Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Sunday, 11 January 2015

Song Triplet Playlist

-update 15 Desember 2015-


Ya, ini ilegal sih, tapi gimana doong, gak tahan buat gak share hasil converter ke mp3 lagu-lagunya triplet.hha

1. Mars nya triplet: 세쌍둥이송 The Song Triplets - Alternatif link GDrive
2. Pororo Song: 화 바라밤(Para Pam) - Alternatif link GDrive
3. Nabiya (lagunya Minguk): Hey Butterfly  - Alternatif link GDrive
4. Three Bears: Three Bears (ini kayak lagunya yg di full house juga)  - Alternatif link GDrive
5. Lagu pas Appa lari 10km: 아빠 힘내세요! (Appa Himneseyo)  - Alternatif link GDrive
6. Robocar Poli: Robocar Poli 로보카 폴리  - Alternatif link GDrive

Feel free to download ya.. monggo silahkeun fans-fans Triplet..

yuk joget bersama:


Meleleh...

Postingan pertama di 2015, bingung mau nulis apa, terlalu banyak yang pengen ditumpahin dan dishare dari pikiran ini. Saking banyaknya jadi gak tau harus mulai share tentang apa. Mau bahas tentang tragedi QZ8501 agaknya udah telat juga, mau kritik soal tiket murah ntar di bilang gak pernah dukung pemerintah lagi. Jadi gue mau bahas kesayangan gue aja, yang akhir-akhir ini jadi mood booster gue.

Jujur, gue bukan korean freak, jadi gue gak up to date acara2 dan drama korea. Cuma kali ini ada acara variety show yang bikin gue meleleh, acara itu adalah The Return Of Superman (TROS).
TROS ini merupakansalah satu variety show di Korea (di tayangin sama KBS). Wait-wait, bagi kalian yang belum tau, ini bukan acara seputar boyband dan lelaki2 cantik korea. Acara ini tentang para ayah (dimana profesinya adalah celebrity) yang selama 48jam ngasuh anak-anaknya tanpa bantuan istri. Menurut gue ini variety show mendekatin 100% real tanpa skenario lebai buatan, secara anak-anak yang diasuh umurnya masih under 5 years.

Asal muasal gue tau ini acara adalah ketika beberapa bulan lalu gue iseng buka2 facebook lagi, dan mendapati Chibi (senpai gue waktu dulu kuliah di Sastra Jepang) sering share video yang nampilin tiga bocah hyperaktif. Gue play video itu dan dibuat cengo, oh my gosh bocah ini kembar tiga? terus kelakuannya sumpah bikin gemeeessh nakal-nakal lucu. Jadinya gue sering buka fb lagi, dan sering like share-an Chibi. Berhubung Chibi waktu itu share nya yang non subtitle yang artinya masih pure bahasa korea, gue memutuskan buat cari di youtube. Sayangnya gue juga gak tau itu ditayangin dimana, dan nama acaranya apa.

Terus tiba-tiba gue di sugest Chibi buat like fanspage nya trio hyperaktif itu di FB, and finally gue tau siapa mereka. Si kembar tiga (triplet) yang rusuh dan bikin greget.

They are: Daehan, Min guk, Man Se which also means "Republic of Korea, Hooray" kreatip banget yang ngasih nama. Mereka anak dari Song Il Gook, aktor korea yang kalau baca di web sih cukup terkenal berkat aktingya di drama Jumong. Triplet lahir 16 Maret 2012, waktu pertama kali join TROS umur mereka 27 bulan.

Daehan_Minguk_Manse
Daehan_Minguk_Manse


Gue pun mulai mencari di episode mana mereka muncul, karena based on informasi di fanbase, mereka ternyata adalah keluarga baru di TROS. And Tadaa gue menemukan kemunculan pertama mereka di episode 34, dan gue langsung dibuat speachless karena buat anak seumuran mereka rasanya hebat banget udah bisa makan sendiri pake sendok (baru dua tahun 3 bulan loh) dan makannya cukup rapi.

Song Triplet with Appa
Song Triplet with Appa di episode pertama

Terus yang bikin gue speachless lagi ketika Minguk di bully Daehan (dimasukin ke kasur lipat terus diinjek), bapaknya langsung narik Daehan ke dapur, dan jelasin harus minta maaf sama Minguk, harus peluk dan popo (cium) Minguk, eh terus iya dong mereka pelukan dan popo.Terus pas Min guk rebutan bola sama Man Se, Song Il Gook kembali nasehatin mereka dan minta dua bocah itu baikan, pelukan, dan popo. dan Mereka nurut!!! Every time they fight they ended it with popo and hug each other.


