Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Friday, 25 July 2014

Movie Review : Hello Ghost (Korea)

Mungkin telat, tapi gw baru nonton film ini barusan banget. Di LBS K-Movie, saluran tv parabola yang khusus puterin film dan drama korea. Karena kesan pertama gw nonton film ini cukup cihuy, maka gw mau nulis review tentang film ini...

Movie Poster, sumber: Asianwiki

Sinopsis:
Cerita film ini dimulai ketika Sang-Man, pria single yang kesepian dan gak punya siapa-siapa, berusaha bunuh diri berkali-kali tapi selalu gagal. Malah nyawanya selamat dari percobaan bunuh diri terakhirnya setelah dibawa ke rumah sakit. Begitu siuman, Sang-Man ternyata mengalami hal tidak terduga, yaitu dia jadi bisa ngeliat hantu. Dia sampai di rujuk ke psikiater karena perawat-perawat gak ada yang bisa liat dia lagi ngobrol sama siapa.

Awalnya sih dia gak sadar kalau orang yang dia ajak ngobrol itu hantu, baru nyadarnya pas ada seorang kakek ganjen (hantu juga) muncul. Terus pas Sang Man berusaha kabur masuk kamar, empat hantu yang selama ini ngikutin dia pada terbang muterin Sang Man. Well, untung aja muka hantunya masih normal gak ada yang nyeremin.

Dan kisah Sang Man bersama ke empat hantu ini pun dimulai. Ke empat hantu ini nempel terus sama Sang-Man, bahkan ketika Sang-Man keluar dari rumah sakit, empat hantu ini ikut Sang-Man pulang ke apartemen nya. Gak cukup cuma diikutin dan ditempelin, hantu-hantu ini juga resenya kebangetan. Ada hantu gendut yang ngerokok mulu, ada hantu cewe yang nangisss mulu, ada hantu kakek-kakek yang mesum dan ganjen, terakhir ada hantu anak kecil yang preman dan makannya banyak banget.

Buat gw yang pernah ngerasain ditempel demit, itu berat banget, satu aja udah berat dan bikin pegel apalagi empaat??? *tears*

Sang Man pun akhirnya datengin cenanyang buat minta bantuan untuk ngusir ke empat hantu ini, tapi hasilnya si cenayang malah nyuruh Sang Man bantuin hantu-hantu itu mewujudkan harapan-harapan mereka. Sang Man nurut aja, karena dia gak punya pilihan lain supaya gak diganggu lagi.

Sebenernya keberadaan hantu ini cukup mengobati kesendirian Sang Man, berkat empat hantu itu Sang Man malah jadi deket sama salah satu suster cantik di rumah sakit tempat dia dulu juga dirawat pasca usaha bunuh dirinya. Tapi karena permintaan hantu ini aneh-aneh (menurut Sang Man), dan tiap Sang Man bantu mereka hantu itu juga merasuk ke tubuh nya Sang Man, jadinya Sang Man merasa ke ganggu terus. Ya iyalah, Sang Man jadi kayak punya kepribadian ganda di mata suster cantik.

Sang Man lagi dirasukin hantu gendut yang suka ngerokok, Sumber: AsianWiki


Tapi Sang Man gak nyerah, satu persatu harapan para hantu diwujudkan oleh Sang Man. Hantu kakek ganjen menemukan kembali kamera yang dipinjam dari temannya dan belum sempat dikembalikan, hantu pria gendut mendapatkan kembali mobil sedan lamanya, hantu anak kecil juga berhasil mendapatkan dan makan permen raksasa berbentuk ikan, dan hantu cewek ternyata cuma pengen ditemenin belanja dan masak makanan kesukaan anaknya.

ini ini permen raksasa nya gede banget kan, sumber: AsianWiki

Harusnya sih setelah terkabul harapan-harapan terakhir mereka, ke empat hantu itu ilang, tapi ternyata mereka belum juga pergi. Bikin Sang Man kesel karena suster cantiknya jadi mempertanyakan jati diri Sang Man. Akhirnya Sang Man ngusir mereka... dan baru deh gak muncul muncul lagi hantunya... udah cuma segitu doang??? Gak dong kalau gitu doang ini mah pilem jadi garing banget.

