Karena entah kenapa, aku merindukan kamu.
Membayangkan ruangan itu
Berharap kamu ada disitu, duduk seperti biasa.
Dan aku memperhatikan kamu seperti hari-hari sebelumnya,
Dan kamu hanya diam, fokus dengan duniamu.
Tak tahu dan tak peduli ada yang memperhatikan semua kegiatan kamu.
Anggap saja aku fans kamu.
Aku fans kamu.
Meski bukan fans nomor satu
31.January.2014
11:26 pm
at Nezka Kost
My words, my feeling, my memories, my experiences. Mostly, this is me. "I just learn to be honest and understand what has happened in my life ... so I will be able to understand the meaning of every moment...
Showing posts with label AnotherR. Show all posts
Showing posts with label AnotherR. Show all posts
Saturday, 1 February 2014
Wednesday, 3 April 2013
Happy B'day and Happy Working...
Selamat Ulang Tahun Ke-24 buat Kamu...
Dan Selamat Bekerja di ranah MICE buat saya...
Selamat menikmati SOM II APEC dikota yang selalu dibanggakan kamu, semoga sebulan disini saya bisa lupa. setidaknya pura-pura lupa.
Dan Selamat Bekerja di ranah MICE buat saya...
Selamat menikmati SOM II APEC dikota yang selalu dibanggakan kamu, semoga sebulan disini saya bisa lupa. setidaknya pura-pura lupa.
Saturday, 25 August 2012
Kamu
Kamu!
4 huruf.
4 huruf yang mengganggu.
mengusik tanpa tahu waktu.
membuatku diam membisu.
bergulat dengan masa lalu.
4 huruf.
4 huruf yang membuatku ragu.
melantunkan lebih banyak lagu.
menuliskan syair-syair sendu.
bercerita tentang rindu
4 huruf.
4 huruf saja sanggup membuatku pilu.
4 huruf…
yaitu “kamu”
(original write at Kana 15.09.10)
4 huruf.
4 huruf yang mengganggu.
mengusik tanpa tahu waktu.
membuatku diam membisu.
bergulat dengan masa lalu.
4 huruf.
4 huruf yang membuatku ragu.
melantunkan lebih banyak lagu.
menuliskan syair-syair sendu.
bercerita tentang rindu
4 huruf.
4 huruf saja sanggup membuatku pilu.
4 huruf…
yaitu “kamu”
(original write at Kana 15.09.10)
Sunday, 17 June 2012
Jika Dulu
Jika dulu aku mengungkapkan ini semua pada kamu, apa keadaannya akan berubah?
Apa kamu akan ada disini, menemani sisa hariku?
Jika dulu aku menceritakan semua takutku pada kamu, apa kamu mau mengerti?
Apa kamu akan tetap menjadi kamu yang aku kenal?
Jika dulu aku tidak meminta kamu pergi, apa keadaannya akan lebih indah?
Apa kamu masih menghiasi hariku dengan canda tawa itu?
Jika dulu aku tidak mengizinkan kamu untuk masuk jauh ke hidupku, apa kamu masih mau menerimaku?
Apa kamu masih mau menjadikan aku pelarian cerita-ceritamu?
Jika dulu kita tak pernah kenal, apa rasa ini tak pernah datang?
Apa aku akan baik-baik saja memainkan peranku di dunia ini?
Jika dulu kita tak larut dalam sebuah permainan, apa takut ini juga tak akan datang?
Apa aku akan bisa menjalani waktu dengan lebih ringan?
Jika dulu aku tak membiarkan rasa ini tumbuh, apa kita akan bisa bersama?
Apa kita akan terbebas dari rasa canggung?
Jika dulu aku punya kesempatan untuk memilih, apa kamu mau menjadi orang yang aku pilih?
Apa kamu mau menjadi orang yang terus kubebani?
Jika...
Ya Jika saja dulu aku punya keberanian, untuk sedikit saja jujur pada kamu, untuk sedikit saja membiarkan aku menceritakan takutku, mungkin aku tak perlu merasa bersalah, mungkin kita tak perlu larut jauh melangkahkan kaki, mungkin aku tak akan lagi ketakutan... mungkin aku akan merasa ringan saat kita benar-benar menjauh... mungkin aku tak akan sedih saat kamu bersama orang lain...
Jika...
Ya Jika saja dulu aku mampu menjelaskan pada kamu kalau aku terlalu sayang kamu, kalau aku terlalu takut kamu tersakiti, mungkin aku mampu melawan semua ancaman... mungkin aku lebih sanggup untuk bisa berdiri tegak... memandang kamu dari kejauhan.
Jika... ... ... ...
Apa kamu akan ada disini, menemani sisa hariku?
Jika dulu aku menceritakan semua takutku pada kamu, apa kamu mau mengerti?
Apa kamu akan tetap menjadi kamu yang aku kenal?