Hug and Popo after fight
Hug and Popo after fight

Aah so Sweet...

Episode demi episode gue ikutin sampe gue jadi hafal dan gak ketuker2 mereka lagi, even sebenernya muka mereka gak sama. Gue pun jadi tau masing2 sifat, yang jelas gue ngefans sama Min guk yang nyanyi mulu tiap seneng dan nemu makanan. Ngefans sama Daehan yang trully elder banget, care sama ade2nya. Ngefans sama Manse yang tau aja caranya cari perhatian, dan duh matanya itu loh mata antagonis ala playboy.whakakak

Ketika download episode baru mereka, gue selalu skip-skip keluarga lain, karena perhatian gue memang tertuju cuma sama triplet. Baru lah ketika Twins (anak kembar dari Lee Hwi jae) di pertemukan dengan triplets gue mulai melirik si kembar identik Soe Eon Soe Joon, dan yang lain-lain. Dan ternyata keluarga yang lain gak kalah koplaknya.

Di TROS ini ada Appa Tablo dan Haru yang tomboi dan nyeletuk ini itu terus, Ada Appa Chu Sung Hoon dan Sarang si cantik dan cute, ada Appa Lee Hwi Jae dan twins identik yang baru 1 tahun setengah dan ngomongnya masih kayak kumur-kumur.

Ini Haru Anaknya Tablo
Ini Haru Anaknya Tablo 

Si kembar Seo Joon dan Seo Eon
Si kembar Seo Joon dan Seo Eon

Choo Sarang
Choo Sarang
Percayalah mereka semua itu popo-able dan cubit-able banget.

Nonton acara ini sering bikin gue ketawa dan gemes sendiri, bikin emosi gue turun (terutama kalau abis baca berita dan liat komen2 nyinyir pro-kontra tentang politik), bikin gue berpaling untuk gak hunting tiket dan ngabisin tabungan. Bikin gue pengen punya anak kembar tiga tapi harus selucu, seimut, dan sepinter triplet.hhaha

Sebenernya dari semua alasan itu, acara ini bener2 kayak parenting guide buat orang tua muda dan calon orang tua, gue belajar banyak tentang how to teach your future kids di tengah teknologi yang udah merajalela, ditengah kesibukan masing-masing orang. Well yang paling penting acara ini ingetin tentang how precious your time with your kids. Apalagi anaknya masih pada segede piyik gitu.

Nemu acara bagus dan kece gitu gue gak mau sendirian, jadinya gue meracuni sepupu2 gue, alhasil mereka sukses teracuni dan jadi fansnya triplet. *evillaugh*

Sampe sekarang gue masih suka amazing liat tingkah mereka, masih suka berharap ketemu minguk terus unyeng2 pipi chubby-nya, ahh anak-anak sukses bikin gue meleleh. Kalian semua noona killer sekali..

Popo

:*

sumber foto: Soompi, FansBaseDMM Indonesia, screencapture youtube KBS World,

Monday, 15 September 2014

#BastianSteelBukanCowokBiasa -_-"

Postingan blog kali ini bukan untuk mencela, hanya untuk mengungkapkan kerisauan gw akan imajinasi para pembuat sinetron di Indonesia.

Jadi ceritanya, tumben-tumbenan jam 5 sore gw udah standby pegang remote TV dan nunggu sinetron ABG yang bikin gw pengen komentarin mulu dari awal liat iklannya. Bukan karena pengen liat pemainnya tapi pengen liat sejauh mana sinetron ini "mengadaptasi" sebuah film dan novel terkenal.

Sinetron yang punya nama Bastian Steel Bukan Cowok Biasa ini baru tayang perdana tadi sore, iklannya sih sepenglihatan gw udah hampir 1-2 minggu ini wara-wiri di RCTI. Karena baru tayang perdana gw belum tau akan dibawa kemana cerita ini, tapi sebagai gambaran begini cerita 'singkat' yang gw tangkep di awal episode 1.

Alkisah ada penjahat bertopeng yang ingin mengambil kekuatan tokoh baik bergaun putih, untuk menguasai dunia. Tokoh jahat ini hendak membunuh anak sih tokoh baik, karena sesuai ramalan ntah siapa namanya anak ini nantinya akan menghancurkan si tokoh jahat. 


