ketinggalan kereta, BETE? BANGET!

Ketinggalan kereta artinya gue mesti naek elf bogor-sukabumi, yang artinya lebih lama di jalan. Nunggu kereta selanjutnya gue udah gak sanggup karena masih 4,5 jam lagi, sedangkan badan gue udah gak enak banget.

Gue paksain naek elf dari depan damri bogor, dan gue langsung milih tidur begitu elf nya jalan. Tidur gue pules banget, saking pulesnya bangun-bangun masih di deket di Cigombong, macet, dan panas luar biasa, ditambah ada yang ngerokok.

Yang harusnya jam 10 gue udah bisa tiduran di kasur, eh ini baru jam 1 gue nyampe. Mana pas gue naek ojeg, uang 20rebu gue gak dibalikin, padahal biasanya juga cuma 7500 kalaupun bbm naek jadi 10000 lah. Hanjiiirrrr bikin tambah emosi.

Nyampe rumah gue langsung rebahan, dan nyalain laptop curhat panjang saking keselnya. Bokap gue cuma bilang gue kurang shadaqah, gue manggut-manggut tapi masih tetep kesel.

Ya Allah What A Perfect Tuesday...

#CurhatanSeorangNenekTua

-inirindu-

ps: cerita tentang trip KarJaw nanti gue bikin malem aja ya.

Monday, 15 September 2014

#BastianSteelBukanCowokBiasa -_-"

Postingan blog kali ini bukan untuk mencela, hanya untuk mengungkapkan kerisauan gw akan imajinasi para pembuat sinetron di Indonesia.

Jadi ceritanya, tumben-tumbenan jam 5 sore gw udah standby pegang remote TV dan nunggu sinetron ABG yang bikin gw pengen komentarin mulu dari awal liat iklannya. Bukan karena pengen liat pemainnya tapi pengen liat sejauh mana sinetron ini "mengadaptasi" sebuah film dan novel terkenal.

Sinetron yang punya nama Bastian Steel Bukan Cowok Biasa ini baru tayang perdana tadi sore, iklannya sih sepenglihatan gw udah hampir 1-2 minggu ini wara-wiri di RCTI. Karena baru tayang perdana gw belum tau akan dibawa kemana cerita ini, tapi sebagai gambaran begini cerita 'singkat' yang gw tangkep di awal episode 1.

Alkisah ada penjahat bertopeng yang ingin mengambil kekuatan tokoh baik bergaun putih, untuk menguasai dunia. Tokoh jahat ini hendak membunuh anak sih tokoh baik, karena sesuai ramalan ntah siapa namanya anak ini nantinya akan menghancurkan si tokoh jahat. 


Si tokoh jahat berusaha buat membunuh keduanya, tapi gagal. Pas pegang tangan si anak, dia malah kebanting, topengnya lepas. dan dahi si anak tanpa sengaja kena serpihan topeng penjahat yang berbentuk bintang. Penjahatnya kesel, dan terus berusaha bunuh mereka. Si tokoh baik kemudian masukin anaknya ke dalam peti dan di kirim ke -sebut saja- dunia manusia. Begitu nyelamatin anaknya, si tokoh baik gak lama mati, dan penjahatnya berusaha ngejar si anak, tapi gak dapet.


Di lain tempat, si anak tokoh baik ditemukan oleh sepasang suami istri yang mobilnya mogok di tengah hutan. Suaminya gendut, istrinya biasa aja, anaknya? masih bayi juga. Mereka akhirnya mau ngerawat anak tokoh baik karena ada emas di dalam petinya. Dari surat yang ada di dalam peti, diketahui nama anaknya adalah Bastian.


15 tahun kemudian, di sebuah kamar plus kandang ayam, ada seorang abg kriwil lagi ngerayain ultahnya dan tiup lilin sendiri. Nyanyi ultah dengan suaranya yang gak bagus-bagus amat, sengaja dibuat fals mungkin. Oh ya nama ABG ini Bastian.


Pas lagi nyanyi tetiba Bastian kedatangan tamu dan minum kiranti.. lhoo??? Maaf ngelantur. Dia kedatangan tukang ojeg terbang yang bawa kado kue ultah dan kasih kabar bahwa Bastian akan menjadi siswa SMA ??? (lupa namanya), tukang ojeg yang bernama Pak Yanto ini juga memperkenal kan diri sebagai sahabat karibnya alm. orang tua Bastian.


Dan selanjutnya-selanjutnya... (silahkeun nonton sendiri, udah ada di youtube)

Buat yang gak pernah baca atau nonton buku Harry Potter jilid 1-7, mungkin cuma bakal bilang "ah elah sinetron abg tentang sihir-sihiran". Lain hal nya kalau yang udah pernah baca atau nonton, gw rasa bakal bilang "Ehh kok mirip/ nyerempet cerita Harry Potter sih?".

Sebagai pembaca dan penonton setia Harry Potter, jelas gw cuma bisa elus paha liat sinetron ini. Gw cuma liat sampe Bastian masuk sekolah dan ketemu temen-temennya.

Tadinya hawa gw udah pengen nyela aja di twitter, tapi pas buka twitter shock juga ternyata judul sinetron ini masuk Trending Topic Euy... Hebaat!!!

Ada yang muji ada yang nyinyir, ada yang ngatain plagiat, ada yang bela bilang hanya adaptasi.

Well, sebenernya gak ada yang salah dengan adaptasi cerita. Tapi jelas, bebannya bakal berat banget kalau cerita yang diambil berdasarkan novel terlaris dan film sequel yang banyak ditunggu orang sedunia. Belum lagi khas Indonesia yang fanatiknya terhadap sesuatu itu top markotop.

Gw yakin pottermania di Indonesia lagi ngehujat dan nyinyirin ini sinetron. Meski gak 100% mirip, tapi tetep aja fans harry potter gak terima ceritanya diangkat jadi sinetron Indonesia yang terkenal panjang episodenya dan suka gak jelas endingnya.

Gw gak paham dengan imajinasi para pembuat sinetron, apa gak belajar dari kasus sinetron sebelumnya yang kena tegor pihak rumah produksi aslinya gara-gara jiplak plek? Apa gak malu dibilang plagiat mulu? 

Sejujurnya gw kangen balik ke tahun 90-an, dimana sinetron gak ada yang tayang setiap hari. Bahkan sinetron yang dulu jiplak meteor garden aja, tayangnya seminggu sekali. Jadi meskipun kita tau dia sebenernya adaptasi cerita, tetep di tunggu. Sore hari sinetron keluarga tayang gantian antara si tuyul dan om jin, atau trio warkop sama bagito/ patrio.

Atau gak bisa ya ambil cerita dari yang original, adaptasi dari novel karya anak bangsa sendiri, dan dibikin lebih singkat juga episodenya gak perlu tiap hari. Semua ini karena kejar Rating. Ngejar slot prime time sampe akhirnya materi/ konten cerita udah jadi nomor sekian. Ngehasilin artis-artis baru yang penting cakep-cantik-bening-mulus.

Gw miris aja, apa segitu udah abis idenya ya???

Iyee gw tau, gw aja belum tentu bisa bikin skrip sinetron, tapi paling gak gw mikir 1000 kali kalau mau adaptasi dari cerita novel & film yang hampir semua orang tau. Karena seperti yang gw bilang, bebannya berat. Orang akan membandingkan karya adaptasi dengan karya aslinya, Begitu eksekusi pemain, cerita, shooting, sound & visual effect, dll nya jauh dari karya aslinya... Ya udah KELAAARRR. fans karya asli langsung protes keras.

Udahan aah, udah malem,,,

Mau bobo cantik dulu

much love

Rhein

Tuesday, 9 September 2014

Tinggal Nunggu Dropnya Aja...

Tinggal nunggu gw drop dan istirahat panjang!

Bukan tanpa alasan gw kasih statment gitu, sejak awal Agustus kemaren ampir tiap minggu gw PP ke luar kota, dan kurang tidur. Ini catatan pendek gw tentang perjalanan heboh yang bikin gw mulai ngerasa gak enak badan.

Di mulai dari 8-9 Agustus:
Gw anter sepupu gw Rio buat test AB Lanjutan di PNJ, sekaligus ajak mbah ke kubah mas sesuai cita-citanya. Meski kali itu nginep, perjalanannya yang macet plus lagi gak bisa tidur bikin gw mayan ngerasa capek juga pas pulang.