Jika dulu aku tidak meminta kamu pergi, apa keadaannya akan lebih indah?
Apa kamu masih menghiasi hariku dengan canda tawa itu?
Jika dulu aku tidak mengizinkan kamu untuk masuk jauh ke hidupku, apa kamu masih mau menerimaku?
Apa kamu masih mau menjadikan aku pelarian cerita-ceritamu?
Jika dulu kita tak pernah kenal, apa rasa ini tak pernah datang?
Apa aku akan baik-baik saja memainkan peranku di dunia ini?
Jika dulu kita tak larut dalam sebuah permainan, apa takut ini juga tak akan datang?
Apa aku akan bisa menjalani waktu dengan lebih ringan?
Jika dulu aku tak membiarkan rasa ini tumbuh, apa kita akan bisa bersama?
Apa kita akan terbebas dari rasa canggung?
Jika dulu aku punya kesempatan untuk memilih, apa kamu mau menjadi orang yang aku pilih?
Apa kamu mau menjadi orang yang terus kubebani?
Jika...
Ya Jika saja dulu aku punya keberanian, untuk sedikit saja jujur pada kamu, untuk sedikit saja membiarkan aku menceritakan takutku, mungkin aku tak perlu merasa bersalah, mungkin kita tak perlu larut jauh melangkahkan kaki, mungkin aku tak akan lagi ketakutan... mungkin aku akan merasa ringan saat kita benar-benar menjauh... mungkin aku tak akan sedih saat kamu bersama orang lain...
Jika...
Ya Jika saja dulu aku mampu menjelaskan pada kamu kalau aku terlalu sayang kamu, kalau aku terlalu takut kamu tersakiti, mungkin aku mampu melawan semua ancaman... mungkin aku lebih sanggup untuk bisa berdiri tegak... memandang kamu dari kejauhan.
Jika... ... ... ...
Tuesday, 3 April 2012
Finally Free
Thank you so much,
I spent too long being miserable over stupid crap. I let myself get fooled and fall for the impossible, over and over again, even when I knew it would never happen. I made a fool of myself, all for a person that was never really worth my time. You broke my heart, repeatedly, and only stopped my death threats because of his conscience. I know. I’ve been there. I’ve been that person that leads another on and only demonstrates affection in life or death situations. Maybe I deserved to suffer, but not to that extent.
I don’t like you anymore, and I’ve never felt more relieved.
But I love you so damn much, I can’t remember the last time I was this happy. Even the joy I feel from us looking each other that way tops the greatest happiness I felt during my depression.
“You make me thank god for every mistake I ever made,Because each one led me down the path that brought me to you.”
-Sincerely and Happy Birthday-
I spent too long being miserable over stupid crap. I let myself get fooled and fall for the impossible, over and over again, even when I knew it would never happen. I made a fool of myself, all for a person that was never really worth my time. You broke my heart, repeatedly, and only stopped my death threats because of his conscience. I know. I’ve been there. I’ve been that person that leads another on and only demonstrates affection in life or death situations. Maybe I deserved to suffer, but not to that extent.
I don’t like you anymore, and I’ve never felt more relieved.
But I love you so damn much, I can’t remember the last time I was this happy. Even the joy I feel from us looking each other that way tops the greatest happiness I felt during my depression.
“You make me thank god for every mistake I ever made,Because each one led me down the path that brought me to you.”
-Sincerely and Happy Birthday-
Monday, 31 January 2011
Forgiven not Forgotten - The Corrs
All alone, staring on... watching her life go by.
When her days are grey... and her nights are black.
Different shades of mundane.
And the one eyed furry toy that lies upon the bed.
Has often heard her cry.
And heard her whisper out a name, Long forgiven, but not forgotten.
You're forgiven not forgotten (3x)
You're not forgotten.
A bleeding heart torn apart, left on an icy grav.
In the room where they once lay, Face to face.
Nothing could get in their way.
But now the memories of the man are haunting her days.
And the craving never fades.
She's still dreaming of a man, Long forgiven, but not forgotten.
You're forgiven not forgotten (3x)
You're not forgotten.
Still alone, staring on, wishing her life goodbye.
As she goes searching for the man, Long forgiven, but not forgotten
You're forgiven not forgotten (8x)
You're not forgotten
You're not forgotten
No, You're not forgotten
Monday, 24 January 2011
Annoying Message…
Kemarin, begitu gw buka FB gw melihat ada 6 message yang belum gw baca. Well, kebiasan gw adalah jarang cek inbox FB, karena Inbox gw mayoritas isinya thread. Thread anak2 Jepang, thread temen2 SMA, thread keluarga (cucu2 mbah). Tapi hari ini ada satu personal message, ralat deng ada 3 personal message, 3-3nya dari orang dengan nama depan Rizki.
