Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Wednesday, 3 December 2014

Kicauan tentang Surat Edaran no 13 tahun 2014.

Beberapa jam lalu saya membaca postingan tentang Surat Edaran no 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana Pegawai Negeri Sipil di media social Facebook. Sempat berpikir bahwa itu Hoax, masa sih pemerintah sekarang mencampuri urusan pribadi pegawai???


Kemudian ketika membuka path, saya menemukan postingan serupa. Membuat saya semakin bertanya ini beneran ada Surat Edaran ini?

Ketika saya bertanya pada Ibu saya yang PNS, beliau malah bertanya "SE nya keluar tanggal berapa? di kantor belum ada rame-rame soal itu." Setelah saya googling dan menuju ke web Menpan nya langsung, ternyata Surat Edaran tersebut benar adanya. [caption id="attachment_1259" Surat Edaran no 13 tahun 2014

SE no 13 tahun 2014 sumber: http://www.menpan.go.id/jdih/permen-kepmen/se-menpan-rb/file/4465-semenpan-2014-no-13
Surat Edaran no 13 tahun 2014
sumber: http://www.menpan.go.id/

Maka, izinkan saya berkicau lagi tentang kebijakan pemerintah yang sedang ramai dibicarakan ini.

Jujur, saya tergelitik membaca point-point tentang hidup sederhana khususnya point no 1 dan 2.

"1. Membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara seperti pernikahan, tasyakuran dan acara sejenis lainnya maksimal 400 undangan dan membatasi jumlah peserta yang hadir tidak lebih dari 1000 orang.
2. Tidak memperlihatkan kemewahan dan/atau sikap hidup yang berlebihan serta memperhatikan prinsip-prinsip kepatutan dan kepantasan sebagai rasa empati kepada masyarakat."

Tentang Hidup Sederhana ala PNS
Well, anjuran seperti itu benar adanya, meskipun seharusnya bukan hanya tertuju pada PNS, tetapi juga pada seluruh warga negara. Karena mungkin hanya sepenglihatan saya saja dimana PNS yang menggunakan mobil pribadi jumlahnya masih bisa di hitung jari dibandingkan dengan karyawan bank swasta ataupun karyawan swasta lainnya.

Lalu berapa banyak PNS yang kalian kenal yang hidupnya diatas rata-rata? jika mereka berkecukupan, pertanyaan keduanya adalah apakah mereka memiliki usaha sampingan? apakah suami/ istrinya juga PNS? pertanyaan ketiga nya adalah berapa lama masa bakti (masa kerja) mereka?

Hidup dari keluarga yang mayoritas jadi PNS membuat saya hanya ketawa sendiri, ini yang ngajuin kebijakan ini udah berapa puluh tahun jadi PNS? Karena sepenglihatan saya, belum ada keluarga PNS saya (yang rata2 udah puluhan tahun jadi PNS) yang mampu beli rumah/ kendaraan pribadi tanpa nyicil.

Nyicil rumah masuk mewah ya? kalau yang beli rumah cash atau sewa pulau untuk liburan pribadi termasuk apa dong?

Kalaupun saya punya kakak sepupu PNS yang sudah punya mobil baru dan rumah bertingkat, saya mau nambahin suaminya pelaut, gaji pelaut lau cari tau aja sendiri ya.

Tentang tidak memperlihatkan kemewahan dan atau sikap hidup yang berlebihan, berapa banyak memang PNS yang hidupnya mewah? jika takaran kalian adalah pegawai di kementrian-kementrian pusat, coba lah menengok ke daerah, khususnya daerah-daerah terpencil. Tidak sedikit guru (ingat beberapa guru sekolah negeri termasuk PNS mas-mba) yang hidup sederhana, tidak sedikit bidan dan dokter (ingat juga pegawai kesehatan ada yang menjadi PNS) yang bersepeda/berjalan kaki menuju lokasi tugasnya.

Jadi tentang hidup sederhana sebaiknya anjuran tersebut berlaku untuk semua individu, tidak hanya untuk PNS. Ada baiknya, muncul surat edaran lagi kepada seluruh perusahaan (bank, swasta,dll) untuk tidak memperlihatkan kendaraan pribadinya di publik, tidak membangun rumah bertingkat, agar tidak menumbuhkan kecemburuan sosial dan sebagai wujud rasa empati terhadap rakyat.

Ini serius looh, mending kita ala negara komunis gitu, rumah si kaya banget, si kaya aja, dan si sederhana sama bentuknya, jadi gak ketauan tooh sebenernya siapa yang paling kaya.


Undangan tidak boleh lebih dari 400 undangan/ 1000 tamu.
Ooh well, ini sebenernya mencampuri urusan pribadi banget loh Pak Menteri dan Pak Presiden. Mungkin sebaiknya diperjelas lagi point-nya, apa ini berlaku untuk anak/keluarga PNS atau hanya PNS itu sendiri.

Gimana hukum undangannya saya yang bukan PNS tapi orang tuanya PNS? saya boleh gak pas nikahan nanti ngundang lebih dari 400 undangan??? temen kampus saya banyak loh pak, secara udah 3 kali kuliah, belum dulu saya aktif di organisasi, nanti saya di bilang sombong kalau gak undang-undang.

Ya, jaga-jaga aja pak, siapa tau saya nikah sama artis sekaliber RafiiAhmad, atau mungkin siapa tau saya nikah sama pengusaha kelas international yang cliennya tersebar di seluruh pelosok nusantara dan asia tenggara? harus 400 undangan juga? atau boleh kali ya 400 undangan di resepsi Sukabumi, 400 undangan di resepsi Bandung, 400 undangan di resepsi Jakarta, 400 undangan di resepsi Bali, dan 400 undangan lagi di resepsi Singapore.

Oke kalau ternyata untuk anak PNS macem saya adalah pengecualian, lantas bagaimana nasibnya PNS single yang lagi pacaran dan akan nikah sama pengusaha tambang (lirik temen saya yang mau nikah), apa dia juga dibatasi undangannya? Padahal keduanya dari keluarga pengusaha, temen sayanya aja yang milih buat PNS-an dari pada bantu-bantu bapaknya ngurus perusahaan. Apa kasus kayak dia juga di batasi undangannya pak?

Itu baru undangan nikahan, terus gimana soal undangan tasyakuran khitanan, aqiqah, walimatul syafar, 40 harian, dll dkk,dsb ??? Belum lagi dibeberapa daerah dan suku tertentu, mengundang hampir 1000 tamu itu hal yang lumrah, 3 hari 3 malem lagi.

Jadi menurut saya soal undangan ini sepertinya saya harus setuju dengan bapak Arief Syaiful, PNS dari KemenSekneg yang menilai bahwa Pemerintah sebaiknya memperhatikan batas-batas apa saja yang seharusnya tidak disentuh atau diintervensi, khususnya hak privat yang dihormati. (baca: Facebook Pak Arief)

Kalaupun maksudnya agar lebih terlihat sederhana, sebaiknya keluarkan juga edaran bahwa PNS dilarang menyekolahkan Anaknya ke Luar Negeri atau hingga jenjang S2.

Naah Looh kok gitu?
Laah, kuliah ke luar negeri tanpa beasiswa juga tidak menunjukkan hidup sederhana, kuliah di dalam negeri aja udah mahal, lau lagi kuliah di luar. Baca dari web ini biaya untuk kuliah S1 di Singapore rata-rata 180juta/ tahun. Kalau 4 tahun berarti sekitar 720juta.CMIIW

Terus saya tadi Whatsapp personal temen saya yang sedang S2 di Jepang, untuk biaya hidup sehemat-hematnya adalah 6-8 juta perbulan, which is hampir 60 juta pertahun. Itu dia di Kyoto. belum termasuk biaya kuliahnya. (FYI dia ini kuliah S2nya beasiswa ya, bukan biaya pribadi)

Terus untuk S2, biaya S2 di dalam negeri itu tidak bisa dikatakan murah, untuk MM UI biaya per semesternya paling murah 15 juta. 4 semester 60 juta, biaya masuk awal 7juta berarti udah 67 juta, belum termasuk biaya buku dan lain lain. yaah anggap lah 80 juta sampe lulus.

Narasumber sedang S2 di Kyoto, sebelumnya S1 pernah study exchange juga di Chiba
Narasumber sedang S2 di Kyoto, sebelumnya S1 pernah study exchange juga di Chiba

WA tanya temen yang kuliah di MM UI  Lulus 2012
WA tanya temen yang kuliah di MM UI Lulus 2012

Tuuh,kuliah di luar negeri ternyata sama mewahnya sama resepsi lebih dari 400 undangan kan??? lanjut S2 juga ternyata hampir setara catering 1000 tamu kan ya??? (estimasi nilai makanan rp 80.000/ porsi).

Kalau resepsinya di kota kecil macem Sukabumi sih 80 juta udah bisa di resor pangrango plus 500 undangan. (duuhh kelebihan, harusnya 400 undangan)

Jadi menurut saya sih harusnya keluar juga tuh Surat Edaran yang menyatakan anak PNS (Menteri, Presiden, Kepala-Kepala Badan, Anggota DPR-MPR, termasuk PNS gak?) tidak boleh kuliah di luar negeri sebagai bentuk empati terhadap rakyat yang tidak mampu kuliah.