14 Agustus:
Gw ke Bandung PP buat anter baju dan perlengkapannya tante yang mau berangkat ke Surabaya. Tadinya gak mau ikut, tapi di minta mbah temenin, jadilah dadakan berangkatnya.

16-17 Agustus:
Gw ke Jakarta buat ikutan lomba FuroshikiRun 17-an di GBK. Abis ikutan acara 17-an sama ngumpul bentar sama campus mate, gw langsung pulang ke Sukabumi.

18 Agustus:
Gw ke Bandung PP, buat ngasih laporan kerja bulanan ke Disnakertrans Pemprov. Malemnya langsung nemenin adik gw Rafii buat di bawa ke UGD dan hasilnya dia fix kena DBD dan harus di rawat. Selama dia di rawat gw tidur di RS, karena gak ada yang bisa jagain selain gw.

20 Agustus:
Pagi setelah bergadang cantik nungguin Rafii, gw nganter Rio daftar ulang kuliah ke Depok. Kali ini naek umum karena mobil lagi di pake, dan ibu gak ngizin naek motor. Nyampe Depok ngurus ini-itu sorenya langsung pulang lagi, gak sempet nyari kostan karena gw masih ada tugas jaga Rafii di RS malemnya.

30 Agustus:
Gw anterin Rio lagi ke Depok, kali ini buat nyari kostan, dan gw ke sana PP naek motor. Lumayan ya motoran Sukabumi-Depok, pant*t gw rasanya makin tipis ajaa, belum lagi polusi sepanjang perjalanan... hadeuuuhh.

7 September:
Ke Depok lagi, nganter Rio lagi. Kali ini buat bawain barang-barang ke kostan, dan ditemani Mbah plus Uciew. PP lagi, dan pulangnya nyampe Sukabumi udah ampir tengah malem.

8 September:
Gw ke Bandung lagi, seperti biasa buat kasih laporan kerja bulanan ke Pemprov. Berangkatnya udah pagi-pagi tetep aja maceettt. Naah pulangnya, gw naek motor bareng En-En. Enak sih pulangnya cepet, nerobos kemacetan parah sepanjang Bandung-Cianjur-Sukabumi.. Tapi pant*t gw lagi-lagi berasa udah gak ada. Polusinya juga bikin puyeng...

Naahh minggu ini antara lusa atau Jumat, gw harus ke Depok-Jakarta lagi buat ambil lembar Legalisir Akreditasi Kampus. Kalau bukan karena pengen banget ikutan test CPNS Parekraf, minggu ini gw pengen banget leha-leha dua harian di kamar.

Malem ini badan gw udah mulai kerasa rontok, dan yang parah, gw makin kayak bocah bayi tidurnya. Ngantuk mulu...

Ya... moga aja gw sehat selalu... meski agak ragu karena gw mulai ngerasa nge drop,. :'(

Saturday, 23 August 2014

Journey To Be Fat!

Setelah lebaran kemaren, gw bertekad buat buletin badan gw (baca: penggemukan). Gw ini sebenernya susah banget gemuk, mau makan kayak apa juga berat gw gak pernah lebih dari 40kg.

Bisa punya berat 40kg aja itu dari hasil perjuangan panjang nyari vitamin yang cocok dan konsultasi dengan nutritionist gratisan. So, ketika temen-temen gw sibuk diet, gw sibuk bikin rusak diet mereka dengan ngajak jajan mulu.

Berat gw sebenernya udah tergolong normal (menurut gw lho ya), dengan tinggi cuma 153cm pas ajalah kalau berat gw 40kg. At least udah gak sekerempeng 4 tahun silam, yang mana gw pernah cuma 34kg doang, effect stress, banyak pikiran, dan bergadang mulu.

Niat gw gemukin badan adalah karena pas gw itung BMI (Body Mass Index) ternyata dengan tinggi 153cm harusnya berat gw minimal 43,4kg. Meskipun gak selalu kurus itu gak sehat dan gak selalu gemuk itu sehat, ya gw penasaran aja pengen nambah 3kg.

Dan dimulailah proses penggemukan, yang kalau kata sepupu gw Nela, minat makan dan ngemil gw bikin rusak program diet dia.hahaha

Jadwal makan gw awalnya 3x sehari, pagi-siang-sore, dengan porsi "normal", diselingi cemilan semacem basho, siomay, mie ayam, mie instan, nugget, sosis, kentang goreng... -____-"

Awalnya perut gw shock... iyalah biasanya makan cuma pas shubuh ma magrib, eh ini kelar puasa dipaksa makan 3x sehari plus-plus. Tapi demi niat mulia gw buat jadi Bulet, gw maksain diri ngemilin kue lebaran di sela-sela waktu luang dan waktu mau tidur gw.

Berkat pola makan kayak gitu ditambah gw mulai rutin lagi minum Natur-E (believe it or not, vitamin ini efektif nambah nafsu makan gw lho). Hingga detik gw nulis post ini, pas gw timbang ternyata gw kebablasan jadi 45,5 kg.Bwahahahahaha

Berat 45kg itu juga plus bonus perut buncit... XD

Seumur-umur... inilah kali pertama gw nyentuh angka 45kg, dan inilah kali pertama gw tau rasanya punya perut buncit. Gimana gak buncit, tiap malem sebelum tidur gw sempet-sempetnya ngemil mie instan+telor+sayur atau sempet-sempetnya ngemil nasi goreng+nugget+sossis.

Program gemuk gw berhasil dalam waktu 1 bulan, gw kepikiran buat bikin gw tambah bulet lagi... jadi 50kg mungkin? Hanjirrr... kebayang banget kayak leupeut gw...bwaahahaha

Well here my photo... Maaf gak bisa seluruh badan, gw obrak-abrik file ternyata gak pernah foto dari atas mpe bawah selama proses penggemukan ini


Ini Foto Pas Furoshiki Run 17 Agustus kemaren, berat gw udah 44,5 disitu. XD.


with much love...
Rindu 
who still on #journeytobefat

Thursday, 15 May 2014

Capres oh Capres...

Posting kali ini agak berbau politis, dan ini postingan yang asli meluncur gitu aja dari pikiran saya yang sotoy soal politik.

Beberapa hari yang lalu saya liat diberita kalau Joko Widodo resmi mengajukan CUTI sebagai Gubernur Jakarta (DKI1), karena dia mau fokus dengan tugas barunya sebagai Calon Presiden RI diusung dari PDI-P. Respon pertama saya waktu baca berita ini adalah "Diih" begidik geuleuh dan kesel. Eitss tunggu bukannya saya itu #AntiJokowi loh ya, tapi rasanya kok gak adil ya buat Warga DKI dijadiin second option.

Ibaratnya cowok, ni cowok lagi ngajak ceweknya break dulu. Bukan karena bosen atau karena gak sanggup, tapi karena dia mau coba-coba ngelamar cewek lain. Kalau cewek lain itu nerima, ya dia putus lah sama ceweknya yang lama, tapi kalau ditolak ya ni cowok balikan dan kembali merajut kasih dengan cewek lamanya.

Ibarat yang lain nih ya, kayak karyawan lagi kerja di perusahaan terus izin gak masuk karena ada interview di kantor lain, kalau diterima di kantor lain ya otomatis resign dari kantor lama, tapi kalau gak lolos interview dan test ya balik lagi ke kantor lama.

Pertanyaan dari saya? cewek baik mana yang mau dijadiin second option dari cowok di atas, dan kantor kece mana juga yang gak ngambek dijadiin second option karyawan di atas?

Terlepas dari Pak Jokowi yang mungkin sebenarnya masih ingin bebenah DKI, sejujurnya saya akan respect kalau Jokowi praktekin take or leave option. Kalau memang ingin jadi presiden, ya mundur lah dari jabatannya sekarang, fokus jadi capres tanpa embel-embel sedang CUTI dari DKI 1. Kalau memang ingin maju dan menata dulu Jakarta ya dia harus berani dan legowo untuk tidak nyapres.

Kembali lagi ke pernyataan saya di awal. Saya bukannya #AntiJokowi. Sejauh ini saya googling, Solo cukup maju saat di pimpin Jokowi, Jakarta juga ada perubahan, dan mungkin Indonesia juga kan berubah (semoga ke arah lebih baik) jika dipimpin oleh beliau. Saya cuma iseng menganalogikan Jokowi dan Warga Jakarta yang ditinggal CUTI seperti perumpamaan-perumpamaan diatas.