Gw terdiam, terdiam cukup lama untuk menyadari kalau, salah satu message itu adalah dari orang yang paling gak ingin gw denger kabarnya selama tahun 2010 kemarin. Ya itu message dari 3246 alias Another R. Hooh. Mood gw hari itu turun. Dari judulnya gw udah bisa nebak isi message itu apa.
Gw close tab FB gw. Take a deep breath. Mijit-mijit pelipis gw yang tiba-tiba jadi cenat-cenut. God, I’m not ready to read that message.
Belum selesai gw netralin perasaan gw, handphone gw getar2. Kyky Calling. Harusnya gw langsung jawab, dia gak mungkin nelpon siang-siang gitu (dari Singapore pula) cuma buat iseng tanya kabar, pasti urgent call. Tapi gw gak mood angkat dan jawabnya. Baru setelah 2 miscall gw angkat, dan ditengah keengganan gw untuk membuka kembali FB. Gw dipaksa untuk liat lagi message. Even yang gw buka dari Kyky tapi mau gak mau keliatan juga dong itu message dari tuh makhluk.
Damn! kalau bukan karena gw harus mastiin serial kode yang di kirim Kyky. Gw gak akan buka tu FB.
Setelah perdebatan panjang antara malaikat dan iblis di otak dan hati gw. Gw memutuskan untuk membaca message dari Another R. Well, let we call him mmm Uso. Dan jreng… jreng… reaksi pertama gw adalah... … …
SAKIT MATA. Beneran sakit mata.
Sumpah ni orang percuma banget sih kuliah di penerbitan selama 3 tahun, gak pake new paragraph, minim huruf kapital, gak tau awal kalimat yang mana, minim tanda baca, bahasa singkat2 gak jelas. Really Annoying. Errr
Gw aja mpe micingin mata berulang2 buat paham maksud kalimatnya. Hah… refleks gw langsung reply dengan bahasa sadis gw. Nooo bukan bales isinya, tapi bales untuk bahas penulisannya. Sumpah yaaa… even lo ngetik dari handphone, bisa kali pakein new paragraph. Gw aja gak nangkep maksud message lo apa. Masalah lalu??? Masalah yang lalu? Masa Lalu? Apa MASALAH LU?
Believe it or not, buat gak bikin pusing dan ngerti isi message itu gw mpe harus copy paste ke ms.word pisahin jadi beberapa paragraf. Baca beberapa kali dan semakin geleng-geleng kepala karena ni orang gak menggunakan kalimat dengan efektif. (aturan sebelum di sent dibaca ulang lagi kek gitu. Weird!)
Hah... Pembahasan dari isi messagenya yaa gitu laah... kapan-kapan gw posting ya...
time to lunch...
Gw terdiam, terdiam cukup lama untuk menyadari kalau, salah satu message itu adalah dari orang yang paling gak ingin gw denger kabarnya selama tahun 2010 kemarin. Ya itu message dari 3246 alias Another R. Hooh. Mood gw hari itu turun. Dari judulnya gw udah bisa nebak isi message itu apa.
Gw close tab FB gw. Take a deep breath. Mijit-mijit pelipis gw yang tiba-tiba jadi cenat-cenut. God, I’m not ready to read that message.
Belum selesai gw netralin perasaan gw, handphone gw getar2. Kyky Calling. Harusnya gw langsung jawab, dia gak mungkin nelpon siang-siang gitu (dari Singapore pula) cuma buat iseng tanya kabar, pasti urgent call. Tapi gw gak mood angkat dan jawabnya. Baru setelah 2 miscall gw angkat, dan ditengah keengganan gw untuk membuka kembali FB. Gw dipaksa untuk liat lagi message. Even yang gw buka dari Kyky tapi mau gak mau keliatan juga dong itu message dari tuh makhluk.
Damn! kalau bukan karena gw harus mastiin serial kode yang di kirim Kyky. Gw gak akan buka tu FB.
Setelah perdebatan panjang antara malaikat dan iblis di otak dan hati gw. Gw memutuskan untuk membaca message dari Another R. Well, let we call him mmm Uso. Dan jreng… jreng… reaksi pertama gw adalah... … …
SAKIT MATA. Beneran sakit mata.
Sumpah ni orang percuma banget sih kuliah di penerbitan selama 3 tahun, gak pake new paragraph, minim huruf kapital, gak tau awal kalimat yang mana, minim tanda baca, bahasa singkat2 gak jelas. Really Annoying. Errr
Gw aja mpe micingin mata berulang2 buat paham maksud kalimatnya. Hah… refleks gw langsung reply dengan bahasa sadis gw. Nooo bukan bales isinya, tapi bales untuk bahas penulisannya. Sumpah yaaa… even lo ngetik dari handphone, bisa kali pakein new paragraph. Gw aja gak nangkep maksud message lo apa. Masalah lalu??? Masalah yang lalu? Masa Lalu? Apa MASALAH LU?