Laah orang anaknya juga pake biaya sendiri kok kuliahnya, beasiswa malah...
Laah terus sama juga dong, kalau acaranya kegiatan yang undangannya disponsori dan dibiayai oleh pihak lain non PNS  berarti boleh juga dong. Misal bapaknya PNS mau naek Haji, anaknya udah jadi pengusaha. Apa salah anaknya biayain acara selamatan dengan ngundang 1001 anak yatim? kan yang ke pake uang anaknya bukan uang bapaknya.

Bilang aja kamu gak suka sama pemerintahan sekarang, cari-cari alesan buat kritik.
Selama kebijakannya masih masuk akal, saya dukung kok, tapi kalau udah nyindir area private, saya akan sampaikan kritiknya. Dan, justru kritik ini biar pemerintah memperjelas setiap kebijakannya, jangan membiarkan masyarakat kayak saya membaca surat edaran tersebut dari sisi yang berbeda.

Kalau sudah diperjelas, Insya Allah ada dua kemungkinan dari pihak yang kritik, yang manggut-manggut ngerti dan jadi setuju, dan yang tetep mengkritik.

Intinya, setiap kebijakan yang dikeluarkan harusnya jelas dan terperinci, serta tetap memperhatikan kultur budaya setempat. Kebijakan yang pemerintah keluarkan sejatinya untuk kebaikan bangsa, tapi hindari untuk menyinggung area privasi.

Karena tidak semua orang suka privasinya dicampur aduk dengan kerjaan dan di atur-atur tanpa penjelasan.

Sekian dan terima kasih


with much wonder and though

@inirindu

ps: if you have other comment and perception, just share and discuss here.

update: Screencapture percakapan di WA dengan narasumber temen gue, Mahasiswi S2 di Kyoto, dan  alumni MMUI lulus tahun 2012

Wednesday, 19 November 2014

Kicauan Tentang BBM*


HeyHoo...

Sekian lama gak nulis di blog, hari ini gue berhasil mengalahkan rasa malas untuk menuangkan sebagian pikiran gue di blog ini.

Topik posting ini gak jauh dari topik terpanas di tipi-tipi yaitu tentang BBM.

Gue pribadi sebenernya gak setuju BBM naek, karena BBM naek = semua harga ikutan naek, tapi gaji belum tentu naek, omset dagangan OLShop belum tentu naek juga. #EhMaafCurhat

Gue masih berusaha positif thinking, dan meng amini bahwa rezeki orang emang gak akan tertukar, Allah pasti akan membuka rezeki rakyat Indonesia lebih besar lagi. Aamiin

Gue masih berusaha positif thinking, terhadap pemerintah, iya mungkin beban pemerintah sebenernya buanyak banget, dan mungkin si BBM ini adalah yang paling banyak nyedot anggaran pemerintah, ya mungkin ya, karena gue gak tau keuangan pemerintah yang sebenernya.

Gue masih berusaha positif thinking, terhadap pendukung kenaikan BBM ini. Karena mungkin mereka sudah melihat bahwa jumlah pendudukan yang miskin cuma dikit, cuma sepengihatan matanya aja. Ya Mungkiiinn loh ya.

Tapi, ditengah ke-positif thinking-an gw ini. Udah lama banget gue suka bilang dan nanya ke orang-orang, sejak pemerintahan Opah BeYe dulu waktu naekin BBM (meski saat itu minyak dunia emang lagi naek), dan ketika sekarang pemerintahan Amang Owi yang kemaren naekin harga BBM (meski saat ini minyak dunia lagi turun).

Apa yang gue bilang dan tanyain ke orang-orang?

"Kenapa harus BBM yang di naekin sih? kenapa gak pajak kendaraan pribadi non muatan ala pick-up yang dinaekin, parkir dimahalin, tilang dimahalin juga?" (Inget KENDARAAN PRIBADI bukan UMUM)

Kenapa? Iya kenapa gak elemen itu aja yang dinaekin?

Kan yang bikin pemerintah nyaris frustasi akibat BBM ini adalah pengguna BBM ini mayoritas pengguna kendaraan pribadi, yang membuat BBM subsidi ini gak tepat sasaran. Jadi kenapa gak sekalian naekin pajak, parkir, tilang juga.

Gue selalu berandai-andai, parkir di Indonesia harganya perjam nya bisa nyampe puluhan ribu, tilangnya minimal lima ratus ribu, pajak kendaraannya pertahun minimal buat motor dua jutaan, pajak mobil pertahun minimal 10jutaan, dan yang paling gue andai-andai adalah gak boleh ada yang beli kendaraan dengan sistem nyicil semua harus KONTAN bin LUNAS.

Kok lo jahat sih? artinya orang miskin gak boleh punya kendaraan bermesin gitu?

IYA emang mestinya gitu, biarin aja yang punya kendaraan cuma orang yang kaya dan mampu beneran. Biar orang-orang beralih ke kendaraan umum. Karena cuma kendaraan umum yang pajak dan parkirnya ringan (tilang harus tetep mahal biar pada displin berlalu-lintas juga).

At least dengan gitu masyarakat mikir ulang kalau mau beli kendaraan, kalau punya kendaraan lebih displin juga karena tarif tilang ratusan rebu. Mau beli kendaraan juga mesti nabung karena mesti kontan dan pajaknya mahalan, parkir juga gak mau lama-lama karena mahal juga.

Tetep aja transportasi umum di Indonesia mengkhawatirkan, udah gitu akses ke rumah/ kantor gw susah!

Ya mengkhawatirkan karena mereka kalah saing sama kendaraan pribadi yang diobral cukup dengan fotokopi KTP+KK+slip gaji sudah bisa membawa motor. Balik lagi seperti yang gue bilang, kalau elemen pajak, parkir, dkk itu dinaikin berkali-kali lipat, menurut ngana seberapa banyak orang yang mau bawa mobil/ motor pribadi? mau kerja bawa motor, perjam parkirnya 10rb di kali minimal 8jam kerja, sehari buat parkir doang abis 80 ribu, belum lagi biaya BBM nya. Gaji lo cuma 3,5 juta. emmmmmm masih mau bawa motor?

Akses ke rumah/ kantor susah? kan jadi peluang buat dishub buka trayek angkutan baru juga kan? atau lo jadi sehat karena bisa sepeda-an dan jalan kaki-an, atau kalau mau lebih kece rollerblade/sepatu roda-an

Pajak dari kendaraan gak akan nutup subsidi ini itu buat rakyat mba!

Setidaknya pemerintah gak berat banget kebebanin subsidi BBM, karena pada saat diterapin pajak+parkir mahal ini, yang beli BBM pastinya orang yang punya kendaraan, yang insya allah orang mampu.

Iyalaah mampu, pajak ma parkir aja mahal. Beli mobil ma bayar parkir mampu masa BBM gak mampu? Setidaknya kalaupun pemerintah naekin BBM kayak sekarang, yang ngeluh bukan masyarakat kecil yang kena imbas kenaikan aneka barang-barang lainnya.

Lo tau Indonesia kan? Pajaknya bisa di korup sist!

Loohh kan kita katanya mau revolusi mental dan revolusi birokrasi, bisa laaah pecatin-penjarain itu yang suka tilep2 uang hasil tilang.

Kok pemikiran lo cetek banget sih sis??

Ya, gue kan di awal udah bilang, gue cuma berandai-andai. Kan konsumsi BBM subsidi ini katanya banyak dipake oleh kendaraan pribadi, ya kalau gitu biar tepat sasaran BBM nya dan gak nyengsarain rakyat kecil, mending sengsarain yang punya kendaraan pribadi biar beli pertamax atau shell plus.

Kalau gitu industri otomotif bisa mati karena gak ada yang beli!

Kalau menurut gue jumlah kendaraan di Indonesia terutama di kota Besar itu udah kebanyakan, kepikir gak kalau dengan gitu jalanan bisa lebih lenggang dan gak ada macet. Lo masih pilih industri otomotif yang turun omset daripada negara yang defisit karena masalah yang itu-itu mulu? (BBM subsidi mulu kan alesan pemerintah defisit?).

Kalau menurut gue dengan aneka biaya kepemilikan kendaraan yang mahal dan sulit ini, yang pake BBM jadi dikit. Kalau dikit, beban subsidi juga jadi berkurang.

Stok BBM amaan, subsidi amaan...

INGAT perumpamaan ini buat kendaraan PRIBADI bukan buat KENDARAAN UMUM, KENDARAAN PENGANGKUT BARANG dan PERAHU NELAYAN.

dan Ingat juga ini cuma opini pribadi semata, kalau ada yang berpendapat lain, yuk mari di share, biar gue ada pencerahan lain dan tetep positif thinking.

*Ditulis oleh orang yang sedang berandai-andai dan lagi pengen eksis ngomentarin BBM biar kayak pengamat dadakan lainnya.

Sekian dan Sampai Jumpa.

Friday, 19 September 2014

Yang tetiba hadir dalam mimpi...