Secara frontal maaf saya harus negatif thinking dengan bilang "Pak, ini Bapak atau Partai ya yang masih haus kekuasaan dan jabatan? Kok ragu untuk melepas jabatan lain untuk calon jabatan yang baru?"

Akhir kata semoga Warga DKI legowo untuk dijadiin second option.

Tertitip salam dari saya...


Warga Jabar yang sering mencari berlian di Jakarta.

Saturday, 15 February 2014

Dilema antara WP dan BS

Duuh dilema...
Semua postingan terlanjur di pindahin ke Blogspot,
Terus pas update path ternyata path lebih berpihak pada Wordpress,
Agak sebel sebenernya, kenapa path gak kerja sama dengan Blogspot aja,
Hahahha

Petubil banget yah gue. sutera lah yaa...




*Petubil = Perempuan Tua Labil

Saturday, 1 February 2014

Aku Rindu... Kamu

Karena entah kenapa, aku merindukan kamu.
Membayangkan ruangan itu
Berharap kamu ada disitu, duduk seperti biasa.
Dan aku memperhatikan kamu seperti hari-hari sebelumnya,
Dan kamu hanya diam, fokus dengan duniamu.
Tak tahu dan tak peduli ada yang memperhatikan semua kegiatan kamu.

Anggap saja aku fans kamu.

Aku fans kamu.
Meski bukan fans nomor satu


31.January.2014
11:26 pm
at Nezka Kost

Sunday, 26 August 2012

Fakta Seputar Hantu

Sekedar Iseng... ngutip dari blog saya di www.inirindu.wordpress.com

Berikut ini fakta seputar hantu, just for fun yooo

1. bau melati
Q : kenapa hantu seringnya bau wangi bunga macam melati , mawar, atau cempaka?
A : karena kalau bau splash cologne, ntar dikira hantu gaul

2. sundel bolong
Q : kenapa sundel bolong selalu memperlihatkan bagian punggungnya yang bolong ?
A : karena kalau yang diliatin bolong bagian depannya bisa jadi “sundel bodong”
Q : kalau bolongnya diturunin lagi gimana ?
A : ooo, yang itu namanya “sundel badung”

3. hantu cewek 1
Q : kenapa hantu cewek umumnya berambut panjang dan kumel ?
A : karena di kuburan nggak ada yang naruh gunting sama shampo,
Q : tapi kenapa rata2 rambutnya lurus, gak keriting / kriwil
A : karena ada yang iseng naruh catokan buat rebonding

4. hantu cewek 2
Q : kenapa hantu cewek umumnya pakai daster panjang ?
A : karena kalau pakai tank top ntar kuburan jadi rame bunyi “suit suiiiiitttt”

5. pocong
Q : kenapa pocongan jalannya selalu loncat-loncat ?
A : sekalian olahraga biar gak gemuk.

6. kamboja
Q : kenapa kuburan ditanamin pohon kamboja ?
A : karena gak mungkin dibajak dan ditanamin padi, lagian siapa yg mau makan frown

7. vampir
Q : kenapa vampir minum darah ?
A : karena dia keluarnya malam2 jadi darah rendah, dan kebetulan jarang ada apotik 24 jam yang buka dideket kuburan jual viliron/engran/sangobion.
Q : kl kurang darah, kenapa juga gak makan sayuran yang hijau macam bayem, kangkung, dsb ?
A : dia gak bisa masaknya, kecuali ente mau masakin. :p

9. paling serem
Q : hantu apa yang paling serem ?
A : favorit orang beda2, bayangin aja sendiri :D

10. paling pinter
Q : hantu apa yang paling pinter ngitung2?
A : han, tu, tri, four, five,

11. paling lucu
Q : hantu apa yang paling imut ?
A : tuyul yang ngumpet di belakang tivi, pas lagi nyetel OVJ

12. paling berbahaya
Q : hantu apa yang paling berbahaya ?
A : hantuk banget sambil naik kendaraan ngebut

dan yang terakhir nomor 13 :

13. tengkorak
Q : kenapa hantu tengkorak / jerangkong bisa gerak2, padahal gak ada ototnya ?
A : tanya aja ndiri , gw doain ntar malem lo didatengin


----end----
jayus??? iyeeh gw tauu...

Friday, 22 June 2012

Angel Without Wings

Dini hari tadi, saya banjir air mata (baca: nangis bombay). Bener-bener nangis sampe bantal tidur saya basah. Eits... bukan nangis karena cowo, bukan juga nangis karena kerjaan, tapi nangis karena abis nonton film. :)) Film Indonesia pula, bukan film luar. Hha lebaii ya

Acara nangis bombai ini, bermulai ketika saya tadinya mau baca buku Partikel - Dee, sebagai buku pengantar tidur. Tapi gak tau kenapa setelah masuk kamar, saya malah pingin nonton film lokal, film apa saja. Berbekal jaringan Wifi Speedy yang akhir-akhir ini lumayan kenceng, dan Samsung Android saya yang Alhamdulillah gak pernah ngadat (belom ndu, coba setahun lagi lo terus paksa tu handphone streamingan terus.hha).

Film yang saya tonton itu, temanya tergolong standar, tentang cinta dan pengorbanan. Tapi entah karena saya yang lagi melow, atau karena karakter tokoh2 di film itu yang kayaknya saya kenal (baca: kok gw banget, kok dia banget).hha

Tapi posting kali ini bukan tentang review film yang saya tonton, untuk bagian itu saya udah ada niatan posting tersendiri. Posting kali ini, tentang hal-hal yang mengganggu saya setelah menonton film tersebut. Sesuai dengan judul posting saya "Angel Without Wings", yep! saya mau ngebahas hal ini. (Et dah nduuu panjang amat intermezo loo, gak nyambung pula..)

Okay guys... back to title...

Kebanyakan dari kita menggambarkan malaikat itu berupa sesosok makhluk serupa manusia, yang baik dan suka nolongin orang yang kesusahan, mereka pake baju putih, ada semacam lingkaran (halo) diatas kepalanya, dan selalu punya sayap, Maka gak jarang di film-film, sosok malaikat ditampilkan sebagai sosok rupawan yang luar biasa baik.

Taruhan yuk, pasti dari kecil kita di doktrin sama media-media dengan gambaran kayak gitu kan? Padahal gak ada satupun dari kita yang tau kayak gimana bentuk malaikat sesungguhnya, dia punya sayap atau gak, dia bawa tongkat atau punya halo gaknya, dia sebaik di film-film atau gak. Gak ada yang tau pasti wujud ataupun sifatnya.

Lantas kemudian, seseorang yang luar biasa baik dan suka menolong, seringkali dikasih embel-embel malaikat versi manusia. Kenapa si orang itu gak disebut pahlawan aja? kenapa harus disejajarkan sama malaikat? Sok iye banget mereka! (hha ngajak diribut ya gw, ya udah sih ndu suka-suka mereka.hha).

Gak tau kenapa, saya sekarang ini merasa tergelitik aja dengan perumpamaan tersebut. Otak stress saya lagi bertanya-tanya, dari mana mereka dapet istilah tersebut, nyamain orang baik serupa dengan malaikat. Giliran orang itu belok dikit, langsung dikatain "dasar set*n" eeettt daaaaah jelas-jelas dihampir semua kitab agama set*n sama malaikat itu dua jenis makhluk yang berbeda. Di Agama saya (Islam) Malaikat diciptakan dari Cahaya, dan Set*n dari Api. Dan gak ada juga di tafsir kitab agama saya, ada malaikat yang jahat terus bertransformasi jadi Set*an, ataupun sebaliknya.

Sooo... Kenapa... kenapa harus nyamain manusia dengan malaikat, atau manusia dengan setan??? Kenapa orang baik harus diumpamain malaikat, dan orang jahat harus diumpamain setan? Kenapa orang baik gak disebut pahlawan aja... toh pahlawan kan bisa jadi jahat, penjahat juga bisa jadi baik. Tapi kan Malaikat gak ada yang jadi Setan, Setan gak ada yang jadi Malaikat. (Sok iyeee dah gw, kayak yang pernah liat malaikat sama set*n aja)

Udah sih, stop bilang orang baik itu Angel Without Wings. Toh belum ada yang pernah liat wujud malaikat kan? belum ada yang buktiin malaikat itu punya sayap kan? Stop juga bilang orang jahat dengan istilah Devil Without Horn.