Ending film ini beneran gak disangka-sangka, karena gw gak ada persiapan apa-apa dan gak baca review tentang film ini sebelumnya di akhir film pas gw nangis cuma bisa elap pake baju.

Plot, Alur Cerita, Tema:
Kalau nontonnya gak sampai selesai pasti bakal bilang ini film garing dan biasa banget. Tapi itulah fim Korea, kejutannya suka di akhir cerita. Untuk film ini saya angkat jempol karena penulis bikin ending yang gak disangka dan gak dikira. Jadi menurut gw alur yang sangat biasa di awal cerita itu terbayarkan oleh ending yang surprise banget.

By the way, barusan gw googling ternyata film ini di remake jadi film Holywood juga pemeran Sang Man adalah Adam Sandler, dan di sutradaei Chris Columbus, Wooow.

Pemain:
Actingnya menurut gw standard sih, untuk ukuran film comedy ekspresi mereka cendrung datar.

Conclusion:
I give 90 point from 100 for this Movie... very recommended buat kalian yang butuh hiburan kocak tapi tetep menyentuh hati.



Sekian review dari gw...

Saturday, 19 July 2014

Review: Korean Drama "You're All Surrounded"

Duuh gw juga gak paham kenapa gw 1 tahun ini jadi seneng nonton drama korea, alasan paling gw anggap logis adalah, drama korea 20 episode aja udah kelar. Nah drama Indonesia? kalau belum ratingnya turun ya udah kelaaaarrr ampe 2 tahun stripping juga jalan teruss...

Ok, fokus lagi. Tadi malem gw abis khatam nonton drama korea judulnya You're All Surrounded. Aslinya di Korea sana drama ini baru tamat kemaren malem tanggal 17 July 2014. Gw sengaja bikin review abis dramanya tamat biar ulasan gw lebih bener aja.

Poster Drama "You're All Surrounded" |
sumber: link
Jangan tanya siapa pemainnya, satu-satunya yang gw tau cuma Lee Seung Gi.hhahaha Alasan itu juga yang bikin gw awalnya tertarik nonton drama ini. Pemain yang lain gw gak hafal nama aslinya. :p

Let's begin the review...

Plot-Alur Cerita-Penokohan:
Over all gw suka sama cerita drama ini, cukup menghibur dan mikir. Temanya gak mululu tentang cinta, tapi tentang perjuangan dari masing-masing tokoh yang ada, tentang pemecahan kasus juga, walau fokus utama tetap ke tokoh central di drama ini. Alur yang dipergunakan maju mundur, selalu ada flash-back ketika salah satu tokoh lagi mikir atau lagi menceritakan kisahnya, cukup ngebantu untuk mereka-reka adegan selanjutnya sih. Gak ganggu meski ada beberapa scene yang terlalu kekini-an untuk bisa dibilang flash-back.

Penulis skenario bisa bikin penonton gregetan dan suudzon tentang tokoh-tokoh yang ada, ketika nyangka si A jahat ternyata A baik, nyangka B baik ternyata gak bener-bener baik juga. Cukup ngaduk-ngaduk lah. Oh ya walau ini cerita tentang kisah kehidupan detektif, jangan berharap bakal dapet drama macem sherlock. Kasus-kasus yang mereka hadapi bisa dibilang bumbu pemanis, fokus utama cerita drama ini menurut gw tetep ke kehidupan detektif-detektif muda itu.

Penggambaran tokohnya juga cukup jelas, gak bikin puyeng tadi siapa sih, hubungannya apa sama si itu.

Pemain:
Acting para pemain cukup natural, karena dari mereka semua gw cuma taunya Seung Gi, jadinya gw cuma bisa bikin perbandingan acting Seung Gi doang, maaf ya. Di Drama ini Seung Gie cukup total menurut gw, nangisnya wajar, marahnya natural, juteknya juga duh tetep aje ya jutek-jutek bikin penasaran. Acting dia tetep bikin gw terpukau, sama ketika gw pertama kali nonton dia di King 2 Heart.

Untuk lead female nya, karena gw belum pernah liat acting dia di drama-drama yang pernah gw tonton, maka komentar gw adalah Go Ara ini cukup bisa ngimbangi acting Seung Gi. Not to bad, even not her best too gw rasa

Gw pribadi menilai faktor keberadaan Seung Gi dan Go Ara jadi nilai jual drama ini. Kenapa? soalnya kalau gw perhatiin Seung Gi gak pernah tampil setahun dalam dua drama yang berbeda, itu bikin fans-fans nya langsung heboh, gembira, dan mantengin tv buat nonton aktor favoritnya.