Gak ada yang aneh seharusnya kalau gw ngimpiin siapapun. Bahkan kalau gw mimpiin orang gak dikenal yang gw liat di jalan. Gak aneh karena pada dasarnya mimpi adalah kilas balik memory otak dan imajinasi kita.

Yang menurut gw aneh adalah ketika udah 3kali gw ngimpiin orang yang sama dalam waktu dan bulan yang berbeda. Padahal gw baru sekali ketemu sama orang ini, gw gak terlalu kenal dia, dan pertemuan pertama gw itu udah lama banget, ampir 6 bulan yang lalu. Heran karena kalau bukan karena ngimpiin dia gw mungkin gak inget dan gw rasa dia juga udah gak inget pernah ketemu gw.

Dalam ketiga mimpi gw, semuanya hampir dalam kondisi yang sama. Sorot mata yang sama, senyum yang sama, dan kebersamaan yang sama. Nyaris gw gak sadar gw lagi mimpi kecuali pas gw baru bangun. Saking ngerasa realnya, pas bangun tangan gw berasa masih salaman sama dia. zzzz

Gw gak menghiraukan mimpi-mimpi gw sebelumnya, kecuali mimpi ketiga yang baru gw alami beberapa hari yang lalu. Antara ngakak dan bingung. ngakak karena ada Ringgo Agus 'wasit' Rahman yang muncul sambil selfie bareng gw, dan bingung ada dia yang muncul dengan wajah setengah be-te tapi kemudian senyum.

Mimpiin Ringgo sih wajar aja, saya abis nonton sinetronnya dia. :)) Tapi kok ya bisa ada orang itu lagi???

Sumpah, gw jadi kepikiran dan gak tau kenapa pas bangun my heart was beating too fast. Well, correcting, till now my heart still beating too fast. Duuhh jangan-jangan ini pertanda jantung gw ada kelainan, semoga bukan gejala penyakit jantung ya... Mit-amiiiittttt

Anyway, gara-gara mimpi itu, gw jadi ratu kepo dan stalker lagi, gw jadi iseng cek twitter dia.hahaha dan spekulasi heboh dari sepupu gw pas diceritain ini adalah 'jangan-jangan dia jodoh kamu' yang reflek gw jawab, ye elaahh dikaitin lagi sama masalah jodoh.

Meskipun secara fisik kalau gw inget-inget dia damn-it-so-perfectly yang gw yakin type kayak gitu banyak cewek yang naksir, tapi ada hal yang paling susah di tolerir yaitu masalah Pancasila-Sila-Ke-Satu. Yup both of us has different religion. Dan dari hasil kepo gw dia taat banget sama keyakinannya, jadi point spekulasi sepupu gw, di coret dari awal.Hahahaha

Sudyaaah ceritanya
dari gw yang jadi penasaran




much wonder

@inirindu

Monday, 15 September 2014

#BastianSteelBukanCowokBiasa -_-"

Postingan blog kali ini bukan untuk mencela, hanya untuk mengungkapkan kerisauan gw akan imajinasi para pembuat sinetron di Indonesia.

Jadi ceritanya, tumben-tumbenan jam 5 sore gw udah standby pegang remote TV dan nunggu sinetron ABG yang bikin gw pengen komentarin mulu dari awal liat iklannya. Bukan karena pengen liat pemainnya tapi pengen liat sejauh mana sinetron ini "mengadaptasi" sebuah film dan novel terkenal.

Sinetron yang punya nama Bastian Steel Bukan Cowok Biasa ini baru tayang perdana tadi sore, iklannya sih sepenglihatan gw udah hampir 1-2 minggu ini wara-wiri di RCTI. Karena baru tayang perdana gw belum tau akan dibawa kemana cerita ini, tapi sebagai gambaran begini cerita 'singkat' yang gw tangkep di awal episode 1.

Alkisah ada penjahat bertopeng yang ingin mengambil kekuatan tokoh baik bergaun putih, untuk menguasai dunia. Tokoh jahat ini hendak membunuh anak sih tokoh baik, karena sesuai ramalan ntah siapa namanya anak ini nantinya akan menghancurkan si tokoh jahat. 


Si tokoh jahat berusaha buat membunuh keduanya, tapi gagal. Pas pegang tangan si anak, dia malah kebanting, topengnya lepas. dan dahi si anak tanpa sengaja kena serpihan topeng penjahat yang berbentuk bintang. Penjahatnya kesel, dan terus berusaha bunuh mereka. Si tokoh baik kemudian masukin anaknya ke dalam peti dan di kirim ke -sebut saja- dunia manusia. Begitu nyelamatin anaknya, si tokoh baik gak lama mati, dan penjahatnya berusaha ngejar si anak, tapi gak dapet.


Di lain tempat, si anak tokoh baik ditemukan oleh sepasang suami istri yang mobilnya mogok di tengah hutan. Suaminya gendut, istrinya biasa aja, anaknya? masih bayi juga. Mereka akhirnya mau ngerawat anak tokoh baik karena ada emas di dalam petinya. Dari surat yang ada di dalam peti, diketahui nama anaknya adalah Bastian.


15 tahun kemudian, di sebuah kamar plus kandang ayam, ada seorang abg kriwil lagi ngerayain ultahnya dan tiup lilin sendiri. Nyanyi ultah dengan suaranya yang gak bagus-bagus amat, sengaja dibuat fals mungkin. Oh ya nama ABG ini Bastian.


Pas lagi nyanyi tetiba Bastian kedatangan tamu dan minum kiranti.. lhoo??? Maaf ngelantur. Dia kedatangan tukang ojeg terbang yang bawa kado kue ultah dan kasih kabar bahwa Bastian akan menjadi siswa SMA ??? (lupa namanya), tukang ojeg yang bernama Pak Yanto ini juga memperkenal kan diri sebagai sahabat karibnya alm. orang tua Bastian.


Dan selanjutnya-selanjutnya... (silahkeun nonton sendiri, udah ada di youtube)

Buat yang gak pernah baca atau nonton buku Harry Potter jilid 1-7, mungkin cuma bakal bilang "ah elah sinetron abg tentang sihir-sihiran". Lain hal nya kalau yang udah pernah baca atau nonton, gw rasa bakal bilang "Ehh kok mirip/ nyerempet cerita Harry Potter sih?".

Sebagai pembaca dan penonton setia Harry Potter, jelas gw cuma bisa elus paha liat sinetron ini. Gw cuma liat sampe Bastian masuk sekolah dan ketemu temen-temennya.

Tadinya hawa gw udah pengen nyela aja di twitter, tapi pas buka twitter shock juga ternyata judul sinetron ini masuk Trending Topic Euy... Hebaat!!!

Ada yang muji ada yang nyinyir, ada yang ngatain plagiat, ada yang bela bilang hanya adaptasi.

Well, sebenernya gak ada yang salah dengan adaptasi cerita. Tapi jelas, bebannya bakal berat banget kalau cerita yang diambil berdasarkan novel terlaris dan film sequel yang banyak ditunggu orang sedunia. Belum lagi khas Indonesia yang fanatiknya terhadap sesuatu itu top markotop.

Gw yakin pottermania di Indonesia lagi ngehujat dan nyinyirin ini sinetron. Meski gak 100% mirip, tapi tetep aja fans harry potter gak terima ceritanya diangkat jadi sinetron Indonesia yang terkenal panjang episodenya dan suka gak jelas endingnya.

Gw gak paham dengan imajinasi para pembuat sinetron, apa gak belajar dari kasus sinetron sebelumnya yang kena tegor pihak rumah produksi aslinya gara-gara jiplak plek? Apa gak malu dibilang plagiat mulu? 

Sejujurnya gw kangen balik ke tahun 90-an, dimana sinetron gak ada yang tayang setiap hari. Bahkan sinetron yang dulu jiplak meteor garden aja, tayangnya seminggu sekali. Jadi meskipun kita tau dia sebenernya adaptasi cerita, tetep di tunggu. Sore hari sinetron keluarga tayang gantian antara si tuyul dan om jin, atau trio warkop sama bagito/ patrio.

Atau gak bisa ya ambil cerita dari yang original, adaptasi dari novel karya anak bangsa sendiri, dan dibikin lebih singkat juga episodenya gak perlu tiap hari. Semua ini karena kejar Rating. Ngejar slot prime time sampe akhirnya materi/ konten cerita udah jadi nomor sekian. Ngehasilin artis-artis baru yang penting cakep-cantik-bening-mulus.

Gw miris aja, apa segitu udah abis idenya ya???

Iyee gw tau, gw aja belum tentu bisa bikin skrip sinetron, tapi paling gak gw mikir 1000 kali kalau mau adaptasi dari cerita novel & film yang hampir semua orang tau. Karena seperti yang gw bilang, bebannya berat. Orang akan membandingkan karya adaptasi dengan karya aslinya, Begitu eksekusi pemain, cerita, shooting, sound & visual effect, dll nya jauh dari karya aslinya... Ya udah KELAAARRR. fans karya asli langsung protes keras.