Believe it or not, buat gak bikin pusing dan ngerti isi message itu gw mpe harus copy paste ke ms.word pisahin jadi beberapa paragraf. Baca beberapa kali dan semakin geleng-geleng kepala karena ni orang gak menggunakan kalimat dengan efektif. (aturan sebelum di sent dibaca ulang lagi kek gitu. Weird!)
Hah... Pembahasan dari isi messagenya yaa gitu laah... kapan-kapan gw posting ya...
time to lunch...
Sunday, 26 September 2010
Aku Benci Melihatnya
Ketika air mata jadi saksi bisu untuk sebuah rasa sakit.
Ketika amarah menguasai hati saat mata menangkap bayang itu walau hanya sedetik.
Aku hanya bisa diam, menghempaskan bayang perih dan kecewa.
Ketika kepercayaan dibalas dengan kebohongan.
Ketika kebaikan disalahartikan dan disalahgunakan.
Aku lagi-lagi diam berharap Tuhan memelukku dalam balutan keikhlasan.
Tapi aku bukan malaikat, yang selalu diberikan jalan yang benar.
Aku manusia yang sewaktu-waktu juga bisa tersesat.
Terpojok dan terjerembab dalam jurang bernama kecewa.
Sudah cukup lama menahan sakit dan kecewa ini,
Sudah cukup muak menutupi semua kebohongan dan kepalsuan ini.
Ah… Mungkin ini karena rasa iri.
Iri karena Ia bisa melangkah jauh dan menggapai harapan baru, melupakan kekhilafannya.
Sementara aku masih saja merasa trauma dan ketakutan atas apa yang ia goreskan padaku.
Iri karena Ia bisa bercanda tawa, menikmati hari.
Sementara aku masih sering terbangun dimalam hari menangis dan memohon pengampunan Tuhan.
Mungkin juga ini karena rasa marah.
Marah karena semudah itu ia mengatakan “Aku khilaf” tapi tidak diiringi dengan pembuktian.
Marah karena secepat itu ia berlalu tanpa permisi tanpa basa-basi.
Marah karena ternyata aku dibutakan oleh “kepolosannya” yang lagi-lagi itu palsu.
Mereka bilang aku berubah.
Mereka bilang sekarang aku lemah.
Mereka bilang sekarang aku hiperbolis.
Mereka bilang sekarang aku terlalu melankolis.
Siapa peduli mereka bilang apa, Ia juga tidak. Tidak akan
Ahh DAMN. Lagi-lagi aku menangis dan tertawa bersamaan.
Menangisi dan menertawakan diri sendiri.
Mungkin dimasa yang akan datang akan tetap ada senyum untuknya.
Bukan karena sisa cinta tapi karena indahnya IKHLAS untuk memaafkan.
Tapi tidak sekarang, tidak saat ini.
Ah ya itu karena aku Manusia.
Manusia yang masih dan terus belajar.
Belajar memahami meski tak sehati.
Belajar bersabar meski terbebani.
Belajar ikhlas meski tak rela.
Aku benci melihatnya tertawa!
September 24rd, 2010. @my greenrooms
Ketika amarah menguasai hati saat mata menangkap bayang itu walau hanya sedetik.
Aku hanya bisa diam, menghempaskan bayang perih dan kecewa.
Ketika kepercayaan dibalas dengan kebohongan.
Ketika kebaikan disalahartikan dan disalahgunakan.
Aku lagi-lagi diam berharap Tuhan memelukku dalam balutan keikhlasan.
Tapi aku bukan malaikat, yang selalu diberikan jalan yang benar.
Aku manusia yang sewaktu-waktu juga bisa tersesat.
Terpojok dan terjerembab dalam jurang bernama kecewa.
Sudah cukup lama menahan sakit dan kecewa ini,
Sudah cukup muak menutupi semua kebohongan dan kepalsuan ini.
Ah… Mungkin ini karena rasa iri.
Iri karena Ia bisa melangkah jauh dan menggapai harapan baru, melupakan kekhilafannya.
Sementara aku masih saja merasa trauma dan ketakutan atas apa yang ia goreskan padaku.
Iri karena Ia bisa bercanda tawa, menikmati hari.
Sementara aku masih sering terbangun dimalam hari menangis dan memohon pengampunan Tuhan.
Mungkin juga ini karena rasa marah.
Marah karena semudah itu ia mengatakan “Aku khilaf” tapi tidak diiringi dengan pembuktian.
Marah karena secepat itu ia berlalu tanpa permisi tanpa basa-basi.
Marah karena ternyata aku dibutakan oleh “kepolosannya” yang lagi-lagi itu palsu.
Mereka bilang aku berubah.
Mereka bilang sekarang aku lemah.
Mereka bilang sekarang aku hiperbolis.
Mereka bilang sekarang aku terlalu melankolis.
Siapa peduli mereka bilang apa, Ia juga tidak. Tidak akan
Ahh DAMN. Lagi-lagi aku menangis dan tertawa bersamaan.