Music-Effect:
Musik yang ada gak ganggu pertunjukan, istilahnya udah tepat pada tempatnya.

Conclusion:
Kalau gw sih OK.
This drama got 80 point from 100. :p

Review gw segitu aja deh, kalau mau nonton tapi gak punya waktu bisa cari sinopsis ceritanya aja dulu, kalau mau detail per episode bisa ngintip ke blog-blog yang ngasih sinopsis lengkap plus screencapture nya kayak www.kdramatized.com atau www.kutudrama.com.

Oh ya ini hasil googling gw tentang pemain yang ada di poster drama ini:

sumber: link

Wednesday, 11 June 2014

Movie Review: Edge Of Tomorrow

Hai Holla, kali ini gue mau buat review sotoy setelah nonton film Edge Of Tomorrow yang dibintangi ma Om Cruise. Film ini resmi di rilis 30 Mei 2014 kemarin di Indonesia.



Movie Poster Edge Of Tomorrow |
sumber: pictwit @EdgeofTomorrow

Judul Film: Edge Of Tomorrow
Tahun Rilis: 2014
Pemeran: Tom Cruise, Emily Blunt.
Genre: Action, Sci-Fi
Produser : Jeffrey Silver, Erwin Stoff, Gregory Jacobs, Tom Lassally, Jason Hoffs
Produksi : Warner Bros. Pictures

Sutradara : Doug Liman
Durasi film: 113 menit


So how about the review???
Film ini diangkat dari karya Hiroshi Sakurazaka dengan judul All You Need Is Kill. Gue pribadi belum pernah baca bukunya. Jadi jangan tanya apa bedanya antara buku sama filmnya. :p

Secara garis besar film ini menceritakan tentang perjuangan manusia melawan Alien (di film ini disebut mimics) yang tinggal di bumi, dan seperti biasa hendak menguasai planet kita tercinta ini dengan cara menyerang ke setiap pangkalan militer di dunia.

Diceritakan seorang juru bicara dan perwira militer Amerika Mayor william Cage (Tom Cruise) hendak dikirim ke area pertempuran di sebuah kawasan pantai. Area pertempuran ini dianggap oleh Cage sebagai arena bunuh diri, karenanya dia menolak dan mengancam atasannya agar tidak dikirim sebagai tentara.
Sialnya Cage dibuat pingsan (setelah berniat kabur) dan ketika dia sadar ia sudah berada pangkalan militer tempat para tentara dilatih untuk membunuh mimics. Bukan cuma itu saja, keesokan harinya Cage langsung diterjunkan pada misi bunuh diri untuk melawan mimics, dengan kemampuannya yang terbatas bisa ditebak dong kalo cage panik dan tewas hanya dalam hitungan menit setelah ia melawan (dan membunuh) alien besar.

Nyatanya Cage tidak benar-benar tewas, ia seolah masuk ke mesin waktu dan terbangun dihari yang sama ketika ia berada dipangkalan militer. Kejadian ini terus berulang, hingga Cage hafal kapan alien muncul dan membunuh siapa saja, namun seperti biasa pertempuran ini berakhir dengan kematian Cage dan Cage terpaksa mengulang kejadian tersebut. Saking hafalnya Cage mencoba menyelamatkan banyak tentara termasuk Rita Vrataski (Emily Blunt) yang dikenal sebagai "Angel Of Vardun" dan menceritakan hal yang ia alami pada Rita.

Tidak seperti tentara lainnya yang tidak percaya ketika Cage menyelamatkan nyawa mereka, Rita adalah satu-satunya orang yang percaya dan meminta Cage untuk menemuinya keesokan harinya (lebih tepatnya hari yang sama ketika cage terbangun dari pingsannya).

Bersama Rita dan seorang ilmuwan, Cage menyusun rencana untuk memenangkan pertempuran, yang sayangnya tetap berakhir pada kematian Cage dan pengulangan hari-hari yang sama lagi.

Okay end of spoiler, balik ke fokus utama yaitu review.