Udahan aah, udah malem,,,

Mau bobo cantik dulu

much love

Rhein

Thursday, 11 September 2014

Alerginya kambuh lagi

Dari kecil gw alergi dingin, kalau kelamaan renang, dan kedinginan, pasti gw kena kaligata (semacem bentol-bentol sekujur tubuh) bahasa kedokterannya Urtikaria, bahasa Indonesianya Biduran, dan bibir gw membiru. Ini berlangsung sampe gw SD kelas 6. Begitu SMP, gw gak ngalamin lagi kaligata, gantinya gw sensitive sama debu. Gak parah sih alerginya cuma bersin-bersin gak berhenti sampe paling gak setengah jam.

Jadinya sampe sekarang kalau gw mau beres-beres rumah gw selalu bermasker, dan sebisa mungkin pake vacuum cleaner buat bersihin kamar.

Alergi debu gw makin parah begitu gw mulai kuliah, bukan sekedar bersin-bersin, tapi sering diiringi mata berair juga gatel dan ujungnya bengkak kayak abis nangis, ditambah gatel sekitaran wajah. Meski udah mulai parah gitu gw gak pernah check ke dokter. Alesannya simple buat gw yang paling penting bukan pengobatannya tapi menghindari penyebabnya.

kayak gini nih kalau udah bengkak, gatel, dan berair

Sampe suatu hari, gw bermasalah dengan telinga gw. Sekitar tahun 2008/2009, lubang telinga gw bengkak, sakit kalau nengok. Gw kemudian dateng ke dokter Oscar, spesialist THT di Sukabumi, yang memang udah jadi langganan keluarga gw. Diperiksalah itu telinga, nah pas lagi di periksa, ntah karena emang ada debu sekitaran ruangan itu, atau karena gw ngirup bau obat. Gw bersin-bersin, gak berhenti. Dokternya nanya apa gw punya alergi? and I say yes, saya alergi debu dan dingin, kalau udah kumat bersin gak berhenti-henti sambil meler ingus bening encer, plus mata bengkak, gatel.

Dari situ pertama kalinya gw dikasih obat alergi sama dokter, obatnya racikan jadi gw gak tau itu merk dan kandungannya apa. Dokter cuma saranin kalau bersin gw gak berhenti dan mata berair plus gatel, minum obat tersebut. Kalau cuma sekedar bersin tapi gak sampe bikin mata gatel, gw cuma disuruh minum air anget dan maskeran. Saat itu gw gak nanya nama alergi gw apa, inisyatif gw masih kurang, jadi gw cuma nerimo aja.

Obatnya emang mayan manjur, tiap kali gejala mata bengkak dan gatel, gw buru-buru minum obat itu. Bersin-bersin berhenti dan mata gw bebas bengkak, gak ada efek ngantuk kayak obat lainnya. Biasanya kalau obatnya abis gw mampir ke dokter Oscar buat bilang dok alergi saya kambuh, terus dokternya kasih obat racikan lagi. Sampe akhirnya ketika gw tinggal lagi di Depok, gw udah gak pernah minta obat alergi lagi.

Selama hampir beberapa tahun juga gw mulai jarang ngalamin alergi sampai mata bengkak lagi, ya itu karena gw emang sebisa mungkin menghindari penyebab alergi gw. Gw juga googling cara penanganan alergi tanpa obat. Intinya gw berusaha untuk gak konsumsi obat, karena seperti yang Dokter saranin, yang paling bener itu ya menghindari penyebabnya bukan konsumsi obatnya.

Sampe tadi siang, pas gw iseng beresin rak buku gw yang keliatan berdebu, gw dengan pedenya bersihin pake lap, bukan pake vacuum cleaner seperti biasa. Kelar laah sudah, gak nyampe lima menit gw bersin-bersin tiada henti, mata gw berair, mulai gatel, dan muka gw langsung kerasa panas. Arghh setelah sekian tahun gak ngalamin hal kayak gini, gw ngerasa kesiksa lagi.

Gw langsung bikin teh anget dan buru-buru cuci tangan, muka. Obat alergi jelas gw udah gak punya, mau minum obat flu juga gak akan ngaruh buat ngatasin gatelnya. Alhasil gw cuma bisa nahan untuk gak ngucek-ngucek mata sambil googling lagi buat ngurangi semua gejala alergi ini.

Sekitar dua jam barulah alergi gw mereda, ruam-ruam merah dan gatal di muka udah gak ada. Idung udah gak meler. Dan mata juga udah gak gatel.

FYI, yang namanya alergi dari kecil itu biasanya gak bisa disembuhin, karena kemungkinan itu diturunkan secara ginetis, yang mana emang emak gw juga sama alergi debu dan asap. So, yang bisa lakukan sekarang ini adalah menghindari alergennya, dan makan makanan yang cukup kandungan vitamin D nya (gw baca vitamin  D bisa mengurangi efek alergi).

Gw juga masih mempertimbangkan buat dateng ke dokter THT lagi, kali ini buat nanya lebih lanjut soal alergi gw. Karena jujur aja, alergi debu itu ngeselin banget, karena debu gak selalu terlihat.

Tuesday, 9 September 2014

Tinggal Nunggu Dropnya Aja...

Tinggal nunggu gw drop dan istirahat panjang!

Bukan tanpa alasan gw kasih statment gitu, sejak awal Agustus kemaren ampir tiap minggu gw PP ke luar kota, dan kurang tidur. Ini catatan pendek gw tentang perjalanan heboh yang bikin gw mulai ngerasa gak enak badan.

Di mulai dari 8-9 Agustus:
Gw anter sepupu gw Rio buat test AB Lanjutan di PNJ, sekaligus ajak mbah ke kubah mas sesuai cita-citanya. Meski kali itu nginep, perjalanannya yang macet plus lagi gak bisa tidur bikin gw mayan ngerasa capek juga pas pulang.

14 Agustus:
Gw ke Bandung PP buat anter baju dan perlengkapannya tante yang mau berangkat ke Surabaya. Tadinya gak mau ikut, tapi di minta mbah temenin, jadilah dadakan berangkatnya.

16-17 Agustus:
Gw ke Jakarta buat ikutan lomba FuroshikiRun 17-an di GBK. Abis ikutan acara 17-an sama ngumpul bentar sama campus mate, gw langsung pulang ke Sukabumi.

18 Agustus:
Gw ke Bandung PP, buat ngasih laporan kerja bulanan ke Disnakertrans Pemprov. Malemnya langsung nemenin adik gw Rafii buat di bawa ke UGD dan hasilnya dia fix kena DBD dan harus di rawat. Selama dia di rawat gw tidur di RS, karena gak ada yang bisa jagain selain gw.

20 Agustus:
Pagi setelah bergadang cantik nungguin Rafii, gw nganter Rio daftar ulang kuliah ke Depok. Kali ini naek umum karena mobil lagi di pake, dan ibu gak ngizin naek motor. Nyampe Depok ngurus ini-itu sorenya langsung pulang lagi, gak sempet nyari kostan karena gw masih ada tugas jaga Rafii di RS malemnya.

30 Agustus:
Gw anterin Rio lagi ke Depok, kali ini buat nyari kostan, dan gw ke sana PP naek motor. Lumayan ya motoran Sukabumi-Depok, pant*t gw rasanya makin tipis ajaa, belum lagi polusi sepanjang perjalanan... hadeuuuhh.

7 September:
Ke Depok lagi, nganter Rio lagi. Kali ini buat bawain barang-barang ke kostan, dan ditemani Mbah plus Uciew. PP lagi, dan pulangnya nyampe Sukabumi udah ampir tengah malem.

8 September:
Gw ke Bandung lagi, seperti biasa buat kasih laporan kerja bulanan ke Pemprov. Berangkatnya udah pagi-pagi tetep aja maceettt. Naah pulangnya, gw naek motor bareng En-En. Enak sih pulangnya cepet, nerobos kemacetan parah sepanjang Bandung-Cianjur-Sukabumi.. Tapi pant*t gw lagi-lagi berasa udah gak ada. Polusinya juga bikin puyeng...

Naahh minggu ini antara lusa atau Jumat, gw harus ke Depok-Jakarta lagi buat ambil lembar Legalisir Akreditasi Kampus. Kalau bukan karena pengen banget ikutan test CPNS Parekraf, minggu ini gw pengen banget leha-leha dua harian di kamar.

Malem ini badan gw udah mulai kerasa rontok, dan yang parah, gw makin kayak bocah bayi tidurnya. Ngantuk mulu...

Ya... moga aja gw sehat selalu... meski agak ragu karena gw mulai ngerasa nge drop,. :'(

Friday, 25 July 2014

Renungan Kecil, Setelah Pilpres...

Selama dua bulan gw berusaha mingkem untuk gak nulis panjang soal perpolitikan, tapi hari ini gw pengen muntahin semua itu di sini, di blog tempat gw nyampah ini.

Gw cuma orang biasa. Bukan lahir dari keluarga yang gemar berpolitik, tidak berkuliah di jurusan politik, tidak bekerja di bidang politik, gak aktif di kelompok politik, kalaupun dulu gw tergabung dengan Senat Mahasiswa posisi gw ada dibidang yang gak ngurusin politik, dan gw cuma sekali ikutan demo bareng temen-temen BEM UI ke DPR RI nuntut tentang biaya pendidikan, itu juga gw malah selfie. -___-"

Jadi, tulisan gw kali ini yang temanya nyerempet politik hanyalah sebuah opini orang biasa yang mungkin sok tau dan masih gak bener menggunakan EYD.