Si tokoh jahat berusaha buat membunuh keduanya, tapi gagal. Pas pegang tangan si anak, dia malah kebanting, topengnya lepas. dan dahi si anak tanpa sengaja kena serpihan topeng penjahat yang berbentuk bintang. Penjahatnya kesel, dan terus berusaha bunuh mereka. Si tokoh baik kemudian masukin anaknya ke dalam peti dan di kirim ke -sebut saja- dunia manusia. Begitu nyelamatin anaknya, si tokoh baik gak lama mati, dan penjahatnya berusaha ngejar si anak, tapi gak dapet.


Di lain tempat, si anak tokoh baik ditemukan oleh sepasang suami istri yang mobilnya mogok di tengah hutan. Suaminya gendut, istrinya biasa aja, anaknya? masih bayi juga. Mereka akhirnya mau ngerawat anak tokoh baik karena ada emas di dalam petinya. Dari surat yang ada di dalam peti, diketahui nama anaknya adalah Bastian.


15 tahun kemudian, di sebuah kamar plus kandang ayam, ada seorang abg kriwil lagi ngerayain ultahnya dan tiup lilin sendiri. Nyanyi ultah dengan suaranya yang gak bagus-bagus amat, sengaja dibuat fals mungkin. Oh ya nama ABG ini Bastian.


Pas lagi nyanyi tetiba Bastian kedatangan tamu dan minum kiranti.. lhoo??? Maaf ngelantur. Dia kedatangan tukang ojeg terbang yang bawa kado kue ultah dan kasih kabar bahwa Bastian akan menjadi siswa SMA ??? (lupa namanya), tukang ojeg yang bernama Pak Yanto ini juga memperkenal kan diri sebagai sahabat karibnya alm. orang tua Bastian.


Dan selanjutnya-selanjutnya... (silahkeun nonton sendiri, udah ada di youtube)

Buat yang gak pernah baca atau nonton buku Harry Potter jilid 1-7, mungkin cuma bakal bilang "ah elah sinetron abg tentang sihir-sihiran". Lain hal nya kalau yang udah pernah baca atau nonton, gw rasa bakal bilang "Ehh kok mirip/ nyerempet cerita Harry Potter sih?".

Sebagai pembaca dan penonton setia Harry Potter, jelas gw cuma bisa elus paha liat sinetron ini. Gw cuma liat sampe Bastian masuk sekolah dan ketemu temen-temennya.

Tadinya hawa gw udah pengen nyela aja di twitter, tapi pas buka twitter shock juga ternyata judul sinetron ini masuk Trending Topic Euy... Hebaat!!!

Ada yang muji ada yang nyinyir, ada yang ngatain plagiat, ada yang bela bilang hanya adaptasi.

Well, sebenernya gak ada yang salah dengan adaptasi cerita. Tapi jelas, bebannya bakal berat banget kalau cerita yang diambil berdasarkan novel terlaris dan film sequel yang banyak ditunggu orang sedunia. Belum lagi khas Indonesia yang fanatiknya terhadap sesuatu itu top markotop.

Gw yakin pottermania di Indonesia lagi ngehujat dan nyinyirin ini sinetron. Meski gak 100% mirip, tapi tetep aja fans harry potter gak terima ceritanya diangkat jadi sinetron Indonesia yang terkenal panjang episodenya dan suka gak jelas endingnya.

Gw gak paham dengan imajinasi para pembuat sinetron, apa gak belajar dari kasus sinetron sebelumnya yang kena tegor pihak rumah produksi aslinya gara-gara jiplak plek? Apa gak malu dibilang plagiat mulu? 

Sejujurnya gw kangen balik ke tahun 90-an, dimana sinetron gak ada yang tayang setiap hari. Bahkan sinetron yang dulu jiplak meteor garden aja, tayangnya seminggu sekali. Jadi meskipun kita tau dia sebenernya adaptasi cerita, tetep di tunggu. Sore hari sinetron keluarga tayang gantian antara si tuyul dan om jin, atau trio warkop sama bagito/ patrio.

Atau gak bisa ya ambil cerita dari yang original, adaptasi dari novel karya anak bangsa sendiri, dan dibikin lebih singkat juga episodenya gak perlu tiap hari. Semua ini karena kejar Rating. Ngejar slot prime time sampe akhirnya materi/ konten cerita udah jadi nomor sekian. Ngehasilin artis-artis baru yang penting cakep-cantik-bening-mulus.