Plot - Alur Cerita:
sumber: klik ini
Jenis cerita seperti ini sebenarnya bukan yang pertama, pengulangan kejadian yang sama berturut-turut pernah ada di film Prince Of Persia, The Butterfly Effect, Source Code atau versi romantis dan non sci-fi ada di 50 First Date.

Tipe pengulangan seperti ini yang terlalu sering bisa dibilang bikin bosen penonton, gw pribadi pas nonton malah jadi Whatsappan, karena gak sabar nunggu bagian yang berbeda dan nunggu kapan nih ketemu raja aliennya. Meskipun tipe pengulangan ini sesuai banget sama tag line film nya LIVE.DIE.REPEAT.


Pemain:
sumber: klik ini
Tom Cruise seperti biasa bermain dengan baik di hampir semua film yang ia mainkan, dan di Edge Of Tomorrow ini kembali ia menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain film. Actingnya sudah tidak usah diragukan, papiny Suri ini mampu menunjukkan wajah yang ketakutan dan otot-otot diwajah yang muncul memperlihatkan kegalauan.

Wajar sih, jam terbang TC kan udah puluhan tahun, kalau actingnya biasa-biasa tentunya bakal bikin kecewa fans-fansnya.

sumber: klik ini
Berdasarkan hasil googling, salah satu penyebab film ini laris manis ternyata karena emang Tom Cruisenya. Cruise Effect ternyata memang masih berlaku.hhehe

Sedangkan untuk Emily Blunt, menurut gw bermain biasa saja dan seharusnya bisa beracting lebih baik lagi, masih kurang pedes mukanya, dan ekspresinya masih kurang nunjukin kerasnya hidup dia. Atau emang karena disetting gitu ya? hahha
 

Music - Effect:
Untuk music dan Special Effect, boleh lah dibilang oke. Musicnya gak terlalu berat dan gak terlalu menye-menye, tampilan baju perang mereka cukup mengobati rasa bosen gw nonton adegan yang sama berulang-ulang. Sedangkan untuk visual effect aliennya so-so lah.

Conclusion:
Buat yang butuh hiburan tapi tetep bikin mikir dan greget, film ini cocok ditonton. Apalagi yang nge fans sama Tom Cruise nya, karena di film ini doi lead character-nya.hhahaha


3 star from 5 lah buat Edge Of Tomorrow.


Sunday, 10 November 2013

Resensi: A Dash Of Magic

RESENSI BUKU

15818260 Judul: A Dash of Magic
Pengarang: Kathryn Littlewood
Tahun Terbit: 2013 (Indonesia By Noura Book)

A Dash of Magic merupakan buku kedua dari The Bliss Bakery Series karya Kathryn Littewood. Masih menceritakan tentang Rosemary Bliss dan keluarganya yang memiliki rahasia dalam menciptakan kue-kue yang tidak hanya sekedar lezat tapi juga mampu mengubah keadaan.

Pada buku ini diceritakan perjuangan Rosemary dalam mendapatkan kembali buku resep keluarganya yang telah dicuri oleh Bibi Lily. Rosemary kemudian mengikuti lomba memasak internasional Gala des Gǎteux Grands  dan bersaing dengan puluhan chef ternama dari seluruh negara.

Jika dibandingkan dengan buku pertama, buku kedua ini memang terasa lebih mendebarkan. Meskipun harus saya akui adanya kekurangan yaitu karakter Rosemary yang digambarkan menjadi gadis yang mudah menyerah dan kurang percaya diri. Ada juga beberapa tokoh yang justru menonjol dan membantu kekurangan tersebut, seperti Gus, Jacques, Ty, dan Sage.

Berhubung ini cerita fiksi, maka saya tidak mempermasalahkan keganjilan-keganjilan seperti kemunculan Rosemary yang masih sangat muda dan berantakan di dapur Gala, atau bagaimana mungkin remaja-remaja seumuran mereka bebas berkeliaran hingga tengah malam sambil membawa toples ajaib.hhehe

Basicly, buku ini cukup mengobati kerinduan saya akan novel fiksi yang bernuansa sihir remaja. Dan karena judulnya Trilogy, maka saya juga menunggu bagaimana kelanjutan cerita ini di buku ketiga. mengingat pada buku kedua ini Kathryn sudah menyelesaikan permasalahan antara Rosemary dengan Bibi Lily.