Back to topic. PILPRES... Ini bukan pilpres pertama buat gw, dari awal NKRI ngadain pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat, gw udah ikut berpartisipasi. Dari mulai putaran pertama 2004 sampai putaran maha dasyat 2014 kemarin. Jadi paling gak masih ada keselip memori tentang pilpres 5 dan 10 tahun yang lalu yang pernah gw ikutin, gw alami sendiri, tanpa embel-embel katanya...

Jelas, pilpres dulu gak seheboh dan sedasyat tahun ini. Awal Pilpres diselenggarakan isu yang beredar gak se-ekstreme sekarang, kalau ada pihak yang kecewa juga gak sehingar-bingar sekarang. Seinget gw pilpres dulu lebih 'aman', meski black campaign tetep ada, isu money politic dan serangan fajar juga udah gak aneh. Media masih cukup fair dan imbang dalam memberitakan masing-masing pasangan ca-preswapres. Yang paling penting dulu social media dan forum-forum berbasis internet masih dikit baik itu jenis maupun penggunanya. Sebut aja tahun 2004, paling laris Friendster, LiveConnector, Hi5, terus ntah gw juga lupa. Kemudian tahun 2009, muncul Facebook, Twitter, Kaskus, terus???

Mungkin kalau ada yang masih punya ingetan maha dasyat di kedua tahun (2004 & 2009) tersebut akan sadar satu hal, bahwa pengguna social media saat itu lebih menata ucapan yang di posting tentang politik. Faktor takut kah? menurut gw gak, lebih ke faktor karena socmed memang dijadikan hiburan dan ajang silaturahmi bukan ajang jualan politik.

Kalaupun ada yang promosi atau ataupun bermuatan black-campaign tentang capres lawan, sungguh bahasanya sangat tertata, tidak mengundang emosi, sehingga yang setuju ataupun tidak setuju dengan pernyataan tersebut juga lebih terjaga lisannya. Kalaupun ada yang nyeleneh dengan menggunakan kata-kata kurang sedap, masih bisa dihitung jari. Itupun ke-nyelenehannya masih tergolong wajar kalau menurut gw. Politikus dadakan juga muncul hanya sesekali, dari golongan garis keras sekelas anak BEM dept. sospol, mahasiswa politik, adm negara, hukum, dll yang memang sebenernya masih dijalur kenegaraan.

Dan memasuki Pilpres 2014... Subhanallah... betapa gw rasanya pengen bawa lem korea (power glue) buat dituang ke mulut dan tangan mereka yang koar-koar di social media. Jujur, gw gak masalah mereka mau kampanye tiap 5 menit sekali di FB, Path, Twitter, BBM, LINE, Whatsapp, itu mah terseraaaaah... Tapi yang bikin gw kesel adalah penggunaan kata-kata yang kasar yang bikin emosi. Seolah kalau gw gak satu pilihan sama mereka gw adalah orang ter-tol*l dan ter-haram untuk dijadikan teman.

Tersebutlah suatu hari, di sebuah group social media, ada dua kubu pendukung 1 dan pendukung 2. Sama-sama berkampanye, sama-sama nyebar isu negatif. Hari itu gw gerah karena salah satu diantara mereka menyerukan kata yang menurut gw gak pantes aja buat diucap. Gw tidak sedang membela capres lawannya, hanya mengingatkan bahwa ucapannya itu bisa nyulut emosi, kalau mau kampanye yang lebih asik biar masuk ke hati orang yang belum menetapkan pilihan. Penyataan gw disampaikan dalam 1 kalimat pendek, yang gak nyampe 5 baris dilayar chat Whatsapp.

Tau responnya apa? gw dimaki-maki meeen... komen 1 kalimat dibales 1 bab, bahkan secara personal dia bilang gw adalah "golongan domba tersesat yang gak bisa diselamatkan" karena membela capres lawannya. o_O Perasaan mah da gak bilang gw dukung capres itu.

Sejak hari itu, gw berusaha diem dan mengamati social media aja, bukan karena gw takut dikatain lagi, tapi gw sadar satu hal. Ada fenomena baru di pilpres kali ini. Ada Tuhan dan Agama Baru yang ditemukan teman-teman gw dan para simpatisan (gw menyebutnya fansboy dan fansgirl). Tuhan itu bernama masing-masing pasangan capreswapres, dan agama baru mereka adalah Politik.

Sadar gak sadar, coba deh perhatiin ketika jagoan mereka diledek sedikit, maka luar biasa marahnya, luar biasa pembelaannya, luar biasa dukungannya, seolah jagoan mereka gak pernah salah, gak pernah dosa, gak pernah ngecewain. Dan ramai-ramai mereka memeluk Politik, ibadah sehari-harinya baca artikel terkait kebaikan jagoan dan keburukan lawan, doanya adalah kampanye lisan berbalut kata-kata provokatif. Bahkan gak tanggung-tanggung ada yang menantang publik dan sang pencipta demi Tuhannya yang baru itu. Sadiis mendekati Sakit.

Dan kemudian gw mulai eneg... emosi gw mulai tersulut. Gw mulai ngerasa ekspektasi mereka akan jagoannya terlalu berlebihan, puncaknya di saat masa tenang, masih aja ada yang kampanye nyinyir bikin sakit jiwa. Gw yang udah kelewat kesel akhirnya posting di Path:

sumber: mein path https://path.com/p/1NzLmj

Andai aja ada rukyah masal, gw pengen banget daftarin mereka yang masih kampanye dengan kata-kata nyinyir. Siapa tau kan gitu abis di rukyah jin-jin nya pada keluar terus mereka insyaf. -___-"

Usai nyoblos ternyata kegilaan ini belum usai, karena masalah Quick Count fansboy dan fansgirl pada nyinyir lagi. Aduuuh itu mulut, boleh dong dikasih lem uhu bentar aja. Okelah si tipi itu memang berbeda, tapi cukup lah postingnya yang lucu-lucu aja gak usah pake kata gobl*k, tol*l, sint*ng, set*n, kaf*r dkk dan kerennya kata-kata kayak gitu keluar dari social media orang yang cukup berpendidikan.

Belum cukup sampai di urusan Quick Count, 22 Juli kemaren socmed heboh lagi karena pengumuman KPU. Lupakan soal Capres No1 yang dinilai emosional karena ngeluarin ultimatum buat KPU dan menarik mundur timnya alias walkout. Lupakan kemenangan Capres No 2 yang mencapai 53%, dengan selisih suara 8jutaan. Kemenangan itu memang layak dirayakan, yang belum menang di pemilu ini pun memang akan terlihat seru kalau sempat mengucapkan selamat terlebih dahulu.

Lagi, fansboy-fansgirl menanggapi ini dengan berlebihan meski gw gak menampik ada yang mengucapkannya biasa saja, ada yang merayakan cukup dengan Alhamdulillah, ada pula yang menyikapi dengan mengucap yasudahlah kalau bukan dia presidennya. Tapi ada juga yang kemudian mencemooh, kembali mengucapkan kata-kata 'keren' mahajuara itu.

Well, kalau yang bilang kata-kata 'keren' itu adalah bocah alay, atau pekerja kasar yang pergaulannya dilingkungan yang *maaf* pendidikannya masih minim, gw akan maklum. Lah ini yang ngomen alumni mahasiswa (bahkan ada yang S2), dosen, karyawan perusahaan bonafid, PNS, dan masih banyak lainnya yang menurut gw harusnya lebih bisa pilah-pilih bahasa.

Tanpa bermaksud sok high-class, gw ngerasa miris aja ngeliat fenomena ini. Tingkat pendidikan yang tinggi itu ternyata gak dibarengi dengan kesopanan yang seharusnya. Dan kemudian masing-masing saling claim bahwa mereka gitu karena kubu sebrang yang memulai. Duh, ini tuh bukan lagi perang macem Israel-Palestine. Atas nama membela diri kirim roket bertubi-tubi, dibales sekali, kemudian diserang lagi.

Kebayang gak kalau yang kelontar dari mulut kita itu roket beneran, sekali nyeplos *Buuum* mati tuh, ntah berapa orang, terus dibales sama kubu sebrang... *buuuummmmm* mati lagi tuh orang-orang disana. Terus aja sampe gak bersisa... setelah itu yang perang negara-negara lain berebut dapetin tanah Indonesia. kalau udah gitu salah siapa? ada gak yang mau salahin diri sendiri, kenapa bisa gampang kebawa emosi ketika teman yang beda pendapat berbicara berlebihan...

Terus berkat perang di dunia maya, siapa yang untung? yang untung ya provider internet, pengelola social media. Berkat kita-kita yang posting berlebihan selama pilpres pendapatan mereka gw rasa naek drastis.