Menangisi dan menertawakan diri sendiri.
Mungkin dimasa yang akan datang akan tetap ada senyum untuknya.
Bukan karena sisa cinta tapi karena indahnya IKHLAS untuk memaafkan.
Tapi tidak sekarang, tidak saat ini.
Ah ya itu karena aku Manusia.
Manusia yang masih dan terus belajar.
Belajar memahami meski tak sehati.
Belajar bersabar meski terbebani.
Belajar ikhlas meski tak rela.
Aku benci melihatnya tertawa!
September 24rd, 2010. @my greenrooms
Thursday, 23 September 2010
Rendezvous
I've been here for 4 days, at this city. Depok.
Hope never meet you anywhere.
That's why I changed my gsm phone number.
Inactivated my cdma number.
Coz I'm afraid you will send me any short messages.
I'm too afraid to reply and know anything about you again.
I'm totally closing my ears and my eyes from every news about you.
Then today, at that bus shelter.
One car stopped in front of me, rang the horn.
Then I looked out who was there.
Unbelievable.
Unpredictable.
it was YOU.
I saw your car; saw you move your bag to the back seat.
Freeze.
I loose control. I felt so stupid.
Why did I come to you?
Why didn't I stay there, at that shelter?
Why couldn't I say. “No thanks”.
Why??? I don’t know.
My day has turned gloom. Oh God Why…
Met you again, saw your face, heard your voice, smelt your perfume.
Stupid!!! Speech less.
Damn for this feeling!
For God's sake, I hate to meet you again.
Hate coz I know this feeling hasn't gone yet.
I’m too afraid to talk about it again.
Did you remember 4 months ago, I was asking u to leave me, avoid me, and stop calling me.
Now I will tell you THE MOST REASON why I asked u like that.
Simple reason but it has a big effect for me.
It’s because there's a monster grows in my soul.
The monster was growing when we spend the time at Ancol, North Jakarta, last year.
When I sent a message at the bottle to Neptune.
Do you remember that time???
Do you know what I wrote there?
I said to Neptune:
“Hey, Uncle Neptune. Could you help me???
Said to Venus, I’m so scared now.
I’m afraid with my feeling.
My feeling to the boy beside me now.
Cause this feeling is about L.O.V.E”
By: Rindu, Kana 317.
September 22,2010 (When I meet You Again)
PS: Don't be afraid, this feeling will dead as soon as, coz I will kill it.
Hope never meet you anywhere.
That's why I changed my gsm phone number.
Inactivated my cdma number.
Coz I'm afraid you will send me any short messages.
I'm too afraid to reply and know anything about you again.
I'm totally closing my ears and my eyes from every news about you.
Then today, at that bus shelter.
One car stopped in front of me, rang the horn.
Then I looked out who was there.
Unbelievable.
Unpredictable.
it was YOU.
I saw your car; saw you move your bag to the back seat.
Freeze.
I loose control. I felt so stupid.
Why did I come to you?
Why didn't I stay there, at that shelter?
Why couldn't I say. “No thanks”.
Why??? I don’t know.
My day has turned gloom. Oh God Why…
Met you again, saw your face, heard your voice, smelt your perfume.
Stupid!!! Speech less.
Damn for this feeling!
For God's sake, I hate to meet you again.
Hate coz I know this feeling hasn't gone yet.
I’m too afraid to talk about it again.
Did you remember 4 months ago, I was asking u to leave me, avoid me, and stop calling me.
Now I will tell you THE MOST REASON why I asked u like that.
Simple reason but it has a big effect for me.
It’s because there's a monster grows in my soul.
The monster was growing when we spend the time at Ancol, North Jakarta, last year.
When I sent a message at the bottle to Neptune.
Do you remember that time???
Do you know what I wrote there?
I said to Neptune:
“Hey, Uncle Neptune. Could you help me???
Said to Venus, I’m so scared now.
I’m afraid with my feeling.
My feeling to the boy beside me now.
Cause this feeling is about L.O.V.E”
By: Rindu, Kana 317.
September 22,2010 (When I meet You Again)
PS: Don't be afraid, this feeling will dead as soon as, coz I will kill it.
Saturday, 11 September 2010
Why Do I
Still miss your face?
your hair?
your body?
your smile?
your tears?
your laughter?
and mostly YOU!?
Like I feel a part of me is torn out and your deviously holding onto it not allowing me to give it to anyone else?
Did you break it and throw it away?
you stole my hear and mind.
you broke my soul…
I need it back now please…
Good Bye forever
-me-
your hair?
your body?
your smile?
your tears?
your laughter?
and mostly YOU!?
Like I feel a part of me is torn out and your deviously holding onto it not allowing me to give it to anyone else?
