Showing posts with label MICE. Show all posts
Showing posts with label MICE. Show all posts

Monday, 2 June 2014

#ShoppingRace With TrioNBL & TheBodyShopIndo, a review and criticism

Hi, Hai, Hallo...
Today, i want to share a little story about Event Shopping Race With Trio NBL & The Body Shop Indonesia. Kegiatan ini berlangsung tanggal 31 Mei 2014 kemarin, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Jadi, ceritanya The Body Shop Indonesia ngadain kuis untuk follower di twitter untuk bisa Shopping Race bareng Trio NBL (National Basketball League) Indonesia. Caranya cuma twitpic produk TBS terus pilih team, dan leader team itu adalah tiga orang pemain NBL Indonesia. Ada Rizky Efendi dari Aspac, Christian Ronaldo Sitepu (dodo) dari Satria Muda, dan Wijaya Saputra dari CLS Knights Surabaya.

Wijaya Saputra - Christian Ronaldo Sitepu - Rizky Efendi
Sumber: Twitter @TheBodyShopIndo
Buat pecinta basket pasti udah hafal mereka, malah mungkin nge-fans sama permainan plus tampang mereka yang cocok jadi model. Tapi honestly, gw sebenernya bukan fans mereka bertiga, dan gak ngikut-ngikutin amat pertandingan basket. Beda waktu masih zaman SMA atau awal kuliah yang masih heboh kalau SM (Satria Muda) atau Aspac tanding.hhaha

Jadi, tujuan gw ikut karena tertarik aja sama konsep Shopping Race nya, dan ngincer hadiahnya. Soo... Let me tell TBS Shopping Race Review and criticism, from my opinion and of course from Event Concept & Management View. (iyehh nyeeh banget gw, mentang2 anak MICE)

Themes, Concept, Program:
Judulnya Shopping Race, tujuannya pasti belanja. Targetnya sudah bisa dipastikan adalah perempuan, yang identik doyan shopping. Sebagai pemanis dan penarik peserta, TBS menyuguhkan Trio NBL. Apalagi buat pemenang shopping race ini, bisa lunch dan movie date with them, ya sudah pasti yang nge-fans berat bakal langsung tertarik buat ngikutin ini. Strategi marketing yang menarik menurut gw pribadi. Gak salah kok kalau menggunakan Trio NBL, karena sekedar shopping race aja udah biasa. Jadi harus ada nilai dan point lain yang ikutan di jual. :p 

Terusnya apa yang kurang? kalau menurut gw sih penjelasan di promo dan email yang dikirim ke peserta masih ambigu. Gak sedikit lho peserta Shopping Race TBS kemarin yang salah presepsi, termasuk gw.

Gw pernah ikut shopping race salah satu swalayan, dan pada shopping race itu adu cepat belanjanya adalah dengan kita dikasih modal belanja (waktu itu 1juta rupiah) terus dikasih list daftar barang yang harus dicari dan dibeli dan nilainya gak boleh lebih dari satu juta. Nah peserta tercepat dengan nilai selisih terkecil boleh bawa pulang semua belanjaan itu plus dapet voucher belanja lagi.

So, gw pikir konsep SR-TBS ini semacem itu juga, dengan ngelilingi mall-mall atau sekedar outlet TBS aja. Terus adu cepet, adu pinter, adu strategi buat pilih barang yang budgetnya pas dengan modal yang dikasih. Tapi ternyataaa konsep TBS ini bedaaa. Ternyata pesertanya yang mesti ngemodal.hhe

Kecewa? agak sih, karena tanggal 31 gue belum gajian.Hahaha Terus emang gw gak prepare bawa uang lebih. Info yang gw dapet dari peserta yang udah nanya, prosedur gamesnya mirip kayak yang SR pernah gw ikutin. Emang sih ada keterangan "Be Our Top Spender", yang bikin ambigu adalah pas temen gw (yang kebeneran ikut kegiatan ini juga) nanya, apa shopping race ini menggunakan uang pribadi atau disediakan tbs? jawabannya adalah disediakan tbs.

Intinya komunikasi dan penyampaian maksud dan pesan masih kurang terjalin. Eeh apa gw dan beberapa peserta aja ya yang oon?hahha

Karena gw bukan pemenang kegiatan, gw gak bisa kasih review tentang lunch and movie date nya. :p

Venue:
Mall Kota Kasablanka lokasinya memang gak se strategis GI, PIM, FX, or mall-mall lain yang aksesnya lebih gampang. Pastinya ada alasan khusus kenapa pilih di Kokas. Kalau boleh mengira-ngira, ada beberapa faktor yang bikin kenapa dipilih kokas. Price, Location, and People.