Anda bingung baca postingan saya??? sama saya juga bingung nulis apaan di postingan kali ini... Mwuahahaha

Udah aaah dari pada saya di jumroh orang banyak, dan dituntut kelompok2 Agama, saya udahin aja posting kali ini.

see yaaa...

*Written By: saya yang lagi stress*

Tuesday, 19 June 2012

You, And Your... ... ... eX-Girl Friend

Perasaan... tiap gw lagi deket ma cowo masalahnya selalu sama... selalu berhubungan sama Mantannya si cowo. Entah si Cowo yang gak bisa lupain mantan, atau si mantannya yang masih naro harapan sama si cowo.

Buat gw... 2-2nya gak enak, kalau si cowo yang gak bisa lupain mantan, pasti jadi hidup dibawah bayang-bayang mantan, bentar-bentar dibandingin. Asli ini gak enak banget.

Kalau si mantannya yang masih naro harapan sama si cowo juga gak enak, soalnya pasti aja ada yang isengin, ntah sms-sms atau telepon-telepon teror kecil, ciiihhh bocah banget dah aah.

Dan sekarang gw dapet kasus 2-2nya. dan itu rasanya... MALESIN BANGET...

Kasus 1... Dibanding-bandingin

FYI kalian para cowok, cewek itu paling males dibandingin, fitrahnya cewek itu gak suka di nomor sekian kan, gak suka dituntut untuk seperti si A, B, atau C. Kalaupun ada cewe yang manut-manut aja gw yakin 100% dalem hatinya gak pasti ada aja terselip perasaan gak setuju.

Okelah kalau emang berniat untuk ngubah sifat/ kebiasaan jelek pasangan, coba hindari pake kata-kata:

"Dulu si A kalau diingetin sama Aku gak pernah ngeles, gak kayak kamu."
atau...
"si B sih kalau sakit kayak kamu sekarang nurut-nurut aja dilarang bergadang"

Well... Bisa kali pake kata-kata tanpa melibatkan A ataupun B, contohnya:
"Kalau diingetin itu jangan ngeles, kan itu buat kebaikan kamu juga"
Atau..
"Kalau mau sembuh, jangan bergadang terus, nanti makin sakit!"

Kan lebih enak didenger dan lebih gak makan hati aja.

Kasus 2... Mantan yang Kepo...

Mungkin kalau sekedar sms say hi, or sms manis lainnya gak akan ganggu dan bikin males, tapi kalau udah isengin sms (yang lebih cendrung ngata-ngatain gak enak) atau, yang telepon gak jelas cuma buat bilang "ih gak ngaca" rasanya itu NORAK banget.

Udah bukan zamannya juga kaleee. Kalau situ ABG umur 13-an oke lah gw maklumin, tapi untuk umuran cewe 25 tahun keatas, ditambah ada embel2 sarjana, itu sama sekali gak wajar. Bermain cantik dan sportif lah, malu sama umur dan gelar kalau masih suka neror-neror orang gitu.


Akhir kata... hey kalian... yes.. you and your x-girlfriend... lagu ini cocok dehh:

Selalu cerita siapa mantanmu
Yang pernah berikan yang tak ku berikan

Aku bukanlah dirinya, dia bukanlah diriku
Jangan pernah membandingkan aku dan dia
Dan aku akan buktikan ku lebih baik darinya
Cobalah untuk lupakan mantanmu

(Vidi Aldiano - Lupakan Mantan)


Fuiiihhh... Wassalamm... sekian sampahan saya...

Bubbyeeee....

Sunday, 17 June 2012

Jika Dulu

Jika dulu aku mengungkapkan ini semua pada kamu, apa keadaannya akan berubah?
Apa kamu akan ada disini, menemani sisa hariku?
Jika dulu aku menceritakan semua takutku pada kamu, apa kamu mau mengerti?
Apa kamu akan tetap menjadi kamu yang aku kenal?
Jika dulu aku tidak meminta kamu pergi, apa keadaannya akan lebih indah?
Apa kamu masih menghiasi hariku dengan canda tawa itu?
Jika dulu aku tidak mengizinkan kamu untuk masuk jauh ke hidupku, apa kamu masih mau menerimaku?
Apa kamu masih mau menjadikan aku pelarian cerita-ceritamu?
Jika dulu kita tak pernah kenal, apa rasa ini tak pernah datang?
Apa aku akan baik-baik saja memainkan peranku di dunia ini?
Jika dulu kita tak larut dalam sebuah permainan, apa takut ini juga tak akan datang?
Apa aku akan bisa menjalani waktu dengan lebih ringan?
Jika dulu aku tak membiarkan rasa ini tumbuh, apa kita akan bisa bersama?
Apa kita akan terbebas dari rasa canggung?
Jika dulu aku punya kesempatan untuk memilih, apa kamu mau menjadi orang yang aku pilih?
Apa kamu mau menjadi orang yang terus kubebani?
Jika...

Ya Jika saja dulu aku punya keberanian, untuk sedikit saja jujur pada kamu, untuk sedikit saja membiarkan aku menceritakan takutku, mungkin aku tak perlu merasa bersalah, mungkin kita tak perlu larut jauh melangkahkan kaki, mungkin aku tak akan lagi ketakutan... mungkin aku akan merasa ringan saat kita benar-benar menjauh... mungkin aku tak akan sedih saat kamu bersama orang lain...

Jika...
Ya Jika saja dulu aku mampu menjelaskan pada kamu kalau aku terlalu sayang kamu, kalau aku terlalu takut kamu tersakiti, mungkin aku mampu melawan semua ancaman... mungkin aku lebih sanggup untuk bisa berdiri tegak... memandang kamu dari kejauhan.

Jika... ... ... ...

Wednesday, 23 May 2012

Mengingat Dia Yang Tak Pernah (Mau) Tahu

Sebuah percakapan kecil membuat saya kembali mengingat dia, padahal seseorang yang saya inginkan sedang di depan saya, sedang meluangkan waktunya untuk bertemu meski hanya sekedar video call via skype. Bukankah harusnya saya saat ini sedang meloncat2 kegirangan karena melihat wajah si "bebipes"? dan tersenyum lega karena claiman ratusan juta itu sudah cair sebagian, dan juga ketawa cengengesan karena saling adu gombal dengan orang sableng.

Tapi.... Sejauh apapun saya mencoba mengalihkan, pada akhirnya saya selalu ingat pada Dia. Dia yang tak pernah (mau) tahu. Kenapa saya menggunakan embel2 "(mau)", karena pada dasarnya saya yakin dia tidak sepenuhnya buta untuk membaca "the sign", dan mungkin saya yang terlalu naif membutuhkan sebuah pernyataan, kejelasan, salahkah? semoga tidak.

Hey Dia yang itu Anda. Saya tau, Anda membaca post ini. Entah hari ini atau nanti. Entah sadar atau tidak bahwa hampir semua posting blog di sini yang berisi kegalauan saya, adalah tentang Anda, tentang saya yang tak sanggup untuk mengatakan kebenaran, kebenaran bahwa saya jatuh kejurang bernama Cinta. Salahkah lagi? Jika ya semoga itu bukan kesalahan fatal.

Mencintai dia bukan kesalahan, yang salah adalah kemampuan psikologis saya yang tidak bisa mengontrol perasaan, yang tak mau dan terlalu angkuh untuk jujur pada diri sendiri. "Sudah terlalu banyak jeda dan jarak" begitu kata saya ketika bercerita tentang dia pada Ara.

Ya, sudah terlalu banyak jeda dan jarak, yang membuat semuanya menjadi ambigu. Masih layak kah saya mempertanyakan? meski hanya untuk menjawab rasa penasaran yang sesekali datang. Ah salahkan saya yang masih peduli dengan itu semua. #demmmm

Seperti kutipan yang Ara kasih (entah dia ngopi dari blog mana):
“Belajarlah. Menyayangi tanpa jeda. Menitipkan rindu pada jarak. Waktu akan mengajarkan bagaimana kita akan bertahan.

Bertahan dari apa???

For You... I've been singing this song front of you. Do You Remember?