Did you break it and throw it away?
you stole my hear and mind.
you broke my soul…
I need it back now please…
Good Bye forever
-me-
Friday, 3 September 2010
Dritte Person
Pardon, Mein lieber Bruder und Schwägerin… Perempuan ini akhirnya menangis lagi. Padahal ia sudah berjanji tak akan menitikkan lagi air matanya untuk masalah ini. Bukankah sudah kalian bilang “berhenti menyalahkan diri sendiri”. Aber, mein herz immer noch weh.
Rasanya semua luka kembali menganga, kemudian dengan manisnya larutan citrus dari lemon dan yodium dari garam tumpah ke goresan luka yang terbuka itu. Perih… Sakit… Panas…
Lucu ya, sebuah album photo bisa membuka semua deretan sakit dan perih itu, padahal sebelumnya perempuan ini dengan sok bijak baru saja berbagi pengalaman dengan seorang wanita tak di kenal yang mengalami rasa sakit yang lebih parah.
Lucu karena dengan sok bijak perempuan ini kemarin menenangkan wanita itu agar berhenti menangis dan menyesali apa yang terjadi tapi dihari berikutnya justru perempuan inilah yang sebenarnya butuh ditenangkan.
Dunia memang berputar. Yaah hari ini aku yang menangis dan berulang kali menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah dialami, tapi mungkin besok, lusa, ya suatu hari nanti giliran aku yang tenangin orang lain.
Rasanya semua luka kembali menganga, kemudian dengan manisnya larutan citrus dari lemon dan yodium dari garam tumpah ke goresan luka yang terbuka itu. Perih… Sakit… Panas…
Lucu ya, sebuah album photo bisa membuka semua deretan sakit dan perih itu, padahal sebelumnya perempuan ini dengan sok bijak baru saja berbagi pengalaman dengan seorang wanita tak di kenal yang mengalami rasa sakit yang lebih parah.
Lucu karena dengan sok bijak perempuan ini kemarin menenangkan wanita itu agar berhenti menangis dan menyesali apa yang terjadi tapi dihari berikutnya justru perempuan inilah yang sebenarnya butuh ditenangkan.
Dunia memang berputar. Yaah hari ini aku yang menangis dan berulang kali menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah dialami, tapi mungkin besok, lusa, ya suatu hari nanti giliran aku yang tenangin orang lain.
Weird person in weird world. Dumm!!!
Wednesday, 4 August 2010
Terimakasih untuk Mengecewakan Saya
Nice… I Have a very-very wonderful and colorful life.
Meskipun gue dah bisa tersenyum dan bangun dipagi hari yang “indah” di kota Depok, gue gak bisa mungkirin kalau masalah ini masih tetep ngeganjal dihati gue, masalah ini sedikit banyak udah mempengaruhi kehidupan gue yang awalnya biasa-biasa aja.
Mengutip kata-kata Raditya Dika di Cinta Brontosaurus
“…Karena apa pun masalah kita, serumit dan sekompleks apa pun, orang lain akan tetep jalan dengan hidupnya…”,
Segimana besarnya masalah kita, orang-orang lain akan tetap berjalan maju. Tidak ada yang memahami. Walaupun ketika kita cerita mereka pasti akan bilang. ‘Gue tau apa rasanya.’ Tapi mereka tidak bener-bener tahu. Karena mereka tidak di dalam posisi kita. Tidak. Orang-orang lain akan tetap memperlakukan kita seperti orang biasa. Tanpa tau apa yang kita jalani. Tanpa tau apa yang kita sedang alami. Sebesar apapun badai yang ada di hati kita saat ini. The world will keep on moving, and I‘ll keep on standing. Satu-satunya cara adalah untuk terus berjalan maju…”
Kata-kata yang sedikit apatis, tapi cukup mempengaruhi gue untuk memahami bahwa gue gak bisa terus tergantung ma orang lain. Terlebih karena ini masalah gue bukan orang lain.
Gue mo jungkir balik atau koprol di kereta pun itu masalah gue, bukan masalah orang lain. Gue gak bisa naek sepeda ataupun gue cuma bisa gaya bebas ato gaya kodok tenggelam kalau renang pun itu masalah gue, bukan masalah orang lain. Orang lain mungkin akan terganggu dengan kehidupan gue yang menjadi abnormal ini, tapi sebenernya mereka gak bener-bener terganggu, mereka hanya terseret secara tidak disengaja dalam masalah ini. Atau justru sebenernya terseret karena terpaksa??? Whateva…
There two day that doesn’t think, yesterday and tomorrow. There two things that don’t crying, loss and regret. There only two things that we must reach, future and happiness.
Terimakasih untuk semunya…
Untuk hari-hari yang indah yang pernah lo buat.
Untuk sosok yang udah menambah hidup gue jadi lebih colorful,
Untuk setiap sms-sms manis yang bikin gw ketawa ngakak,
Untuk menjadi partner in crime selama kuliah di TGP.
Untuk ilmu tentang fotografi yang bikin gw jadi lebih paham.
Untuk tebengan setiap mau ke kampus dan ke tempat PI.