Penampakan Kota Kasablanka (KoKas) dari depan
sumber: klik sini

Dari segi harga izin ngadain kegiatan di Kokas kalau gak salah (inget KALAU GAK SALAH) lebih murah dan izinnya masih agak lebih mudah. Terus dari segi Lokasi, dia gak berada persis di pusat kemacetan, meski jalan menuju ke Kokas terbilang agak serba nanggung. Terus dari segi People (disini gw lebih menekankan point people ke pengunjung), pengunjung di kokas belum serame mall lain di kala weekend. Dari 6-7 kali ke Kokas dan 3 diantaranya pas weekend, gue gak merasa susah untuk cari makan pas jam makan siang, gak pusing liat orang yang terlalu berseliweran. Coba bandingkan kalau di GI pas weekend, agak-agaknya jauh berbeda pasti.

So, ini kerja sama yang baik antara TBS dan Venue. Ikut bantu ngeramein.

Time Management:
antrian yang mau beli tiket 1D di eskalator kokas
sumber: Path-nya Joe
Untuk pemilihan tanggal, gw kurang tau sih apa TBS memang sengaja pilih tanggal 31 atau gak. Karena Kokas  tanggal 31 kemaren itu bertepatan dengan penjualan tiket offline konsernya 1D. Hmmm atau memang ini kebetulan yang gak disengaja. Karena untuk pertama kalinya gw merasa pusing ngeliat Kokas. Penuuuh banget sama teenager dan keluarga-keluarga, yang ngantri buat beli tiket 1D. Udah pasti TBS jadi salah satu store yang ikutan dikunjungi teenager and their family untuk sekedar nunggu ticket box dibuka, karena bingung kok ada tiga cowo jangkung nan kece yang nongkrong di TBS, dan untuk belanja beneran karena TBS lagi SALE.


Kalau memang disengaja pilih tanggalnya barengan... gw mau bilang... CAKEEEP, marketingnya bisa banget baca situasi. :p Yoi dong, manfaatin event yang ada biar bisa ningkatin sales and product knowledge calon konsumen. Pinter daah.

sumber: klik disini
Minusnya adalah jreng-jreng... as always, time in invitation use Indonesian Time alias NGARET. Sebagai peserta yang taat, gw dateng ke Kokas malah 2 jam sebelum kegiatan, ya maklum, gw kemaren itu berangkat langsung nyubuh dari Sukabumi, jadi estimasi waktu yang gw pake adalah udah plus macet-macetan. Waktu kegiatan yang tertera di email adalah pukul 11.30, sayangnya kegiatan baru dimulai sekitar jam 1, 1,5 jam ngaretnya.

Coba ya itu kan mepet jam makan siang, yang tadinya mau makan dulu ngerasa kagok karena takut pas makan malah acara dimulai. Jadi untuk ngaret ini gw terpaksa bilang, masih kurang time managementnya, entah dari team TBS atau dari Trio NBL itu sendiri.

Ayo dong yuk, event-event di Indonesia dibikin yang on time dan bener-bener terjadwal. Self reminder buat gw juga sih.


Man Power and The Star:
Store staff TBS dan event crew hari itu boleh gw bilang cukup cekatan, ramah, dan menyenangkan. Dalam artian kami sebagai pengunjung ngerasa dilayani dengan baik, gak ada yang muka bete atau jutek karena ditanya-tanya mulu tapi beli enggak.hahaha

Terus The Star nya alias Trio NBL asli ramah dan welcome banget. Dodo (Christian Ronaldo Sitepu) yang awal kemunculannya udah mencolok karena tinggi banget, terlihat sok cool, dan kayak jutek, pas udah ngobrol hanjiiir koplak parah.hhaha Asli gue ngakak denger komen-komen dia dan cara dia nyemangatin timnya. Rizky ma Wijaya juga ramah dan seru banget.

Jadi dari segi SDM minusnya adalah keterlambatan trio ini aja, meskipun keterlambatan itu terbayarkan dengan keseruan bareng mereka. So much fun.. if you can't believe that, this pic show our happiness and fun with them.
The Team With Leader
sumber: twitpic @TheBodyShopIndo
Team Dodo
sumber: Path gue
Team Dodo foto pake Tangsis (Tangan Narsis) XD
sumber: Twitpicnya Dodo @Ronaldositepu
MC nya juga seru banget, ngocol, songong, tapi seru banget. Gw lupa nanya namanya siapa, si mba cantik aja dah kita sebutnya.

Conclusion:
Overall acara ini gw nilai cukup sukses untuk mendekatkan diri dengan follower dan consument, TBS manjain konsumen setianya dengan aneka macem program dan sale. Yep they have a good strategy. Untuk program Shopping Race ini gw kasih nilai 7.5.. Lho kok gak 10 siih?? 