Tuesday, 29 October 2013

Resensi: Udah Putusin Aja

Judul: Udah Putusin Aja!
Penulis: Felix Y. Siauw
Visual: Emeralda Noor Achni
Penerbit: Mizania
Tahun Terbit: 2013

Buat yang lagi pacaran, agak rese emang ini judulnya. Tapi you should read this book! (terutama temen-temen yang muslim), karena isinya bikin mikir banget deh.

Buku ini udah terbit dari awal tahun kalau gak salah, yang jelas pas awal saya freelance di MDP buku ini udah ada dan udah booming. Tapi saya baru beli sekitar dua bulan lalu lewat mizanstore online (nyari diskonan :p).

So, how about this book? saya mau kasih comment sedikit ya...

Judul dan cover: 8.5 point. 
Judulnya provocative banget dan warnanya duuhh bikin mata silau dengan shocking pink-nya. mau gak mau orang pasti ngelirik dan cek ini buku apa sih. Tinggal pemilihan font aja kok yang dirasa masih agak kurang pas.

Content dan ilustrasi: 9 point.
Kalau yang pernah pacaran, ttm-an, dan nakal-nakalan pasti ngerasa kesentil banget sama buku ini. Isi buku ini gak maen-maen nyindir dan namparnya, bener-bener bikin mikir, do i did something good or bad? Ya kecuali yang baca udah bebel dan ngerasa gak pernah bikin salah sih. Ilustrasinya juga ngocol.hhehe

Bahasa: 8.5 point.
Meski gak kaku-kaku banget, penulisan dan bahasa yang digunain oke juga. Hadist disertain dengan artinya, jadi yang gak paham bahasa Arab bisa ngerti lah.. easy reading.

Pointnya bagus mulum, terus kurangnya apaa??

Beberapa bab awal seluruhnya berisikan halaman pink, yang isinya peringatan buat kaum hawa atas bahaya pacaran. Buat kaum adam saat membaca bab awal tersebut mungkin berasa gak nyaman. Entah karena memang kata-kata yang terlalu tajam menusuk, atau karena terlalu menuduh semua pria itu jahat, atau karena awalan yang menguatkan kesan buku ini cuma untuk pembaca perempuan.

Namun, itu juga bisa dipandang sebagai sisi positif dari buku ini. Bahaya pacaran memang lebih banyak merugikan wanita. Oleh karena itu, semenjak awal buku, Udah Putusin Aja! memberikan peringatan dini dan langsung, secara tegas, tentang bahaya tersebut. Baru kemudian ia menuntun pria yang mengaku lelaki untuk bersikap jantan menghadapi orang tua dari pasangannya, bukan malah menariknya ke dalam jurang ilusi bernama pacaran. 

Dari sini memang terasa bahwa sasaran buku ini sebenarnya adalah muda-mudi.

Naahh that's all... selesai resensi buku kali ini. singkat aja laah.
pesan akhir post kali ini: BACA DEH NI BUKU!!! hhahahah
 

Friday, 12 July 2013

Movie Review: A Wedding Invitation

Beberapa minggu yang lalu saya diajak nobar di Blitz GI bareng Milah, Moel, & Joe. Nobar gratis tentunya.hhehe berhubung gratis ya udah saya iya-in tanpa tau bakal nonton apa, dan ternyata film yang akan kami tonton itu chinese movie bertema cinta-cintaan yang berjudul A Wedding Invitation. Well here my movie review:

Judul: A Wedding Invitation
Tahun : 2013 (Tayang di China bulan April, 2013)
Pemeran : Bau Baihe(Qiau-Qiau), Eddie Peng (Li Xing)
Penulis Skenario: Qin Hai Yan


Film ini bercerita tentang Li Xing [Eddie Peng] dan QiaoQiao [Bai Baihe], pasangan yang sudah berpacaran sejak mereka duduk di bangku sekolah. Mereka putus di tahun 2007 karena permintaan QiauQiau yang masih pingin ngejar karirnya, Li Xing yang gak terima diputusin gitu aja akhirnya ngajak QiauQiau bikin perjanjian ‘aneh’ untuk lima tahun yang akan datang,yaitu “ jika 5 tahun di masa yang akan datang, mereka berdua masih tetap single, mereka berdua akan menikah.”