Aah renungan kecil gw terlalu kepanjangan... buat gw, kali ini udah gak penting saling serang antar pendukung. izinkan gw share status dari orang yang gw gak kenal...

sumber: Repath dari pathnya Octa

Buat gw sekarang ada yang lebih penting dari sekedar nyinyir tentang menang-kalah, karena nyinyir cuma nambah dosa, cuma nambah bikin orang sakit hati dan kesel yang bacanya, lebih baik gw berdoa. Doa untuk pemimpin baru, untuk pengganti Pak SBY... doanya cukup gw ucapkan dalam hati, yang lain silahkan ucapkan sendiri masing-masing, karena gw yakin tiap orang punya doa yang berbeda.


Dari gw yang masih tetep orang biasa...
#PilpresUdahLewatMeeen #UdahanBerantemnya #UdahanNyiyirnya #RukyahMasalYuk

Monday, 26 May 2014

Karena Allah Sayang Pada-Mu...

Entah kenapa beberapa hari terakhir gw mimpiin seseorang, seseorang yang buat gw pernah begitu special. Sebut aja saat itu masa kebutaan gw. Buta karena tidak lagi bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang memanfaatkan.

Orang ini pernah bener-bener bikin pikiran gw jungkir balik, gak lagi pake logika saat gw bareng dia, all i wanna do is make him always smile and feel comfort with me. Dia bener-bener bikin gw lupa daratan, sungguh dia itu bikin gw lupa macem-macem.

Meski pada akhirnya gw dan dia ternyata dijauhkan, dan tidak lagi sedekat dulu. Gw harus mengakui bahwa diantara para pengoyak hati dan perasaan gw, dialah yang paling... paling bikin gw sakit hati.hhahaha shit emang!!!

Sampai detik ini, sejujurnya gw masih suka stalking, sekedar ingin tahu apa kabar dia, sehat kah? sudah bersama orang yang baru kah? apa kabar keluarganya? duh gusti katanya kecewa tapi masih ajeee di stalking-in...

Terkadang gw masih suka mikir, kenapa Allah gak menjadikan gw dengan dia, at least kenapa hubungan gw sama dia cuma stuck disitu-situ aja. Kenapa Allah malah ngejadiin dia sama yang lain, kenapa bukan sama gw? gak ada yang ngertiin dia selain gw deh.hahahaha *sound childish ya*

Dan sesungguhnya Allah udah maha baik banget menjauhkan gw dari dia, ntah apa yang terjadi kalau gw sampai sekarang masih sedekat dulu. Allah suka baik banget nunjukin betapa pilihan gw untuk menjauh itu gak salah, bahwa Allah masih ingin melindungi gw, masih ingin gw menjaga diri, masih ingin menunjukkan bahwa ada yang jauh lebih baik dari dia. TAPI... gw nya aja yang suka ngeyel, ngerasa sedih karena kehilangan partner in crime...

Hari ini... untuk kesekian kalinya... Allah menunjukan semua itu, Allah lagi-lagi menjawab doa gw ketika gw baru aja meminta untuk bisa dekat lagi sama dia, untuk bisa ngobrol dan mengutarakan uneg-uneg dan perasaan gw selama hampir 6 tahun ini. Sumpah itu rasanya suka bikin nyesek loh, mendem uneg2 selama 6 tahun.

Belum genap 24 jam gw berdoa,dan buuum terjawab lah sudah. Baru aja tadi, pas gw stalking account dia, gw menemukan sesuatu yang bikin gw lagi-lagi beristigfar dan disatu sisi bersyukur karena ternyata Allah beneran masih sayang sama gw. Gak perlu gw jabarin apa yang gw temukan, tapi hal itu cukup bikin gw merasa kecewa, itu memang postingan lama, sekitar 1,5 tahun lalu lah. Tapi dengan dia masih menyimpan postingan itu, cukup membuktikan bahwa ternyata dia belum banyak berubah, bahwa yang diserukannya ke gw untuk sama-sama menjadi pribadi baik ternyata masih hoax... hahahaha

Ya Allah, terimakasih atas rasa sayang mu untuk terus melindungi aku, terimakasih atas semua berkah mu dan semoga engkau selalu mengingatkan aku. Bahwa selalu ada makna dibalik semua rencanamu yang kadang aku salah artikan...
 
#SujudSyukur #SemogaKamuCepatBerubah

Sunday, 25 May 2014

Seikhlasnya saja Mbaa...

Beberapa hari yang lalu, setelah saya dan teman-teman mengelilingi objek wisata di Jakarta, kami mengunjungi Masjid Istiqlal untuk shalat Ashar & Magrib. Karena sudah menunjukan pukul 5.20 dan sudah mendekati waktu magrib, kami masuk masjid dengan terburu-buru, sampai akhirnya saya sadar bahwa saya tidak membawa mukena, hanya teman saya yang bawa.

Tak apalah bergantian saja mukenanya, baru nanti pinjam mukena ke petugas penitipan barang didepan. Itu yang ada dipikiran saya.

Ketika masuk area shalat, sekelompok ibu-ibu yang sedang tiduran di area shalat memanggil kami.

“Mba, mau shalat? bawa mukena?” tanya salah seorang ibu berkacamata,
“Iya, ada mukena temen saya bu, nanti kami gantian!” jawab saya polos,
dan si ibu kembali menyaut sambil menyerahkan mukena berwarna hijau, “udah mau magrib mba, ini pinjem mukena saya saja!”

Wah, subhanallah sekali, ibu ini baik sekali mau meminjamkan mukenanya. Saya pun segera shalat, mengejar waktu magrib yang memang sudah dekat dan berniat setelah shalat saya harus ke tempat peminjaman mukena, pasti ibu ini kan mau pakai mukenanya untuk nanti shalat Magrib.
 
Well, ternyata begitu saya selesai salam terakhir dan hendak memanjatkan doa setelah shalat, ibu tadi sudah ada di dekat saya, menyodorkan proposal yang dari judulnya sudah bisa ditebak ini proposal meminta bantuan dana. *jreng… jreng…*

Saya yang tadinya mau berdoa, jadi terdiam polos, tanpa perlu saya tanya ibu ini sudah bilang, “Seikhlasnya saja mbaa…” saya mengangguk. Maksudnya mau bilang bentar ya bu, mau doa dulu. Tapi gesture tubuh si ibu ini jelas menunjukkan ketergesa-gesaan.
Lagi. Belum sempat saya menjawab, ibu ini sudah bilang lagi “Mukenanya mau dipakai untuk magrib gak apa-apa mba, sumbangannya sih sekarang aja!” Duhh ya Allah maafkan saya jadi mengumpat kesal dalam hati.

Saya ambil proposal itu, dan merogoh uang di saku, apa kata si ibu “Gak usah dibaca mba, simpan di luar juga gak apa-apa uangnya.” Eh??? Wow sekali ya ibu ini. Saya dan teman saya saling berpandangan dan tersenyum penuh arti. Dan setelah saya memberi sejumlah uang, ibu itu pergi kebelakang dan menjajakan kembali mukena yang lain ke pengunjung yang lain…

Saya dan teman mau tidak mau membahas hal ini, apakah ini metoda mencari dana sumbangan yang baru? dengan mengkomersialkan peralatan ibadah? dimasjid yang besar seperti ini?

Belum habis pembahasan tentang sewa mukena, kami dihadapkan lagi dengan penitipan sepatu dan sandal, yang meskipun tertera di spanduk dengan jelas dan besar bahwa penitipan sandal dan sepatu itu gratis,sang petugas ternyata tetap menyerukan kata “seikhlasnya saja…” padahal kami belum bertanya “berapa mas?” atau “kotak amalnya sebelah mana?”

Miris? iya.. Karena kata-kata “seikhlasnya saja mba” sesungguhnya mengandung arti “ini tidak gratis, ini berbayar”…

Semoga hal ini tidak terjadi di tempat-tempat lain…Aamiin

Sunday, 11 May 2014

Undefined Sickness*

*Judulnya rada anehya? iya sama gw juga bingung, maksudnya sih gw gak tau gw sakit apa.hhaha

OK, gw mau cerita tentang penyakit gw baru-baru ini. Jadi gw di diagnosa darah rendah, dari awal April kemaren tensi gw gak pernah lebih dari 90/60. Paling tinggi 91/62. Padahal biasanya tensi gw normal dan gw gak pernah mengeluhkan gejala-gejala darah rendah selama ini, jarang ngerasa pusing dan keleyengan, bawah mata gw juga masih merah dan gak pucet.

Awal gw tau tensi gw rendah pas abis pemilu gw mau bikin surat keterangan sehat ke puskesmas, sesuai prosedur gw diukur tinggi badan, berat badan, tensi, dan detak jantung. Urusan berat dan tinggi jelas gak berubah banyak, tinggi gw masih tetep 151, dengan berat bertambah 1 kg jadi 42 kg, dan pas di tensi susternya bilang kalau tensi gw cuma 90/60, tergolong rendah buat gw yang ngaku udah sarapan. Nadi gw tinggi tapinya nyampe 92/menit.

Terus yawda gw kerja seperti biasa di kantor paling kece se-Bangka Raya *hueeekk*, gue masih menjalani pekerjaan gw dengan lapang dada, masih nempuh jarak bekasi-bangka raya tiap hari. Gak ngerasaain apa-apa selain ngantuk dan gak nafsu makan tiap malem. Gue abaikan semua itu, sampai akhirnya pas pulang ke Sukabumi 1 hari sebelum ultah ke 27 gue. Selama di jalan gue pusing dan mual banget, terus suhu badan gw kerasa agak panas. Tapi gw anggap itu cuma mabok perjalanan aja.