Gw miris aja, apa segitu udah abis idenya ya???

Iyee gw tau, gw aja belum tentu bisa bikin skrip sinetron, tapi paling gak gw mikir 1000 kali kalau mau adaptasi dari cerita novel & film yang hampir semua orang tau. Karena seperti yang gw bilang, bebannya berat. Orang akan membandingkan karya adaptasi dengan karya aslinya, Begitu eksekusi pemain, cerita, shooting, sound & visual effect, dll nya jauh dari karya aslinya... Ya udah KELAAARRR. fans karya asli langsung protes keras.

Udahan aah, udah malem,,,

Mau bobo cantik dulu

much love

Rhein

Friday, 25 July 2014

Movie Review : Hello Ghost (Korea)

Mungkin telat, tapi gw baru nonton film ini barusan banget. Di LBS K-Movie, saluran tv parabola yang khusus puterin film dan drama korea. Karena kesan pertama gw nonton film ini cukup cihuy, maka gw mau nulis review tentang film ini...

Movie Poster, sumber: Asianwiki

Sinopsis:
Cerita film ini dimulai ketika Sang-Man, pria single yang kesepian dan gak punya siapa-siapa, berusaha bunuh diri berkali-kali tapi selalu gagal. Malah nyawanya selamat dari percobaan bunuh diri terakhirnya setelah dibawa ke rumah sakit. Begitu siuman, Sang-Man ternyata mengalami hal tidak terduga, yaitu dia jadi bisa ngeliat hantu. Dia sampai di rujuk ke psikiater karena perawat-perawat gak ada yang bisa liat dia lagi ngobrol sama siapa.

Awalnya sih dia gak sadar kalau orang yang dia ajak ngobrol itu hantu, baru nyadarnya pas ada seorang kakek ganjen (hantu juga) muncul. Terus pas Sang Man berusaha kabur masuk kamar, empat hantu yang selama ini ngikutin dia pada terbang muterin Sang Man. Well, untung aja muka hantunya masih normal gak ada yang nyeremin.

Dan kisah Sang Man bersama ke empat hantu ini pun dimulai. Ke empat hantu ini nempel terus sama Sang-Man, bahkan ketika Sang-Man keluar dari rumah sakit, empat hantu ini ikut Sang-Man pulang ke apartemen nya. Gak cukup cuma diikutin dan ditempelin, hantu-hantu ini juga resenya kebangetan. Ada hantu gendut yang ngerokok mulu, ada hantu cewe yang nangisss mulu, ada hantu kakek-kakek yang mesum dan ganjen, terakhir ada hantu anak kecil yang preman dan makannya banyak banget.

Buat gw yang pernah ngerasain ditempel demit, itu berat banget, satu aja udah berat dan bikin pegel apalagi empaat??? *tears*

Sang Man pun akhirnya datengin cenanyang buat minta bantuan untuk ngusir ke empat hantu ini, tapi hasilnya si cenayang malah nyuruh Sang Man bantuin hantu-hantu itu mewujudkan harapan-harapan mereka. Sang Man nurut aja, karena dia gak punya pilihan lain supaya gak diganggu lagi.

Sebenernya keberadaan hantu ini cukup mengobati kesendirian Sang Man, berkat empat hantu itu Sang Man malah jadi deket sama salah satu suster cantik di rumah sakit tempat dia dulu juga dirawat pasca usaha bunuh dirinya. Tapi karena permintaan hantu ini aneh-aneh (menurut Sang Man), dan tiap Sang Man bantu mereka hantu itu juga merasuk ke tubuh nya Sang Man, jadinya Sang Man merasa ke ganggu terus. Ya iyalah, Sang Man jadi kayak punya kepribadian ganda di mata suster cantik.