Ku bertanya adakah aku yg ada di hatimu
Tak mengapa jikalau aku tak pasti di benakmu

Aku tak tahu mengapa dirimu
Yang datang saat aku merasa
Meskipun aku tak mungkin miliki
Namun ku akui, kau ubah hariku

Ada getar saat ku menatapmu ada di sana
Ku yakini mata hatiku tak akan pernah salah

Aku bertanya dan tanya kepada diri
Salahkah hatiku yg mengharapkan cintamu

Namun ku akui, kau ubah hariku

LK - 230512

Tuesday, 8 May 2012

Harapan = Usaha + Doa

"Kalau kita banyak berharap, kita juga harus siap banyak kecewanya"

Ada yang pernah denger atau dikirimin kalimat itu? kalau ya... jangan marah dulu sama yang ngirim. Karena setiap keputusan dan keinginan itu pasti ada plus minus nya.

Well, kenapa ya kita bisa kecewa?
Sering kali kita ngerasa kecewa karena apa yang kita harapkan ternyata gak sesuai dengan apa yang akhirnya terjadi. Misalnya kita berharap banget bisa dapet kerjaan di perusahaan A, tapi fakta yang ada sampai sekarang si perusahaan A belum juga tanggepin lamaran kerja kita. Atau yang misalnya berharap bisa lanjut kuliah ditahun kemarin, ternyata kepentok gak bisa lanjut kuliah karena satu dan lain hal.

Sekecil apapun saya yakin pasti ada rasa kecewa saat kita belum sukses mencapai yang kita inginkan. Sekecil apapun saya juga yakin pasti ada pertanyaan kenapa kita gak bisa mencapai target yang kita inginkan.

Yang gak gitu coba acungkan tangannya... (awas bulketnya keliatan)whakaka

Naah Pertanyaan selanjutnya...

Kenapa sih kita bisa gak mencapai harapan tersebut???
Mari kita menilik lebih lanjut, apa sih yang udah kita lakukan supaya harapan yang kita ingin itu tercapai? Nah kalau ternyata kita belum berusaha apa-apa, wajar lah kalau harapan itu belum terwujud. :p

So, kalau kita punya harapan, imbangi harapan itu dengan usaha-usaha kita, dan jangan lupa imbangi juga dengan doa.hhe Semakin besar harapan kita, semakin besar pula usahanya. Saya yakin kok, setiap orang itu sebenernya pasti bisa dan mampu mewujudkan mimpi dan harapannya, asal orang itu yakin dan bener-bener berusaha. Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan (itu kata Bapak saya).

Kan percuma dan sama aja bohong kalau kita punya harapan tapi gak kita sambut dengan usaha yang maksimal.

Terus kalau udah berusaha, udah berdoa, tapi harapan gak terkabul?

Yah itu sih DE-EL (Derita Loo)... Becanda deeng... gak kok Allah Swt gak sekejam itu, mungkin harapan kita bukan gak dikabulin tapi mungkin sedang ditunda dulu, atau mungkin juga Allah mengganti harapan ataupun target kita dengan yang lebih baik. Inget looh yang ngantri minta doanya dikabulin itu bukan cuma kita aja, ada ratusan juta orang yang berdoa diluar sana supaya harapannya dikabulin.

Saya selalu inget quote yang pernah seseorang pernah kasih sama saya:

God answers prayer in 3 ways :
God says YES & gives you what you want.
God says NO and gives you BETTER.
God says WAIT & gives you the BEST EVER.


last...

Selamat berjuang untuk Anda yang sedang menggapai harapan. :D

Semoga Success... 

postingan dikalau ingin meracau setelah bertelepon ria.xixixi

Monday, 7 May 2012

Sepenggal Cerita Di Hari Itu...

Rute Pasar Minggu - Mampang lewat pancoran/ gatsu (gatot subrobto) di Sabtu itu macet parah. Saya gelisah, sebentar-sebentar melirik handphone buatan China yang sedang saya genggam. Tiap kali angkutan umum yang saya naiki diam cukup lama, saya menggerutu dalam hati, kenapa saya memilih rute 640 bukan 75.

Kemudian handphone saya berbunyi, hati saya pontang-panting melihat nama itu di layar handphone. Kalau bukan karena saya sedang ada janji dengan orang ini, saya pasti akan tersenyum-senyum minta ditendang melihat nama itu. Dengan penuh rasa bersalah saya bilang saya baru masuk kawasan Gatot Subroto, dan orang ini hanya tertawa menyukuri (maksudnya bilang sukurin lo) saya yang kena macet dan berada di angkutan paling gahul seibukota "kopaja" -__-"

20 menit kemudian, tanpa mampir ke kostan lama saya di kawasan mampang prapatan 2, tanpa sempat menuju toilet mengecek apa wajah saya masih normal atau tidak, saya langsung menuju lobi sebuah stasiun tv ternama yang baru saja ditinggal CEO tercinta (Baca: Mas Wishnutama). Masuk lobi, belok ke arah kanan ke tempat nongkrong yang harga sekali minum kopi nya sama dengan 3 porsi nasi goreng langganan saya.

Di sana sedang duduk manis seorang laki-laki, dengan jaket hitam, rambut gak jelas, dan -ihatethis- sebungkus rokok menthol yang diputar-putar sekenanya.

"Hi... sorry i'm late!" sapa saya saat itu, dengan nada penuh rasa bersalah. Dan dia tersenyum... deeeeemmmm i hate this part too, he have a great smile.

"Jadi nama lo late atau Rindu sih?"

Jawaban itu membuat saya yang ketar-ketir deg-degan karena terlambat jadi lega sekaligus tertawa. Dan mengalirlah percakapan gak jelas antara dua orang yang urat sarafnya gak sinkron, hanya sebentar sebenarnya mungkin hanya 5 - 10 menit kami bicara.

"Enggg... Lo serius minta gw temenin lo ke undangan Ra?" tanya saya teringat permintaan dia tadi siang saat saya masih asik belanja buku bareng Tika.

"Serius lah bocah. Tapi lo bisa gak nih? katanya mesti buru-buru ke Bogor?"

"Kampree mentang2 lo udah tua, sekata-kata bilang gw bocah! Ah tapi dandanan gw gembel banget ini, muka gw lagi berkurang manisnya gara2 kena polusi jakarta."

"Emang gw gak gembel? aah katanya lo gak dandan udah manis, udah jangan dandan ntar kalau gw ribet jalan sama orang yang dikerubuni semut saking manisnya!" ujar si gombal ini sambil menegak kopinya. Saya hanya manyun. Harusnya kan saya yang gombalin dia. -__-"

"By the way mana katanya lo mau traktir gw, ah tepu nih!" Okeh saya emang gak tau malu dateng2 nagih janji traktiran dia keterima kerja di sebuah perusahaan (6 bulan yang lalu) dan traktiran ulang tahun (8 bulan lalu).hha dan dia langsung menunjuk menu2 yang terpajang manis di atas etalase.

"Tuh mau pesen apa?"

Dan lagi-lagi naluri gak tau malu saya keluar. "Kopi Ra? gw kerja di EO nanganin produk kopi Ra, bosen ah minum kopi mulu. Kirain gw ditraktir makan siang romantis di resto apa gitu.hahaha"

"Buset, perasaan kita gak kenal-kenal amat kan ya? berani-beraninya lo minta traktir di tempat romantis!"

"Lha sama Ra, lo juga berani-beraninya minta gw traktir lo hayooo!" Saya malah balik ngatain. #iyahemangsayagaktaumalu

Dan kami tertawa. Lagi. Selepas memesan minuman bernuansa kopi dan caramel, dia mengajak saya segera ke parkiran.

"Kita gak usah ke undangan yah, kesian gw sama lo. Ntar gak tenang lo di undangan. Gw anter lo ke Bogor aja yah!"

Saya melongo, dia? nganter saya ke Bogor? yang bener??? Saya dengan sok manis nolak tawaran dia, bukan apa2 tapi gimana coba kalau saya yang imut ini diculik, walau sebenernya gak rugi sih di culik cowok semanis dia. #eaaa

Seolah bisa baca ketakutan saya, dengan enteng dia bilang "Gw gak akan nyulik lo bocah, kalaupun mau culik lo pasti seizin dan dengan doa restu ortu dan keluarga lo dulu, biar sakinah mawadah warahmah!"

Sambil pasang ekspresi minta ditendang saya cuma nyeletuk "Gembel! Itu mau nyulik apa mau ngajak gw nikah Ra?"