Seperti yang udah gw utarain di atas, keterlambatan acara sama miss communication tentang pengertian Shopping race ini yang menjadi minusnya. Minus 0,5 buat miscom, dan Minus 2 buat ngaretnya. Kok kejam banget terlambat 1,5 jam minus 2??? Hwuooo pepatah yang bilang times is money itu bener adanya, karena gak semua orang sabar nunggu, punya waktu luang, etc. 

Gw inget pernah kena omel delegasi asal Australia waktu kegiatan SOM II APEC setahun yang lalu karena acara gala dinner ngaret 20 menit. Dia nasehatin gw kalau disiplin waktu itu penting, kalau sama waktu aja kita gak bisa disiplin, sama aspek kehidupan yang lain juga akan gitu. #Jleb

Jadi next time, ayooo be one time, biar gak ada yang bosen atau kecapean nunggu. :p

Last but not least, thanks for gift and i give standing applause for The Body Shop Indonesia, keep creative and make a great event again...

Salam Superb... and keep discover beauty with heart...

Sunday, 13 October 2013

MICE??? Tikus???
Nooo...

MICE itu singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition. Beberapa orang mengartikan E nya adalah Event. gak salah juga kok.

Ya terus MICE Itu apaan sih???
Di dunia Industri MICE lebih dikenal dengan istilah Meeting Industry atau Event Business, dan ini adalah Industri yang berkembang pesat di dunia internasional begitu juga di Indonesia. Bisnis di dunia MICE itu bersifat multiplier effect, dinegara-negara maju industri ini dijadiin tulang punggung negara. Kenapa bisa gitu??

Okay, saya coba jelasin secara sederhana. Industri MICE bersifat mendatangkan orang2 asing ke suatu lokasi (destinasi), orang asing yang dimaksud adalah orang2 yang bukan penduduk setempat. Bisa itu orang2 dari kota sebelah, provinsi sebrang, pulau sebrang, dan (terutama) Warga Negara Asing.

Pelaksanaan kegiatan MICE itu melibatkan dua golongan global yaitu panitia dan peserta. Yang dimaksud panitia, ya orang-orang yang berkecimpung ngurusin segala macam kebutuhan kegiatan MICE (Bisa itu Meeting, Incentive Travel, atau Pameran-pameran). Yang dimaksud dengan peserta? ya you-know-lah... peserta simplenya adalah orang-orang yang ikut kegiatan MICE tersebut untuk tujuan tertentu.

Kalau kegiatan MICE ini dianalogikan sebagai Universitas, maka yang dimaksud dengan panitia adalah Staff TU, akademik dan kawan-kawan, peserta adalah murid-murid, dan destinasi adalah Nama Universitas itu sendiri. Suatu universitas bisa diisi oleh murid-murid dari beragam suku, lokasi, gender, dll. Tapi si murid-murid ini tujuannya adalah belajar. Naah staff TU dkk ini yang bagian ngatur2 kelas ini belajar apa, gurunya siapa, kelasnya dimana, biaya berapa.

Nah, kalau mau universitasnya itu dikenal bagus, tentunya harus punya kurikulum yang menarik yang gak bikin bosen, yang pengajarnya bagus, lulusan yang kompeten, yang fasilitasnya cihuy, biaya terjangkau, dll. Begitupun dalam Industri MICE. Kalau Destinasinya OK, fasilitasnya lengkap, orangnya ramah2 dan berwawasan, maka orang-orang gak ragu untuk datang, dan menjadikan lokasi tersebut sebagai tujuan kegiatan mereka selanjutnya.

Semakin banyak orang yang datang, maka akan semakin banyak membuka peluang kerja juga toh? sama kaya universitas, yang disekitarnya banyak tempat usaha juga mulai dari makanan, kost2an, fotokopi, baju, sampe dvd2 bajakan dan narkoba pun ada. terbuktikan kalau memang multiplier effect.

Dan setiap destinasi juga punya produk unggulan dari unsur MICE tersebut, sama kayak universitas yang masing-masing pasti punya program unggulan.

Kalau destinasinya sudah dikenal oleh orang-orang, pastilah kita gak perlu ngabisin anggaran negara buat promo ke luar negeri presentasiin dimana itu INDONESIA. Justru orang2 akan antri untuk tau dimana Indonesia, datang, dan mengagumi.

Tinggal kita yang pintar-pintar memilah mana pendatang yang menguntungkan mana yang merugikan. Disinilah tugas dan tantangan saya sebagai alumni MICE. Dan saya tau ini bukan perkara mudah, dengan kondisi birokrasi pemerintahan yang masih bau kaki, dan bau keti, gak gampang kasih pemahaman ini ke orang-orang.

Tapi paling tidak... saya berusaha kasih pemahaman sederhana bahwa inilah MICE dalam konteks yang paling mudah dimengerti...

tobecontinue...