Sang Man lagi dirasukin hantu gendut yang suka ngerokok, Sumber: AsianWiki


Tapi Sang Man gak nyerah, satu persatu harapan para hantu diwujudkan oleh Sang Man. Hantu kakek ganjen menemukan kembali kamera yang dipinjam dari temannya dan belum sempat dikembalikan, hantu pria gendut mendapatkan kembali mobil sedan lamanya, hantu anak kecil juga berhasil mendapatkan dan makan permen raksasa berbentuk ikan, dan hantu cewek ternyata cuma pengen ditemenin belanja dan masak makanan kesukaan anaknya.

ini ini permen raksasa nya gede banget kan, sumber: AsianWiki

Harusnya sih setelah terkabul harapan-harapan terakhir mereka, ke empat hantu itu ilang, tapi ternyata mereka belum juga pergi. Bikin Sang Man kesel karena suster cantiknya jadi mempertanyakan jati diri Sang Man. Akhirnya Sang Man ngusir mereka... dan baru deh gak muncul muncul lagi hantunya... udah cuma segitu doang??? Gak dong kalau gitu doang ini mah pilem jadi garing banget.

Ending film ini beneran gak disangka-sangka, karena gw gak ada persiapan apa-apa dan gak baca review tentang film ini sebelumnya di akhir film pas gw nangis cuma bisa elap pake baju.

Plot, Alur Cerita, Tema:
Kalau nontonnya gak sampai selesai pasti bakal bilang ini film garing dan biasa banget. Tapi itulah fim Korea, kejutannya suka di akhir cerita. Untuk film ini saya angkat jempol karena penulis bikin ending yang gak disangka dan gak dikira. Jadi menurut gw alur yang sangat biasa di awal cerita itu terbayarkan oleh ending yang surprise banget.

By the way, barusan gw googling ternyata film ini di remake jadi film Holywood juga pemeran Sang Man adalah Adam Sandler, dan di sutradaei Chris Columbus, Wooow.

Pemain:
Actingnya menurut gw standard sih, untuk ukuran film comedy ekspresi mereka cendrung datar.

Conclusion:
I give 90 point from 100 for this Movie... very recommended buat kalian yang butuh hiburan kocak tapi tetep menyentuh hati.



Sekian review dari gw...

Saturday, 19 July 2014

Review: Korean Drama "You're All Surrounded"

Duuh gw juga gak paham kenapa gw 1 tahun ini jadi seneng nonton drama korea, alasan paling gw anggap logis adalah, drama korea 20 episode aja udah kelar. Nah drama Indonesia? kalau belum ratingnya turun ya udah kelaaaarrr ampe 2 tahun stripping juga jalan teruss...

Ok, fokus lagi. Tadi malem gw abis khatam nonton drama korea judulnya You're All Surrounded. Aslinya di Korea sana drama ini baru tamat kemaren malem tanggal 17 July 2014. Gw sengaja bikin review abis dramanya tamat biar ulasan gw lebih bener aja.

Poster Drama "You're All Surrounded" |
sumber: link
Jangan tanya siapa pemainnya, satu-satunya yang gw tau cuma Lee Seung Gi.hhahaha Alasan itu juga yang bikin gw awalnya tertarik nonton drama ini. Pemain yang lain gw gak hafal nama aslinya. :p

Let's begin the review...

Plot-Alur Cerita-Penokohan:
Over all gw suka sama cerita drama ini, cukup menghibur dan mikir. Temanya gak mululu tentang cinta, tapi tentang perjuangan dari masing-masing tokoh yang ada, tentang pemecahan kasus juga, walau fokus utama tetap ke tokoh central di drama ini. Alur yang dipergunakan maju mundur, selalu ada flash-back ketika salah satu tokoh lagi mikir atau lagi menceritakan kisahnya, cukup ngebantu untuk mereka-reka adegan selanjutnya sih. Gak ganggu meski ada beberapa scene yang terlalu kekini-an untuk bisa dibilang flash-back.

Penulis skenario bisa bikin penonton gregetan dan suudzon tentang tokoh-tokoh yang ada, ketika nyangka si A jahat ternyata A baik, nyangka B baik ternyata gak bener-bener baik juga. Cukup ngaduk-ngaduk lah. Oh ya walau ini cerita tentang kisah kehidupan detektif, jangan berharap bakal dapet drama macem sherlock. Kasus-kasus yang mereka hadapi bisa dibilang bumbu pemanis, fokus utama cerita drama ini menurut gw tetep ke kehidupan detektif-detektif muda itu.

Penggambaran tokohnya juga cukup jelas, gak bikin puyeng tadi siapa sih, hubungannya apa sama si itu.

Pemain:
Acting para pemain cukup natural, karena dari mereka semua gw cuma taunya Seung Gi, jadinya gw cuma bisa bikin perbandingan acting Seung Gi doang, maaf ya. Di Drama ini Seung Gie cukup total menurut gw, nangisnya wajar, marahnya natural, juteknya juga duh tetep aje ya jutek-jutek bikin penasaran. Acting dia tetep bikin gw terpukau, sama ketika gw pertama kali nonton dia di King 2 Heart.