Nyampe rumah iseng gw ngukur tensi gw, tadaaa 80/54. Njiiirr rendah banget ciiinnn. Terus malemnya gw demam lagi, setelah 2 hari berturut-turut demam. Akhirnya emak gw nganjurin buat check ke lab. hasilnya: Trombosit, Leukosit, Hemoglobin, Hematrokit gw semua dibawah normal.

Hemo-hema nandain gw anemia, leukosit yang rendah nandain gw lagi kena infeksi, trombo rendah nandain gejala dbd. Itu katanya mas-mas dokter.

Berkat spekulasi itu emak gw langsung bilang "jangan ke Jakarta dulu" udah di Sukabumi aja...Gw sih menyambut gembira permintaan emak, tapi terus gw jadi kepikiran kerjaan di kantor yang masih banyak bolong-bolongnya.

Sebagai anak yang baik dan sedang berusaha menjadi anak penurut bin berbakti pada orang tua. Gw terpaksa ambil keputusan sesuai request ortu yaitu resign dari kantor yang sekarang, dan pemulihan di rumah aja. Berat sebenernya ninggalin kantor, karena meskipun kerjaannya gak sesuai bakat dan minat gw, tapi gw masih pengen ngerjain tugas-tugas disana.

Selanjutnya selama beberapa minggu tensi gw emang rendah mulu, bener-bener rendah. Tapi gw gak ngerasa keleyengan. cuma ngantuk mulu. Puncaknya pas tanggal 6 Mei kemaren, muncul bercak-bercak merah di seluruh tubuh gw. dari ujung kaki sampe muka. Kalau kata emak kayak campak, tapi gw gak ngerasa gatel dan demam, cuma ngerasa pegel dan sakit gak jelas di kaki area paha belakang sampai ke telapak kaki. Terus kalau shalat pas rukuk dan sujud gw udah kayak nenek-nenek, ngilu dan gak kuat lama-lama. Yang bikin serem ada benjolan di kepala belakang, deket leher, dan itu ngilu juga. Kalau kata orang Sunda sesekeleun, kalau kata dokter namanya kelenjar getah bening.

Gw putusin datengin dokter, buat tanya "gue ini sakit apa?", setelah konsultasi dokternya cuma bilang ada infeksi aja. Gw cuma dikasih obat buat penambah darah dan vitamin penambah imunitas. Gw bingung juga sih, tumben tumbenan obat gw dikit. Biasanya gw kalau sakit dapet obat udah kayak mau buka apotek. 


Hari ketiga setelah ke dokter, belum ada perubahan, masih ada bercak dan benjolan di kepala gw malah kayaknya nambah. Gw cerita lah sama nyokap, hasilnya tadaaaa disuruh cek lab lagi lebih lengkap. Ah ngikut ajalah daripada gw dimurka.

Hasil labnya kemaren siang udah keluar, hemo-hema gw masih rendaahh, asam urat, gula puasa, & kolestrol hasilnya normal, nah SGOT gw diatas normal. Tapi kata temen gw sih nilai SGOT gw segitu masih tergolong normal dan gak menandakan sakit yang serius.

Keluhan gw sejauh ini masih seputaran lemes, ngantuk mulu, dan kaki gw pegel-pegel. Emak gw yang panikan lagi-lagi nganjurin medical check up keseluruhan. Karena sakit gak jelas gw udah satu mingguan, berhubung riwayat keluarga gw sakitnya macem-macem emak gw gak mau gw telat sadar sakit. -____-

Yasudah sekarang ini gw cuma ngejalanin terapi panas buat ngurangin pegel, rajin minum madu, sama makan daging biar tensi gw naek.-_-"

Semoga bukan sakit apa-apa, semoga badan gw cuma lagi manja minta istirahat aja.. Aamiin

Saturday, 19 April 2014

27 NOW!

I didn’t have a blog post planned for today because... well, it’s my birthday, and I gave myself the day off from planning. But I got that blogging bug! It’s part of who I am, what can I say?

So here are some random updates/thoughts swirling through my head on this April 19, 2014. Forgive me if it seems a bit scrambled (you technically have to, since it’s my birthday and all).

I'm 27 now. Some Indonesian think that 27 is maturity phase. Sayangnya itu masih gak berlaku buat gw, i'm still childish and egoist too. Masih suka ngerasa emosian, masih suka ngedepanin ego sendiri, dan masih aja bertingkah ala bocah, dan yang paling parah gw masih cengengesan kalau udah ngomongin masa depan gue sendiri.

Whenever I worry about the future, I instantly look back at what God has already done in my life. God’s never failed and has only ever exceedingly blessed me.

Eh tapi ya, kenapa kalau ulang tahun ngucapin selamatnya sama orangnya ya? bukan sama emaknya? kan yang ngelahirin emaknya, yang berjuang setengah hidup dan mati mamake. Mestinya pada ngucapin selamat sama mamake juga dong.

Jadi hari ini i would to say thank you to my super mom, who bring me alive to this world, and feed me well. Smochhh...

And thank you for my friend, my family, for all best wishes for me... the same wishes for you all...

Salam superb and keep calm...

Pink cake from lovely Grandma, she know i didn't like pink -_-"

Friday, 7 March 2014

Terpenjara

Rasanya seperti menghirup oksigen di dasar laut,
Kamu tau kamu butuh oksigen itu untuk bernafas,
tapi tidak bisa sebebas kamu berada di darat.

Rasanya seperti meminum air panas di gurun,
Kamu tau kamu membutuhkan air itu,
tapi semakin kamu minum lidah mu akan terbakar.

Aku... sedang terpenjara.
rasanya ingin teriak,
rasanya ingin lepas dari semua ini,
berlari menembus batas kewajaran,
tapi ego harus dikalahkan.

Serba salah ya hidup ini,
Jika melangkah maka akan ada yang aku korbankan,
Jika diam maka mimpiku yang aku korbankan.

Sudahlah,
aku mengalah saja,
aku ini cuma boneka.

Saturday, 1 February 2014

Aku Rindu... Kamu

Karena entah kenapa, aku merindukan kamu.
Membayangkan ruangan itu
Berharap kamu ada disitu, duduk seperti biasa.
Dan aku memperhatikan kamu seperti hari-hari sebelumnya,
Dan kamu hanya diam, fokus dengan duniamu.
Tak tahu dan tak peduli ada yang memperhatikan semua kegiatan kamu.

Anggap saja aku fans kamu.

Aku fans kamu.
Meski bukan fans nomor satu


31.January.2014
11:26 pm
at Nezka Kost

Saturday, 30 November 2013

Teracuni Korea

Tolong... Saya keracunan drama Korea...
Dan ini gue baru aja istirahat setelah dari siang nonton drama korea King 2 Heart...
paraaaahhh ini bahayaaaa.... :o

Saturday, 31 August 2013

Setelah Drama-nya Kelar...

Gue LULUS... Gue sekarang udah jadi S.S.T Sarjana Setengah Tahun. Eehh  Ahahahahha

Well, lulusnya kemaren, 30 Agustus 2013.
Alhamdulillah MICEXECUTIVE 12 orang udah jadi Sarjanaah :*

Ini dia moment kebahagian kami...

Kurang Dayen & Ineu (yg lagi sidang), We & Lylys (yang udah pulang)
 Legaaa... Siap-siap Kerja lagiii

Yeehaaa

Wednesday, 3 April 2013

Happy B'day and Happy Working...

Selamat Ulang Tahun Ke-24 buat Kamu...

Dan Selamat Bekerja di ranah MICE buat saya...

Selamat menikmati SOM II APEC dikota yang selalu dibanggakan kamu, semoga sebulan disini saya bisa lupa. setidaknya pura-pura lupa.

Friday, 22 June 2012

Angel Without Wings

Dini hari tadi, saya banjir air mata (baca: nangis bombay). Bener-bener nangis sampe bantal tidur saya basah. Eits... bukan nangis karena cowo, bukan juga nangis karena kerjaan, tapi nangis karena abis nonton film. :)) Film Indonesia pula, bukan film luar. Hha lebaii ya

Acara nangis bombai ini, bermulai ketika saya tadinya mau baca buku Partikel - Dee, sebagai buku pengantar tidur. Tapi gak tau kenapa setelah masuk kamar, saya malah pingin nonton film lokal, film apa saja. Berbekal jaringan Wifi Speedy yang akhir-akhir ini lumayan kenceng, dan Samsung Android saya yang Alhamdulillah gak pernah ngadat (belom ndu, coba setahun lagi lo terus paksa tu handphone streamingan terus.hha).