Selanjutnya kami menempuh perjalanan Jakarta - Bogor via cibinong, dan sepanjang perjalanan lagi2 terlalu banyak kesablengan saya buat godain dia, yang sialnya malah direspon gombal balik sama cowok berwajah 25 tahun tapi berumur 31 tahun ini. Deem kan saya jadi speachless. -___-"

Setibanya di Bogor, hadirlah si cupid sialan yang gak berhenti nembakin panah2nya ke hati saya. Jujur waktu di lobi Coffee Bean dia gak keliatan ganteng, nyaris cuma keliatan manis aja. Tapi entah kenapa pas dia buka helm... berasa kayak di film-film atau iklan samphoo, dia keliatan cool banget... manis banget... dan errr... ganteng banget. Sayangnya pemandangan kegantengan dia itu cuma berlangsung sebentar, kerusak sama background tempat kami saat itu berada (ingat stasiun bogor itu ada di pasar).whakakaka

Anyway, hari ini sudah hari Senin, sudah hampir 2 minggu berlalu dan saya masih tersenyum-senyum sendiri ingat itu. ingat percakapan selama di motor. Dan sialnya dalam hati kecil saya, saya masih menanti hari-hari besok di skype saat saya bisa seenak jidat gombalin cowok sehumoris dia tanpa perlu dia tau kalau saya ngegombal dari hati bukan becanda.whakakak aahh poor me!

Trimsooo hey Mr. babyface... See You Next Time :p

Sunday, 6 May 2012

New_Chapter

Ih wooow... long time not share here yah. Sibuk euy (kali ini beneran sibuk) (tapi sempet2nya maen the sims) :p

Banyak yang ingin diceritakan, saking banyaknya saya bingung harus cerita dari mana. Well, setelah dipertimbangkan, mungkin cerita harus dimulai dari my daily activity sekarang ini kali ya.hhe

#New_Chapter_Office
Setelah mengundurkan diri dari perhelatan recruitment TVOne di awal Februari lalu, dan melewati tahapan demi tahapan -termasuk ketemu anaknya Opah Bakrie- saya akhirnya kembali terjun ke dunia EO [Event Organizer] milik tante saya, EO Ligar Kencana (LK).

Jujur, dibalik semua keputusan ini masih ada ego saya untuk terjun di dunia broadcast khususnya pertelevisian, entah itu jadi team creative, reporter, editor, evaluation staff, atau apalah. Tapi saya nya juga masih serba salah untuk mengikuti ego itu. 1st karena belum dapet izin dari ortu sepenuhnya untuk kerja di bidang itu, 2nd waktu kerja yang pastinya bakal bikin saya kembali jarang pulang ke rumah.

Maka setelah menyerah pada logika, berbekal nangis bermalem2, dan curhat sama Tuhan saya yang paling segalanya Allah Swt, saya memutuskan tinggal di Sukabumi. Mengelola EO lokal ini, yang alhamdulilah LK lagi dapet banyak job Branding Activation untuk setahun kedepan, masih untuk produk kopi Tor*bik* dan tambahan 3 produk baru Energ*n, Migel*s, dan SuperBub*r.

Saya gak tau apa2 soal EO, meski sebelumnya saya pernah kerja di EO tapi dulu EO tempat saya bekerja jatohnya kayak catering, dan JePe Boss saya yang baik hati itu pelit banget ngasih ilmu ke saya.hhaha

Alhasil saya disini kayak bayi yang dipaksa langsung bisa jalan, suka gak suka saya harus cepat belajar nguasai caranya pitching, nge-brief SPG-SPG yang subhanallah ya pada "manut" banget, ngitung budgeting event, ngevaluasi kinerja team, sidak dadakan ke lokasi.

Saya sendiri jadi bingung kok kayaknya saya megang semua aspek.hahaha Suka gak suka, saya menyesuaikan diri dengan kehidupan disini lagi. Iyah saking udah 6 tahun hidup di Jakarta dan Depok saya suka lupa kalau orang sini sensian, ditegur dikit pundung.ckckck

Dan setelah melewati hampir 3bulan kerja sebagai apalah itu jabatan saya di kantor, saya masih kangen dengan suasana Jakarta. kangen dengan cueknya orang-orang dan kangen dengan fasilitas transjakarta yang selalu menemani saya dikala bete dan ingin jalan-jalan gak jelas, sekarang kalau mau jalan2 saya harus siapin ongkos lebih banyak (angkot sini rutenya pendek) atau berkorban kaki dan tangan saya pegel maen sama kopling dan stir. -___-"

#New_Chapter_Love
Hahaha miris kalau inget ini. Bener kata mantannya sahabat saya there no real friendship between boy and girl. Pada akhirnya pasti akan ada yang suka kalau terus2an deket, dan pada akhirnya semua jadi bikin galau kalau gak diselesaiin secepatnya. #eaa

Anyway setelah dimusuhin terus dibaikin lagi sama si produk local yang diimpor ke Canada (baca: post Cukup Sekian) gara-gara saya yang kelewat sadis, setelah dicekokin daftar cowo ganteng versi tante saya yang kece, dan setelah perjanjian saya dengan mantan yang psikopat itu selesai. Saya akhirnya.... tetep Single.whakakakaka #kesianamat

Gak tau nih, saya lagi gak mood buat punya pacar, mungkin karena capek tiap kali deket sama orang malah diteror mulu, mungkin juga karena capek tiap punya pacar eh pacarnya kebangetan over protectif, dan yang paling capek adalah digantungin karena gak jelas ni laki anggep saya apa.#eaaa

Eh tapi eh tapi... tetep aja ada yang buat hati saya cekat-cekot, cenat-cenut, atau apalah istilahnya cuma karena saya baca namanya di timeline twitter (sebut saja dia si Another R). Kamfree emang ni laki, udah lama gak bersua masih aja bikin saya galau. deemmm. -___-"

Efeknya yang lain akibat kegalauan saya adalah saya jadi makin gila buat godain orang, padahal gak serius buat godain. Seneng aja ngegombalin terus muntah2 denger gombalan sendiri. #cih

Rincian New_Chapter_Love nanti saya bahas tersendiri aja yah.hhaha #pede banget ada yang baca.

#New_Chapter_Life
Efek saya pindah lagi ke Sukabumi adalah berubahnya kehidupan saya sehari-hari. Kalau dulu di Jakarta hobby saya adalah jalan-jalan sambil kulineran, maka sekarang ni hobby saya adalah MAEN THE SIMS di Kantor. Oh salahkan kantor yang merangkap rumah, yang bikin saya jadi penggila The Sims Social -___-"

Kalau di Jakarta saya makan sehari 3 kali, dengan porsi dibatasi, maka di sini makan saya gak ke kontrol entah 4 atau 5 kali, tapi herannya berat saya cuma nambah 1 kg aja, yang itu pun kata saudari Mimi "itu Berat badan atau ukuran sepatu Ndu???". Kalau di Jakarta saya ngemil di tempat sombong, maka disini saya tinggal nyomot cemilan dari stoples, maklum stock makanan dan cemilan disini banyak.hha

Musik saya yang sebelumnya berkiblat pada Mustang FM, sekarang berubah jadi semi abg labil, akibat dicekokin lagu2 -yang saya gak pernah tau siapa penyanyi- sama adik sepupu saya disini.

Well udahan dulu ah Postingan New_Chapter... Saya punya janji sama Tika untuk cerita soal si Kakak Ganteng di postingan berikutannya. Cukup Sekian Sampahan Saya selamat beraktivitas kembali :D

Tuesday, 3 April 2012

Finally Free

Thank you so much,

I spent too long being miserable over stupid crap. I let myself get fooled and fall for the impossible, over and over again, even when I knew it would never happen. I made a fool of myself, all for a person that was never really worth my time. You broke my heart, repeatedly, and only stopped my death threats because of his conscience. I know. I’ve been there. I’ve been that person that leads another on and only demonstrates affection in life or death situations. Maybe I deserved to suffer, but not to that extent.

I don’t like you anymore, and I’ve never felt more relieved.

But I love you so damn much, I can’t remember the last time I was this happy. Even the joy I feel from us looking each other that way tops the greatest happiness I felt during my depression.

“You make me thank god for every mistake I ever made,Because each one led me down the path that brought me to you.”

-Sincerely and Happy Birthday-

Tuesday, 21 February 2012

Don't Follow Me...