Untuk lead female nya, karena gw belum pernah liat acting dia di drama-drama yang pernah gw tonton, maka komentar gw adalah Go Ara ini cukup bisa ngimbangi acting Seung Gi. Not to bad, even not her best too gw rasa

Gw pribadi menilai faktor keberadaan Seung Gi dan Go Ara jadi nilai jual drama ini. Kenapa? soalnya kalau gw perhatiin Seung Gi gak pernah tampil setahun dalam dua drama yang berbeda, itu bikin fans-fans nya langsung heboh, gembira, dan mantengin tv buat nonton aktor favoritnya.

Music-Effect:
Musik yang ada gak ganggu pertunjukan, istilahnya udah tepat pada tempatnya.

Conclusion:
Kalau gw sih OK.
This drama got 80 point from 100. :p

Review gw segitu aja deh, kalau mau nonton tapi gak punya waktu bisa cari sinopsis ceritanya aja dulu, kalau mau detail per episode bisa ngintip ke blog-blog yang ngasih sinopsis lengkap plus screencapture nya kayak www.kdramatized.com atau www.kutudrama.com.

Oh ya ini hasil googling gw tentang pemain yang ada di poster drama ini:

sumber: link

Wednesday, 11 June 2014

Movie Review: Edge Of Tomorrow

Hai Holla, kali ini gue mau buat review sotoy setelah nonton film Edge Of Tomorrow yang dibintangi ma Om Cruise. Film ini resmi di rilis 30 Mei 2014 kemarin di Indonesia.



Movie Poster Edge Of Tomorrow |
sumber: pictwit @EdgeofTomorrow

Judul Film: Edge Of Tomorrow
Tahun Rilis: 2014
Pemeran: Tom Cruise, Emily Blunt.
Genre: Action, Sci-Fi
Produser : Jeffrey Silver, Erwin Stoff, Gregory Jacobs, Tom Lassally, Jason Hoffs
Produksi : Warner Bros. Pictures

Sutradara : Doug Liman
Durasi film: 113 menit


So how about the review???
Film ini diangkat dari karya Hiroshi Sakurazaka dengan judul All You Need Is Kill. Gue pribadi belum pernah baca bukunya. Jadi jangan tanya apa bedanya antara buku sama filmnya. :p

Secara garis besar film ini menceritakan tentang perjuangan manusia melawan Alien (di film ini disebut mimics) yang tinggal di bumi, dan seperti biasa hendak menguasai planet kita tercinta ini dengan cara menyerang ke setiap pangkalan militer di dunia.

Diceritakan seorang juru bicara dan perwira militer Amerika Mayor william Cage (Tom Cruise) hendak dikirim ke area pertempuran di sebuah kawasan pantai. Area pertempuran ini dianggap oleh Cage sebagai arena bunuh diri, karenanya dia menolak dan mengancam atasannya agar tidak dikirim sebagai tentara.
Sialnya Cage dibuat pingsan (setelah berniat kabur) dan ketika dia sadar ia sudah berada pangkalan militer tempat para tentara dilatih untuk membunuh mimics. Bukan cuma itu saja, keesokan harinya Cage langsung diterjunkan pada misi bunuh diri untuk melawan mimics, dengan kemampuannya yang terbatas bisa ditebak dong kalo cage panik dan tewas hanya dalam hitungan menit setelah ia melawan (dan membunuh) alien besar.

Nyatanya Cage tidak benar-benar tewas, ia seolah masuk ke mesin waktu dan terbangun dihari yang sama ketika ia berada dipangkalan militer. Kejadian ini terus berulang, hingga Cage hafal kapan alien muncul dan membunuh siapa saja, namun seperti biasa pertempuran ini berakhir dengan kematian Cage dan Cage terpaksa mengulang kejadian tersebut. Saking hafalnya Cage mencoba menyelamatkan banyak tentara termasuk Rita Vrataski (Emily Blunt) yang dikenal sebagai "Angel Of Vardun" dan menceritakan hal yang ia alami pada Rita.

Tidak seperti tentara lainnya yang tidak percaya ketika Cage menyelamatkan nyawa mereka, Rita adalah satu-satunya orang yang percaya dan meminta Cage untuk menemuinya keesokan harinya (lebih tepatnya hari yang sama ketika cage terbangun dari pingsannya).