Untuk nasehat-nasehat kecil yang berarti.
Untuk setiap perjalanan absurd mengarungi ibukota.
Untuk setiap lelucon-lelucon aneh dan jayus yang bisa bikin gue lebih happy disetiap harinya.
Untuk setiap motivasi bahwa gue bisa jadi yang terbaik.
Untuk sebuah keyakinan bahwa untuk mencapai kesuksesan dan bahagia kita mungkin harus terjatuh dulu.
Untuk sebuah impian kecil tentang Eropa.
Untuk semua hal yang bikin gue tersenyum.
Untuk setiap kepedihan dan luka yang terus menyerang hati gue.
Untuk setiap tetes air mata yang gue keluarkan karena menangisi apa yang udah terjadi.
Untuk setiap pelajaran sabar setiap kali menghadapi ego lo.
Untuk setiap rasa marah yang ada karena gak abis pikir dengan pemikiran lo.
Untuk setiap rasa kecewa dan perih yang lo ukir.
Terima kasih untuk semuanya
Makasih... tanpa lo gue gak akan pernah jadi dewasa dan tau lebih jauh apa itu KECEWA...
Wednesday, 16 June 2010
My Side
Dalam ketiadaan, aku mencari, berusaha terus memahami arti suratan Tuhan.
Tapi akalku masih tak sanggup mencerna, hatiku masih tak sepenuhnya menerima.
Kamu benar-benar hilang.
RALAT.
Aku yang menghilang tanpa kata.
Aku tau, aku tak pernah bisa menggantikan dia.
Aku rasa aku sudah cukup lama berdiri bersama kamu, seperti itu.
Dengan bayang dia yang ada dimata kamu.
Aku tak sanggup lebih lama lagi begini.
Cukup.
Aku bukan Kebo, aku ini Dinosauruss yang bisa menerkam siapa saja semauku.
Tunggu.
Dinosaurus sudah punah ya???
Ah Pantassss....
Tapi akalku masih tak sanggup mencerna, hatiku masih tak sepenuhnya menerima.
Kamu benar-benar hilang.
RALAT.
Aku yang menghilang tanpa kata.
Aku tau, aku tak pernah bisa menggantikan dia.
Aku rasa aku sudah cukup lama berdiri bersama kamu, seperti itu.
Dengan bayang dia yang ada dimata kamu.
Aku tak sanggup lebih lama lagi begini.
Cukup.
Aku bukan Kebo, aku ini Dinosauruss yang bisa menerkam siapa saja semauku.
Tunggu.
Dinosaurus sudah punah ya???
Ah Pantassss....
Tuesday, 18 May 2010
The Wrong Concept
Aku tidak percaya konsep kata salah. Menurutku semuanya benar.
Semua yang terjadi sudah sesuai dengan yang Tuhan tuliskan.
Aku juga tidak percaya pada konsep tidak mungkin.
Everything is possible for me.
Semua menjadi mungkin bila kita berusaha dan berdoa.
But Since I met him, I learn the wrong and impossible concept.
Sejak aku ketemu dia, semuanya jadi lebih jelas.
Tuhan kadang membuat kita belajar.
Belajar untuk menerima kenyataan kalau di dunia ini, gak semuanya benar.
Semua yang terjadi sudah sesuai dengan yang Tuhan tuliskan.
Aku juga tidak percaya pada konsep tidak mungkin.
Everything is possible for me.
Semua menjadi mungkin bila kita berusaha dan berdoa.
But Since I met him, I learn the wrong and impossible concept.
Sejak aku ketemu dia, semuanya jadi lebih jelas.
Tuhan kadang membuat kita belajar.
Belajar untuk menerima kenyataan kalau di dunia ini, gak semuanya benar.
Sunday, 14 February 2010
Perhaps You
Tak tahukah kau seperih apa perasaan hati yang tak terbalas?
Menanti sesuatu yang tak kunjung datang?
Hari berganti hari, tetapi arah hatiku tak pernah berubah — selalu tertuju padamu.
Aku tak pernah jenuh menunggu…
menunggumu untuk kau cintai.
Namun, kau hanya menganggapku lalu.
Seperti tak kasat mata aku bagimu.
Terkadang lelah menyuruhku menyerah,
memintaku berhenti melakukan perbuatan sia-sia dan mulai mencari cinta baru.
Namun, bagaimana mungkin aku sanggup melakukannya,
kalau semua tentangmu mengikuti seperti bayangan menempel dibawah kakiku?
dan bagaimana pula caranya membakar habis semua rindu yang bertahun-tahun mengendap dihatiku?
Aku berharap mendapatkan jawaban darimu.
Namun, kau tetap membisu, membuatku lebih lama menunggu.
- Perhaps You -
Menanti sesuatu yang tak kunjung datang?
Hari berganti hari, tetapi arah hatiku tak pernah berubah — selalu tertuju padamu.