Film yang saya tonton itu, temanya tergolong standar, tentang cinta dan pengorbanan. Tapi entah karena saya yang lagi melow, atau karena karakter tokoh2 di film itu yang kayaknya saya kenal (baca: kok gw banget, kok dia banget).hha

Tapi posting kali ini bukan tentang review film yang saya tonton, untuk bagian itu saya udah ada niatan posting tersendiri. Posting kali ini, tentang hal-hal yang mengganggu saya setelah menonton film tersebut. Sesuai dengan judul posting saya "Angel Without Wings", yep! saya mau ngebahas hal ini. (Et dah nduuu panjang amat intermezo loo, gak nyambung pula..)

Okay guys... back to title...

Kebanyakan dari kita menggambarkan malaikat itu berupa sesosok makhluk serupa manusia, yang baik dan suka nolongin orang yang kesusahan, mereka pake baju putih, ada semacam lingkaran (halo) diatas kepalanya, dan selalu punya sayap, Maka gak jarang di film-film, sosok malaikat ditampilkan sebagai sosok rupawan yang luar biasa baik.

Taruhan yuk, pasti dari kecil kita di doktrin sama media-media dengan gambaran kayak gitu kan? Padahal gak ada satupun dari kita yang tau kayak gimana bentuk malaikat sesungguhnya, dia punya sayap atau gak, dia bawa tongkat atau punya halo gaknya, dia sebaik di film-film atau gak. Gak ada yang tau pasti wujud ataupun sifatnya.

Lantas kemudian, seseorang yang luar biasa baik dan suka menolong, seringkali dikasih embel-embel malaikat versi manusia. Kenapa si orang itu gak disebut pahlawan aja? kenapa harus disejajarkan sama malaikat? Sok iye banget mereka! (hha ngajak diribut ya gw, ya udah sih ndu suka-suka mereka.hha).

Gak tau kenapa, saya sekarang ini merasa tergelitik aja dengan perumpamaan tersebut. Otak stress saya lagi bertanya-tanya, dari mana mereka dapet istilah tersebut, nyamain orang baik serupa dengan malaikat. Giliran orang itu belok dikit, langsung dikatain "dasar set*n" eeettt daaaaah jelas-jelas dihampir semua kitab agama set*n sama malaikat itu dua jenis makhluk yang berbeda. Di Agama saya (Islam) Malaikat diciptakan dari Cahaya, dan Set*n dari Api. Dan gak ada juga di tafsir kitab agama saya, ada malaikat yang jahat terus bertransformasi jadi Set*an, ataupun sebaliknya.

Sooo... Kenapa... kenapa harus nyamain manusia dengan malaikat, atau manusia dengan setan??? Kenapa orang baik harus diumpamain malaikat, dan orang jahat harus diumpamain setan? Kenapa orang baik gak disebut pahlawan aja... toh pahlawan kan bisa jadi jahat, penjahat juga bisa jadi baik. Tapi kan Malaikat gak ada yang jadi Setan, Setan gak ada yang jadi Malaikat. (Sok iyeee dah gw, kayak yang pernah liat malaikat sama set*n aja)

Udah sih, stop bilang orang baik itu Angel Without Wings. Toh belum ada yang pernah liat wujud malaikat kan? belum ada yang buktiin malaikat itu punya sayap kan? Stop juga bilang orang jahat dengan istilah Devil Without Horn.

Anda bingung baca postingan saya??? sama saya juga bingung nulis apaan di postingan kali ini... Mwuahahaha

Udah aaah dari pada saya di jumroh orang banyak, dan dituntut kelompok2 Agama, saya udahin aja posting kali ini.

see yaaa...

*Written By: saya yang lagi stress*

Wednesday, 20 June 2012

Vidi Aldiano - Lupakan Mantan (Official Video HD)



Selalu cerita siapa mantanmu
Yang pernah berikan yang tak ku berikan

Ref :
Aku bukanlah dirinya, dia bukanlah diriku
Jangan pernah membandingkan aku dan dia
Dan aku akan buktikan ku lebih baik darinya
Cobalah untuk lupakan mantanmu

Selalu selalu cerita cerita lebihnya mantanmu
Yang pernah berikan yang tak ku berikan

Tuesday, 19 June 2012

You, And Your... ... ... eX-Girl Friend

Perasaan... tiap gw lagi deket ma cowo masalahnya selalu sama... selalu berhubungan sama Mantannya si cowo. Entah si Cowo yang gak bisa lupain mantan, atau si mantannya yang masih naro harapan sama si cowo.

Buat gw... 2-2nya gak enak, kalau si cowo yang gak bisa lupain mantan, pasti jadi hidup dibawah bayang-bayang mantan, bentar-bentar dibandingin. Asli ini gak enak banget.

Kalau si mantannya yang masih naro harapan sama si cowo juga gak enak, soalnya pasti aja ada yang isengin, ntah sms-sms atau telepon-telepon teror kecil, ciiihhh bocah banget dah aah.

Dan sekarang gw dapet kasus 2-2nya. dan itu rasanya... MALESIN BANGET...

Kasus 1... Dibanding-bandingin

FYI kalian para cowok, cewek itu paling males dibandingin, fitrahnya cewek itu gak suka di nomor sekian kan, gak suka dituntut untuk seperti si A, B, atau C. Kalaupun ada cewe yang manut-manut aja gw yakin 100% dalem hatinya gak pasti ada aja terselip perasaan gak setuju.

Okelah kalau emang berniat untuk ngubah sifat/ kebiasaan jelek pasangan, coba hindari pake kata-kata:

"Dulu si A kalau diingetin sama Aku gak pernah ngeles, gak kayak kamu."
atau...
"si B sih kalau sakit kayak kamu sekarang nurut-nurut aja dilarang bergadang"

Well... Bisa kali pake kata-kata tanpa melibatkan A ataupun B, contohnya:
"Kalau diingetin itu jangan ngeles, kan itu buat kebaikan kamu juga"
Atau..
"Kalau mau sembuh, jangan bergadang terus, nanti makin sakit!"

Kan lebih enak didenger dan lebih gak makan hati aja.

Kasus 2... Mantan yang Kepo...

Mungkin kalau sekedar sms say hi, or sms manis lainnya gak akan ganggu dan bikin males, tapi kalau udah isengin sms (yang lebih cendrung ngata-ngatain gak enak) atau, yang telepon gak jelas cuma buat bilang "ih gak ngaca" rasanya itu NORAK banget.

Udah bukan zamannya juga kaleee. Kalau situ ABG umur 13-an oke lah gw maklumin, tapi untuk umuran cewe 25 tahun keatas, ditambah ada embel2 sarjana, itu sama sekali gak wajar. Bermain cantik dan sportif lah, malu sama umur dan gelar kalau masih suka neror-neror orang gitu.


Akhir kata... hey kalian... yes.. you and your x-girlfriend... lagu ini cocok dehh:

Selalu cerita siapa mantanmu
Yang pernah berikan yang tak ku berikan

Aku bukanlah dirinya, dia bukanlah diriku
Jangan pernah membandingkan aku dan dia
Dan aku akan buktikan ku lebih baik darinya
Cobalah untuk lupakan mantanmu

(Vidi Aldiano - Lupakan Mantan)


Fuiiihhh... Wassalamm... sekian sampahan saya...

Bubbyeeee....

Sunday, 17 June 2012

Jika Dulu

Jika dulu aku mengungkapkan ini semua pada kamu, apa keadaannya akan berubah?
Apa kamu akan ada disini, menemani sisa hariku?
Jika dulu aku menceritakan semua takutku pada kamu, apa kamu mau mengerti?
Apa kamu akan tetap menjadi kamu yang aku kenal?
Jika dulu aku tidak meminta kamu pergi, apa keadaannya akan lebih indah?
Apa kamu masih menghiasi hariku dengan canda tawa itu?
Jika dulu aku tidak mengizinkan kamu untuk masuk jauh ke hidupku, apa kamu masih mau menerimaku?
Apa kamu masih mau menjadikan aku pelarian cerita-ceritamu?
Jika dulu kita tak pernah kenal, apa rasa ini tak pernah datang?
Apa aku akan baik-baik saja memainkan peranku di dunia ini?
Jika dulu kita tak larut dalam sebuah permainan, apa takut ini juga tak akan datang?
Apa aku akan bisa menjalani waktu dengan lebih ringan?
Jika dulu aku tak membiarkan rasa ini tumbuh, apa kita akan bisa bersama?
Apa kita akan terbebas dari rasa canggung?
Jika dulu aku punya kesempatan untuk memilih, apa kamu mau menjadi orang yang aku pilih?
Apa kamu mau menjadi orang yang terus kubebani?
Jika...

Ya Jika saja dulu aku punya keberanian, untuk sedikit saja jujur pada kamu, untuk sedikit saja membiarkan aku menceritakan takutku, mungkin aku tak perlu merasa bersalah, mungkin kita tak perlu larut jauh melangkahkan kaki, mungkin aku tak akan lagi ketakutan... mungkin aku akan merasa ringan saat kita benar-benar menjauh... mungkin aku tak akan sedih saat kamu bersama orang lain...

Jika...
Ya Jika saja dulu aku mampu menjelaskan pada kamu kalau aku terlalu sayang kamu, kalau aku terlalu takut kamu tersakiti, mungkin aku mampu melawan semua ancaman... mungkin aku lebih sanggup untuk bisa berdiri tegak... memandang kamu dari kejauhan.

Jika... ... ... ...