Dear All
Mau sedikit share tentang kejadian yang baru aja terjadi sama saya, semoga bisa jadi pembelajaran buat semua. Beberapa udah mendengar cerita saya ini, tapi saya merasa perlu untuk share ke yang lain lagi biar kejadian kayak gini gak terjadi sama kalian. :)

Beberapa hari yang lalu, sekitar pukul delapan malam, saya ngalamin kejadian kayak di tipi2 yaitu KETIPU

Awal mulanya saya menerima telepon dari pacarnya saudara saya (kita sebut saja CS) yang beberapa bulan ini sedang merantau di kota saya tinggal untuk bekerja, di layar HP saya juga memang muncul nama CS, bukan no yang lain. Suaranyapun persis suara CS.

Dia telepon saya bilang minta bantuan karena kena tilang. Di dunia nyata CS ini anaknya memang ceroboh, lupaan, dan beberapa kali kena tilang karena gak punya SIM, atau ngelanggar lampu merah. Jadi saya udah gak kaget dengar dia kena tilang. Gak curiga atau apalah. Apalagi beberapa hari sebelumnya nenek saya (mbah) cerita CS ketinggalan dompet lagi dirumah mbah dan bilang itu STNK motor yang dipakai CS udah kadaluarsa.

Jadi pas CS telpon saya percaya2 aja.

Terus setelah CS bilang dia di tilang, saya tanya saya harus gimana? perlu saya dateng ke polres? dia bilang minta tolong lobiin di tempat lah dia cuma bawa uang 50rb, gak bawa dompet, sedangkan bayar ditempat 150rb. Dia minta jadiin nama saya jaminan. Ya udah, dengan niat nolong saya ok-in. 

Mulailah telepon dialihkan ke 'polisi', saya bilang kalau CS itu saudara saya, lagi buru-buru mau ke rumah, STNK ada di rumah dll. Tapi si polisi keukeuh pengen bayar di tempat. Saya bilang sama CS ntar saya+saudara saya (yang pacarnya) kesitu deh, bawain surat2 dirumah mbah. Sebenarnya saya sempet curiga kok mendadak CS bilang, "ah gak usah ngerepotin ntar, malah ketauan stnknya kadaluarsa". Dipikir2 iya juga sih, tapi saya juga keukeuh bilang saya ke sana aja, telepon saya tutup.

Saya telpon saudara saya, gak diangkat2, ada kali 5x telepon. Ke rumah mbah saya juga gak ada yang jawab, pokoknya saya telpon ke sodara2 yang kenal CS juga kebeneran banget pada gak angkat (SHIT emang).

CS gak lama tlp lagi (dengan no yang tetep muncul nama dia) tanya "gimana nih?", saya bilang pada gak jawab, dan dia bilang polisinya nuduh itu motor curian. Naluri kasian gw keluar, si CS kasih lagi hpnya ke polisi, eh polisi nego minta dikirim pulsa aja. Disini saya mulai anceng2 rekam percakapan (tujuan saya awalnya iseng, buat saya bahas di blog).

Karena CS cuma bawa uang 50rb berarti kurangnya kan 100rb, nah polisinya minta 100rb dalam bentu pulsa. Saya sempet aneh tuh, ih malesin bgt ni polisi. Saya bilang sama CS, saya lagi gak punya deposit, ntar tanya saudara saya deh. Dia iya-in minta tanyain saudara saya (pacarnya). Telepon di tutup lagi.

Saya telepon saudara saya lagi, masih tetep gak diangkat mulu, jadi kesel sendiri.

Akhirnya saya hubungi temen saya yang  biasa jualan pulsa, minta kirimin pulsa 100rb ke no yg di maksud, karena saya kasian juga ma CS. Di kirimlah pulsanya. Terus Saya ditelpon CS  lagi, saya bilang udah dikirim pulsanya. CS suruh saya konfirmasi ke polisinya, dannnn disini letak kesalahan dan ketololan saya.

Saya bilang sama polisi kalau itu udah dikirim. Terus si polisi itu bilang, dia minta tolong sama saya, tolong beliin pulsa lagi, kali ini bukan untuk masalah tilang tapi dia jatohnya beli pulsa gitulah sama saya, uangnya dia titipin ke CS. Saya nolak, bilang kalau saya udah gak ada kenalan tukang pulsa lagi, apalagi nominal yg dia minta itu gede. Saya nolak, dan bilang gak bisa, faktanya emang saya lagi gak punya uang segitu, dan temen saya udah abis depositnya. 

Eeh dia malah ngancem bakal nahan saudara saya, dan kunci motornya gak dikasih kalau saya gak sanggupin. Saya ancam balik, bilang ini on the record dan saya bisa nuntut balik. tapi saya kalah, mungkin efek hipnotis dan si CS ini bilang mohon minta ditolong.

Akhirnya berkat ketololan saya itu, saya kirim lagi pulsa kali ini terpaksa lewat I-banking BCA Saya. Saya bilang udah tuh dikirim, naah si CS bilang iya makasih, saya diminta konfirmasi sama polisi itu.

Tepat disaat saya mau konfirmasi, ada telepon masuk dari saudara saya pacarnya CS itu. (handphone saya dualsim jadi bisa terima telpon lagi, yg telponan sama polisi itu saya hold dulu) saudara saya tanya kenapa saya telepon2in dia, dia lagi ada pengajian. Saya bilang itu CS kena tilang lagi, dan dia (saudara saya) susah amat dihubungi. Seperti yang bisa kalian duga jawaban saudara saya adalah 

"ditilang apaan, orang aku lagi sama CS dirumah tante, sama mbah juga. kata ibu (baca: ibunya dia) kamu juga telponin ibu ya?" Saya langsung linglung, secara ini no yang masuk no CS. Saya minta saudara saya tlp ke rumah, telpon dari 'CS' langsung saya tutup.

Di telpon rumah saya ngotot CS ditilang, saudara saya ngotot CS ada bareng dia, dan hp-nya dimaenin Ibu-nya. CS sumpah2 dia gak nelepon saya. Saya jadi bingung sendiri. Gak ngerti. sampai akhirnya saya baru inget (sumpah kenapa ingetnya baru saat itu) kalau temen ibu ada yang kerja di polantas, sebut saja namanya Pak Asep.

Saya berusaha hubungi dia tanya lagi ada dimana, dan bilang kalau ada teman saya kena razia deket polres. dan jawaban beliau adalah "hari ini saya yang tugas sekitar polres, dan sampai detik ini belum ada penilangan" Saya ceritakan kronologis-nya, dia cuma bilang "itu penipuan neng, polisi gak akan mungkin minta dalam bentuk pulsa, harusnya pas kamu bilang direkam pasti takut karena ancamannya bisa turun pangkat, coba inget baik2 ada yang mencurigakan gak selama tadi dia nelepon!"

Jegeeerrrrr

Saya berusaha inget dan emang ada yg aneh:

  1. CS gak manggil nama saya seperti biasanya,
  2. Dia terkesan ogah pas saya bilang mau kesana aja anterin surat2 (SIM, STNK), dan
  3. Yang paling begosebegobegonya, Saya gak denger suara bising jalanan.

Bye 350rb saya. -___-"

Tegoran dari Allah ini saya belom bayar zakat 2 bulan ini. hikss

Pesan moral:

  1. Hati2 dengan telpon masuk bilang minta bantuan sekalipun tertera di hp nomor orang yg kita kenal, bisa aja (setelah saya tanya ke anak IT) sim digandakan, karena SIM baru potensi mudah dibajak gitunya lebih besar. Rata2 no baru itu recondition id no dari simcard lama yg udah gak aktif.
  2. Jangan panikan dan ceroboh kayak saya, gampang terenyuuh, sasaran empuk banget.
  3. Please kalau ada yg nelpon kalian beberapa kali ke hp, segera angkat, dikasus saya mungkin akan berubah ceritanya kalau sodara saya itu angkat. memang benar lagi pengajian, tapi sesorang sampai nelponin lebih dari 3 kali itu artinya urgent..

well sekiaaan curhat saya.

PS: Sekarang saya parno kalau terima telpon. hiks

Semoga kronologis ini berguna buat kalian semua. Aamiin...

Wednesday, 8 February 2012

Pre-Wedding Syndrome

I think everyone should feel this syndrome. It called Pre Wedding Syndrome (PWS). A syndrome when a couple want to prepare their details for wed day. I have some best friends are waiting for their wed day. It shall happen on this year and on the early 2013. (See??? masih tahun depan nikahnya, tapi PWS nya udah dari sekarang). Before you are at the position, you will say just let it flow. But when the time is nearer, your mind will think here and think there and many questions will seem without u want to. It will be perfect? It will be last forever? I can't answer all that questions because I'm not at the situation yet.Hhe

Dan Kemarin saya mendapati kasus seperti ini lagi. Kemarin siang saya bertemu dengan teman (laki2) yang beberapa bulan kedepan akan menikah. Pertemuan tersebut bukan tidak disengaja, kami memang sengaja bertemu untuk bisnis. Saya didaulat jadi His Wedding Finance Consultant (bahasa gaulnya: tukang ngitung anggaran biaya nikahan).