Aku tak pernah jenuh menunggu…
menunggumu untuk kau cintai.
Namun, kau hanya menganggapku lalu.
Seperti tak kasat mata aku bagimu.
Terkadang lelah menyuruhku menyerah,
memintaku berhenti melakukan perbuatan sia-sia dan mulai mencari cinta baru.
Namun, bagaimana mungkin aku sanggup melakukannya,
kalau semua tentangmu mengikuti seperti bayangan menempel dibawah kakiku?
dan bagaimana pula caranya membakar habis semua rindu yang bertahun-tahun mengendap dihatiku?
Aku berharap mendapatkan jawaban darimu.
Namun, kau tetap membisu, membuatku lebih lama menunggu.
- Perhaps You -
Tuesday, 17 November 2009
Mencari Keberanian
Wah udah lama juga gue nggak update multiply, males+nggak sempet online.hha Yuuuk ah mulai nulis lagi...
Beberapa bulan yang lalu, gue baca sebuah cerpen judulnya Mencintaimu Dalam Diam (Gue lupa siapa yang nulis, tapi ini ada di buku kumpulan surat cinta -Kepada Cinta: True Love Keeps No Secret- terbitan gagas media).
cerpen tersebut sebenernya simple, tapi gue merasa ada kata-kata yang sangat gue banget. Kata-kata yang sangat menggambarkan keadaan gue dan mungkin keadaan orang-orang bernasib sama,
"...alangkah rumitnya manusia, hanya untuk mngekspresikan kasih sayang saja harus melalui banyak tahap dalam pikiran. Terkadang, mereka menyiksa diri dengan diam dan menyerah, bertanya-tanya dimanakah keberanian akan ditemukan?"
Gue mengulangi kata-kata itu, dan menemukan kesamaan antara apa yang diutarakan oleh si penulis dengan apa yang gue alami.
Ya! Gue memilih diam dan menyerah. Diam dan tidak berterus terang kepada dia yang selama satu tahun terakhir ini udah berhasil membuat gue kembali merasakan pahit-manisnya jatuh cinta. Gue yang awalnya hanya berusaha menghindari perasaan itu, sekarang malah semakin terjebak dalam perasaan itu. Terjebak dan bingung gimana cara keluarnya.
Yang saat ini gue lakukan adalah mencari keberanian, keberanian untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan secara tersurat,bukan lagi tersirat. (Karena ni cowok kelewat gak nyadarnya).hiks. Gue nggak mau kayak gini terus-terusan, gue ingin dia pada akhirnya tau, bahwa gue yang bukan siapa-siapa ini dengan sangat beraninya udah menyukai dia.
Ahh... tapi gue nggak tau kapan keberanian itu muncul, karena seiring berjalannya waktu yang udah kami lewatin bersama, gue bukannya semakin yakin untuk bilang, tapi justru semakin yakin untuk membiarkan perasaan ini hanya gue simpan sendiri.
Beberapa bulan yang lalu, gue baca sebuah cerpen judulnya Mencintaimu Dalam Diam (Gue lupa siapa yang nulis, tapi ini ada di buku kumpulan surat cinta -Kepada Cinta: True Love Keeps No Secret- terbitan gagas media).
cerpen tersebut sebenernya simple, tapi gue merasa ada kata-kata yang sangat gue banget. Kata-kata yang sangat menggambarkan keadaan gue dan mungkin keadaan orang-orang bernasib sama,
"...alangkah rumitnya manusia, hanya untuk mngekspresikan kasih sayang saja harus melalui banyak tahap dalam pikiran. Terkadang, mereka menyiksa diri dengan diam dan menyerah, bertanya-tanya dimanakah keberanian akan ditemukan?"
Gue mengulangi kata-kata itu, dan menemukan kesamaan antara apa yang diutarakan oleh si penulis dengan apa yang gue alami.
Ya! Gue memilih diam dan menyerah. Diam dan tidak berterus terang kepada dia yang selama satu tahun terakhir ini udah berhasil membuat gue kembali merasakan pahit-manisnya jatuh cinta. Gue yang awalnya hanya berusaha menghindari perasaan itu, sekarang malah semakin terjebak dalam perasaan itu. Terjebak dan bingung gimana cara keluarnya.
Yang saat ini gue lakukan adalah mencari keberanian, keberanian untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan secara tersurat,bukan lagi tersirat. (Karena ni cowok kelewat gak nyadarnya).hiks. Gue nggak mau kayak gini terus-terusan, gue ingin dia pada akhirnya tau, bahwa gue yang bukan siapa-siapa ini dengan sangat beraninya udah menyukai dia.
Ahh... tapi gue nggak tau kapan keberanian itu muncul, karena seiring berjalannya waktu yang udah kami lewatin bersama, gue bukannya semakin yakin untuk bilang, tapi justru semakin yakin untuk membiarkan perasaan ini hanya gue simpan sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)