Lima tahun kemudian, Li Xing udah menjadi koki sukses, dan QiaoQiao juga udah jadi designer handal –yang masih ngarep Li Xing-. Dan tralaaa QiauQiau menerima telepon Li Xing yang minta dia dateng ke Bei Jing, dia nyangkanya Li Xing akan ngajak dia menikah, taunyaaa??? LiXing justru mengabarkan ia akan melamar perempuan lain. (jleeebbb)
QiauQiau yang masih ngarep banget sama Li Xing ini akhirnya terbang ke Beijing buat merebut lagi hati Li Xing. Berhasilkah??? Hmmm you should watch this movie to know their story.

Berhubung genre film ini romantic-comedy, jadi mungkin gak akan bikin kita nangis kejeratau ketawa ngakak sepanjang film, saya sendiri lebih ngerasa unsur “touch” nya yang bikin saya nangis.
Menjelang akhir film kita ditunjukin betapa QiauQiau selama lima tahun ini bener-bener gak ngelupain Li Xing, betapa dia ngikutin jejak karir Li Xing dari awal. Kayaknya kontras banget dengan pertengahan cerita dimana Li Xing nunjukin ke QiauQiau kalau calonnya itu sempurna banget. Aah lelaki lagi-lagi suka ngerasa dia yang paling berjuang. :p

Tema ceritanya emang klise banget, settingnya juga gak seheboh film-film Indonesia yang suka ambil setting gambar di luar negeri. AWI ini bener-bener lebih nunjukin karakter dari masing-masing tokoh. Dan itu yang bikin saya ngerasa kayak diposisi mereka, (meski jujur ada satu nama yang saya langsung kepikiran begitu nonton film ini)

Eniweiii saya kasih bintang 3,5 deh buat pilem ini...

sumber photo: http://chinesemov.com/media/2013/A-Wedding-Invitation-p6.html

Monday, 7 January 2013

Resensi: The Hunger Games

Blog ini kebanyakan curhat ya? okeh, biar agak berisi dikit. Saya mau share resensi Novel The Hunger Games (iyeee tau udah jadul)...

Jujur, saya baru baca buku ini bulan lalu, gara-gara nonton filmnya. Nekat bacaEnglish version pulak, gara-gara iseng download pdf nya. Dan dengan bangga saya menobatkan buku ini sebagai novel fiksi favorit kedua saya setelah Harry Potter Series. Ahahaha



Judul: The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Tahun Terbit: 2008 (Amerika) 2009 (Indonesia)


Membunuh atau dibunuh. Itulah aturan sederhana dari acara tahunan Hunger Games. Diceritakan ada suatu negara bernama Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Awalnya, Capitol dikelilingi 13 distrik. Namun, suatu ketika terjadi pemberontakan melawan Capitol dan berakibat musnahnya Distrik 13. Sebagai pengingat akan kekuasaan ibu kota, Capitol mengadakan acara televisi The Hunger Games setiap tahun, di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati. Dua puluh empat peserta setiap tahun dan hanya akan ada satu pemenang. Acara tersebut disiarkan live di seluruh Panem.

Katniss Everdeen, 16 tahun, adalah gadis yang tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, Primrose Everdeen. Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara. Sejak kematian ayahnya dalam ledakan di tambang, Katniss mengambil alih sebagai kepala keluarga. Setiap hari ia berburu bersama sahabat laki-lakinya, Gale. Pada saat pengambilan undian Hunger Games ke-74, nama Primrose terpilih sebagai peserta. Secara spontan, Katniss bersedia menggantikan posisi adiknya. Bersama anak laki-laki terpilih dari distrik 12 bernama Peeta Mellark, Katniss menyuguhkan acara The Hunger Games yang tak terlupakan untuk warga Panem.




Alur cerita novel ini tergolong sederhana. Yang membuat The Hunger Games menarik adalah karakter tokoh dan detil aksi yang intens. Katniss adalah pemburu yang berpengalaman, akrab dengan alam, dan sangat mandiri. Negara Panem melarang perburuan di Distrik 12 sehingga wilayah itu dikelilingi pagar berarus listrik. Namun Katniss dan Gale selalu lolos dan berhasil membawa hasil buruan untuk dimakan atau ditukar dengan kebutuhan lain untuk keluarga mereka. Keahlian berburu dan pengalaman Katniss lah yang membuat jalan cerita saat pertarungan menjadi menarik.