Bersama Rita dan seorang ilmuwan, Cage menyusun rencana untuk memenangkan pertempuran, yang sayangnya tetap berakhir pada kematian Cage dan pengulangan hari-hari yang sama lagi.

Okay end of spoiler, balik ke fokus utama yaitu review.

Plot - Alur Cerita:
sumber: klik ini
Jenis cerita seperti ini sebenarnya bukan yang pertama, pengulangan kejadian yang sama berturut-turut pernah ada di film Prince Of Persia, The Butterfly Effect, Source Code atau versi romantis dan non sci-fi ada di 50 First Date.

Tipe pengulangan seperti ini yang terlalu sering bisa dibilang bikin bosen penonton, gw pribadi pas nonton malah jadi Whatsappan, karena gak sabar nunggu bagian yang berbeda dan nunggu kapan nih ketemu raja aliennya. Meskipun tipe pengulangan ini sesuai banget sama tag line film nya LIVE.DIE.REPEAT.


Pemain:
sumber: klik ini
Tom Cruise seperti biasa bermain dengan baik di hampir semua film yang ia mainkan, dan di Edge Of Tomorrow ini kembali ia menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain film. Actingnya sudah tidak usah diragukan, papiny Suri ini mampu menunjukkan wajah yang ketakutan dan otot-otot diwajah yang muncul memperlihatkan kegalauan.

Wajar sih, jam terbang TC kan udah puluhan tahun, kalau actingnya biasa-biasa tentunya bakal bikin kecewa fans-fansnya.

sumber: klik ini
Berdasarkan hasil googling, salah satu penyebab film ini laris manis ternyata karena emang Tom Cruisenya. Cruise Effect ternyata memang masih berlaku.hhehe

Sedangkan untuk Emily Blunt, menurut gw bermain biasa saja dan seharusnya bisa beracting lebih baik lagi, masih kurang pedes mukanya, dan ekspresinya masih kurang nunjukin kerasnya hidup dia. Atau emang karena disetting gitu ya? hahha
 

Music - Effect:
Untuk music dan Special Effect, boleh lah dibilang oke. Musicnya gak terlalu berat dan gak terlalu menye-menye, tampilan baju perang mereka cukup mengobati rasa bosen gw nonton adegan yang sama berulang-ulang. Sedangkan untuk visual effect aliennya so-so lah.

Conclusion:
Buat yang butuh hiburan tapi tetep bikin mikir dan greget, film ini cocok ditonton. Apalagi yang nge fans sama Tom Cruise nya, karena di film ini doi lead character-nya.hhahaha


3 star from 5 lah buat Edge Of Tomorrow.


Monday, 2 June 2014

#ShoppingRace With TrioNBL & TheBodyShopIndo, a review and criticism

Hi, Hai, Hallo...
Today, i want to share a little story about Event Shopping Race With Trio NBL & The Body Shop Indonesia. Kegiatan ini berlangsung tanggal 31 Mei 2014 kemarin, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Jadi, ceritanya The Body Shop Indonesia ngadain kuis untuk follower di twitter untuk bisa Shopping Race bareng Trio NBL (National Basketball League) Indonesia. Caranya cuma twitpic produk TBS terus pilih team, dan leader team itu adalah tiga orang pemain NBL Indonesia. Ada Rizky Efendi dari Aspac, Christian Ronaldo Sitepu (dodo) dari Satria Muda, dan Wijaya Saputra dari CLS Knights Surabaya.

Wijaya Saputra - Christian Ronaldo Sitepu - Rizky Efendi
Sumber: Twitter @TheBodyShopIndo
Buat pecinta basket pasti udah hafal mereka, malah mungkin nge-fans sama permainan plus tampang mereka yang cocok jadi model. Tapi honestly, gw sebenernya bukan fans mereka bertiga, dan gak ngikut-ngikutin amat pertandingan basket. Beda waktu masih zaman SMA atau awal kuliah yang masih heboh kalau SM (Satria Muda) atau Aspac tanding.hhaha

Jadi, tujuan gw ikut karena tertarik aja sama konsep Shopping Race nya, dan ngincer hadiahnya. Soo... Let me tell TBS Shopping Race Review and criticism, from my opinion and of course from Event Concept & Management View. (iyehh nyeeh banget gw, mentang2 anak MICE)