Tugas saya sebenarnya hanya sebagai perencana biaya dan PO acara, tapi entah kenapa hari itu saya dapat peran ganda sebagai psikolog.

Teman Saya (TS): "Nikah itu gimana sih Ndu?"

Saya (S): "Lha lo jangan tanya gw, gw belum nikah cuun!"

TS: "Kok gw jadi takut ya?"

S: "Jyaah kena pre-wedding syndrome lo!"

TS: "Maksudnya?"

S: "Rata-rata orang yang mau nikah bakal ngehadapin kasus kayak lo gini, ada yang takut nantinya ngecewain pasangan, ada yang takut kebebasannya terenggut, ada juga yang mendadak gak yakin kalau orang yang bakal di nikahinnya itu jodohnya!"

TS: "Lha itu lo kok tau?"

S: "Pengamatan pribadi aja, liat kasus orang2. Udah lo banyakin istikharah sama hajat aja lah!"

TS: "Gw takut sumpah, takut setelah nikah semuanya hambar!"

S: "Hambar gimana?"

TS: "Ya takut setelah nikah garing aja gitu hubungan gw sama dia, basi. Bayangin setiap hari ketemu, tidur di kamar yang sama."

S: "Terus kenapa lo mau nikahin dia?"

TS: "Biar gw punya anak, ada yang lanjutin bisnis gw ntar!"

S: "Jadi orientasi nikah lo cuma biar punya anak?"

TS: "Mungkin"

S: "Ah elah kalau cuma buat punya anak, ngapain nikah? tanpa nikah di KUA juga lo bisa bikin anak!"

*keplak* asli saya di keplak beneran pake botol minuman. -__-"

TS: "Istigfar oi, lo ngomong geblek amat sih!"

S: "Hey I'm serious, if you marry her just for have a kid. That's too fool!" *yang mau protes silahkan*

Serius, buat yang pada mau nikah dan berpikir nikah cuma buat anak. Mending gak usah nikah ke KUA deh. Kenapa saya bilang gini? Ya sekedar mengingatkan aja, apa jadinya setelah nikah terus *amit-amit* Tuhan tidak mempercayakan kalian punya anak. Mau cerai gitu???

Menurut saya pribadi, nikah itu komitmen terbesar dalam hidup seseorang. Bayangkan setelah nikah, kita akan hidup sama orang yang itu-itu lagi (baca; suami/ istri kita nantinya), kalau bawaannya lagi bete dengan pasangan, gak bisa semena-mena kunciin rumah terus pura-pura tidur sehingga dia harus tidur di luar, gak bisa nendang pasangan dari atas kasur karena pasangan gak inget hari ultah kita, gak bisa semena-mena ngarungin mukanya karena lagi males ngeliat.

Belum lagi gak bisa sesuka hati belanja untuk hobby pribadi, yang suka buku gak bisa seenak jidat borong buku pas ada bazaar, yang suka gadget mesti pikir2 dulu kalau ada gadget keluaran terbaru, yang suka fotografi mesti tahan diri buat gak beli lensa dan kamera baru, yang suka modif kendaraan juga mesti puasa gak beli velg atau sparepart racing. Semua pengeluaran harus dipikirkan baik-baik, dan yang lebih harus dipikirkan lagi adalah bagaimana caranya ada pemasukan tambahan. Kalau gak pinter manage uang, yassalam aja itu kalau udah punya anak.hhehe

Itu baru dari masalah materi ya. Belum termasuk kebiasaan-kebiasaan lainnya yang mungkin harus dihadapi, kayak mendengkur (bahasa gahulnya: ngorok), ngerokok, tukang ngupil, gak suka masakan pedes sedangkan kitanya kalau masak chilli addict, waktu nongkrong yang berkurang, gak diizinin kerja sama suami, dan lain-lain lagi.

Nikah, khususnya di Indonesia, is about marrying two family (grammar saya bener gak nih?). Ho-oh, nikah itu bukan cuma kita sama pasangan, tapi sama keluarga juga. Kadang masalah suku bangsa aja bisa jadi masalah dalam sebuah pernikahan. Padahal kan Indonesia itu banyak suku, bisa merdeka karena semua suku bersatu, tapi masih aja ada yang merasa better-an suku sendiri. Ooh apa kabar itu Bhineka Tunggal Ika?

Naah itu baru sedikit aneka toleransi dari komitmen sebuah pernikahan, masih banyak yang lainnya. (Saya kok jadi nakut-nakutin ya?whakakaka peace aah)

Balik lagi ke judul postingan. Menurut saya pribadi, PWS itu wajar. Karena biar bagaimanapun gak ada yang mau gagal dalam pernikahan, dan wajar juga ada yang takut, secara orang yang akan menikah itu kan akan menyerahkan sisa hidupnya buat dilalui bareng-bareng udah gak bisa tuh egois-egoisan.

Jadi kalau belum siap dengan keadaan-keadaan diatas ya disiapin mentalnya, diyakinkan hati bahwa orang yang dipilih adalah orang yang akan menemani hari-hari selanjutnya sepanjang sisa hidup. Gak usahlah muluk-muluk harus orang yang sempurna untuk mengisi sisa hidup ini, karena Insyallah gak akan nemu orang yang so perfect, pasti ada cacadnya. Gak usah juga ngeyel pengen nyamain atau ngubah telak kebiasaan pasangan. Kalau kita mau sama orang itu terimalah lebih dan kurangnya. (Aishhh sok nasehatin ni, padahal mah saya juga masih harus dinasehatin.whakaka)

Udahan ah, lama-lama saya dinyinyirin orang2 yang baca post saya ini, padahal nikah juga belum udah ngeguruin orang yang belom nikah.whakaka Well, siapapun yang bentar lagi mau nikah, ayo dikuatkan hatinya, disiapin mentalnya, banyakin doa sama Tuhan YME yah. Tuhan tahu apa yang kalian inginkan dan kalian butuhkan. cemunguuutthhh :D

-sekian-


Eeh eeh PS, barusan temen saya sms:
"stelah gua pkir2, iyah bener gua g boleh nikah hanya karena pengen punya anak. I'll have one good reason now. Gua pengen nikah sama dia karena She is the only  women who i wanna marry with."

Yaah better lah alasannya kali ini. hhaha

Wednesday, 2 February 2011

Cerita Sunyi Dari Alam Sana

Tadi malam saya bermimpi bertemu dengan seorang sahabat.
Di mimpi itu dia sangat tampan, bersih, dengan pakaian yang serba putih.
Kami tidak berbicara satu sama lain, hanya diam, dan saling melempar senyum.

Kemudian ia berjalan pergi sambil mengatakan sesuatu dan tersenyum hangat.

Saya rindu pada senyum itu, senyum yang sudah tidak lagi saya lihat selama setahun ini.
Saya juga rindu dengan nasihat panjang lebarnya jika saya mengeluh tentang seseorang.
Nasihat yang tidak pernah lagi saya dengarhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9188326832726773117#editor/target=post;postID=1861287608679021205 dari mulutnya.

Rasanya baru kemarin Ia menelepon saya, saling mengatai gebetan masing2.
Rasanya juga baru kemarin ketika ia dan teman2nya tiba-tiba datang ke Jakarta,
kemudian meminta saya bolos kuliah dan menemani ke Kota Tua.

Dan rasanya baru kemarin juga ketika saya menerima telepon dari keluarganya, mengatakan ia sudah tiada.
Pergi selamanya, setelah terbaring koma selama hampir 1 minggu.

Padahal itu setahun yang lalu...
Dan setahun berlalu begitu cepat, tapi begitu perih...
Selalu ada tangis setiap kali Ibumu menelepon, bercerita bagaimana ia merindukanmu, Sahabat.

Tertitip salam untuk Alm. ADP
Makasih ya Lif, untuk selalu menjadi sahabat, kakak, Callcentre 24 jam, teman berantem.
Makasih sudah berkunjung ke mimpi saya tadi malam.
Doa saya selalu untuk kamu, sahabat...

3 Januari 1986 - 31 Januari 2010