Selain aksi, novel ini mengangkat kehidupan pribadi Katniss untuk ditonjolkan pada sisi drama. Apalagi novel ini bertutur menggunakan sudut pandang Katniss. Penulis menyoroti peran Katniss sebagai kepala keluarga di usia belia dan rasa sayangnya kepada Prim, si bungsu. Begitu juga dengan keraguan perasaan Katniss terhadap Gale. Ditambah lagi dengan pengakuan Peeta yang ternyata menyukai Katniss sejak hari pertama sekolah. Hubungan Katniss-Peeta banyak diolah sejak acara The Hunger Games dimulai. Hubungan ini pula yang membuat pembaca mengira-ngira motivasi Peeta yang sesungguhnya.

Sampulnya menurut saya kurang eye catching. The Hunger Games adalah buku pertama dari trilogi. Sekuelnya adalah Catching Fire dan Mockingjay. Penulisnya, Suzanne Collins mengategorikan novel ini untuk konsumsi Young Adult. Novel ini meraih berbagai penghargaan dan menjadi New York Times bestseller. Adaptasi film The Hunger Games sudah dirilis pada tahun 2012 dengan Jennifer Lawrence sebagai Katniss.

Hal yang patut dicatat dalam novel ini adalah penulis berhasil menyajikan dunia baru, tanpa penyihir, naga, ksatria, dan lain sebagainya. Terasa menyegarkan mengingat setelah era Harry Potter, dunia perbukuan dibanjiri cerita fantasi dengan negeri antah berantah. Di novel ini hanya ada anak-anak yang diuji ketangguhan dan kreativitasnya untuk bertahan hidup. Mengerikan memang, namun idenya keren, alurnya tegang dari awal hingga akhir, dan membuat saya sulit meletakkan buku ini sebelum selesai. Oh ya, saya juga menyukai nama-nama karakternya yang unik.

sekiaaann :))

Sunday, 31 January 2010

Resensi: Perahu Kertas

RESENSI BUKU

6765740Judul: Perahu Kertas
Penulis: Dee Dewi Lestari
Tahun Terbit: 2010 (Gramedia Pustaka)

Kugy, yang periang, unik, memiliki daya imajinasi yang tinggi, pendongeng yang handal, dan sesungguhnya memendam keinginan menjadi pendongeng, dan memendam rasa pada Keenan.

Keenan, tidak bisa ditebak, ide-idenya orisinil, memiliki bakat yang luar biasa, pelukis yang berbakat, dan memendam keinginan menjadi pelukis ternama.

Mereka dipertemukan oleh takdir, keduanya saling melengkapi, keduanya saling bergantung, keduanya merasa memiliki banyak kesamaan, keduanya mampu menjadi diri mereka masing-masing saat bersama, namun akhirnya keduanya harus saling memisahkan diri. Memutuskan untuk memulai kisah baru lagi dari awal dengan orang yang baru.

Tapi Tuhan punya caranya sendiri, mereka dipertemukan dengan cara yang tak terduga. Kisah ini bukan lagi cinta segitiga, tapi cinta segi banyak. Mereka saling terkait, dan terbelit. Sulit untuk melepaskan, namun enggan untuk terus membohongi hati nurani.

Pada akhirnya, mereka menyerah pada hati yang tak hanya dipilih, tapi juga memilih.

Cerita Perahu Kertas ini simpel tapi dikemas dengan sangat menarik oleh Dee. Menceritakan pencarian cinta dan cita-cita yang sesungguhnya dari kedua tokoh sentral yaitu Kugy dan Keenan.

Betapa banyak orang di dunia ini yang harus menjadi "orang lain" terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat menjadi sesuatu yang memang mereka inginkan, meski tidak sedikit orang yang tetap terjebak dalam sosok "orang lain" tersebut sampai akhir hayatnya.

Membaca buku ini membuat saya dengan terpaksa mengucapkan "kalian (keenan & kugy), seperti kami (saya dan dia)", meski mungkin ending ceritanya belum tentu sama.

Setidaknya buku ini mengajarkan kepada kita, untuk jujur terhadap perasaan masing-masing.

akhir kata...

"Aku ngga mau sepuluh, dua puluh tahun lagi aku sakit kaya gini setiap aku inget kamu..."