Themes, Concept, Program:
Judulnya Shopping Race, tujuannya pasti belanja. Targetnya sudah bisa dipastikan adalah perempuan, yang identik doyan shopping. Sebagai pemanis dan penarik peserta, TBS menyuguhkan Trio NBL. Apalagi buat pemenang shopping race ini, bisa lunch dan movie date with them, ya sudah pasti yang nge-fans berat bakal langsung tertarik buat ngikutin ini. Strategi marketing yang menarik menurut gw pribadi. Gak salah kok kalau menggunakan Trio NBL, karena sekedar shopping race aja udah biasa. Jadi harus ada nilai dan point lain yang ikutan di jual. :p 

Terusnya apa yang kurang? kalau menurut gw sih penjelasan di promo dan email yang dikirim ke peserta masih ambigu. Gak sedikit lho peserta Shopping Race TBS kemarin yang salah presepsi, termasuk gw.

Gw pernah ikut shopping race salah satu swalayan, dan pada shopping race itu adu cepat belanjanya adalah dengan kita dikasih modal belanja (waktu itu 1juta rupiah) terus dikasih list daftar barang yang harus dicari dan dibeli dan nilainya gak boleh lebih dari satu juta. Nah peserta tercepat dengan nilai selisih terkecil boleh bawa pulang semua belanjaan itu plus dapet voucher belanja lagi.

So, gw pikir konsep SR-TBS ini semacem itu juga, dengan ngelilingi mall-mall atau sekedar outlet TBS aja. Terus adu cepet, adu pinter, adu strategi buat pilih barang yang budgetnya pas dengan modal yang dikasih. Tapi ternyataaa konsep TBS ini bedaaa. Ternyata pesertanya yang mesti ngemodal.hhe

Kecewa? agak sih, karena tanggal 31 gue belum gajian.Hahaha Terus emang gw gak prepare bawa uang lebih. Info yang gw dapet dari peserta yang udah nanya, prosedur gamesnya mirip kayak yang SR pernah gw ikutin. Emang sih ada keterangan "Be Our Top Spender", yang bikin ambigu adalah pas temen gw (yang kebeneran ikut kegiatan ini juga) nanya, apa shopping race ini menggunakan uang pribadi atau disediakan tbs? jawabannya adalah disediakan tbs.

Intinya komunikasi dan penyampaian maksud dan pesan masih kurang terjalin. Eeh apa gw dan beberapa peserta aja ya yang oon?hahha

Karena gw bukan pemenang kegiatan, gw gak bisa kasih review tentang lunch and movie date nya. :p

Venue:
Mall Kota Kasablanka lokasinya memang gak se strategis GI, PIM, FX, or mall-mall lain yang aksesnya lebih gampang. Pastinya ada alasan khusus kenapa pilih di Kokas. Kalau boleh mengira-ngira, ada beberapa faktor yang bikin kenapa dipilih kokas. Price, Location, and People.


Penampakan Kota Kasablanka (KoKas) dari depan
sumber: klik sini

Dari segi harga izin ngadain kegiatan di Kokas kalau gak salah (inget KALAU GAK SALAH) lebih murah dan izinnya masih agak lebih mudah. Terus dari segi Lokasi, dia gak berada persis di pusat kemacetan, meski jalan menuju ke Kokas terbilang agak serba nanggung. Terus dari segi People (disini gw lebih menekankan point people ke pengunjung), pengunjung di kokas belum serame mall lain di kala weekend. Dari 6-7 kali ke Kokas dan 3 diantaranya pas weekend, gue gak merasa susah untuk cari makan pas jam makan siang, gak pusing liat orang yang terlalu berseliweran. Coba bandingkan kalau di GI pas weekend, agak-agaknya jauh berbeda pasti.

So, ini kerja sama yang baik antara TBS dan Venue. Ikut bantu ngeramein.

Time Management:
antrian yang mau beli tiket 1D di eskalator kokas
sumber: Path-nya Joe
Untuk pemilihan tanggal, gw kurang tau sih apa TBS memang sengaja pilih tanggal 31 atau gak. Karena Kokas  tanggal 31 kemaren itu bertepatan dengan penjualan tiket offline konsernya 1D. Hmmm atau memang ini kebetulan yang gak disengaja. Karena untuk pertama kalinya gw merasa pusing ngeliat Kokas. Penuuuh banget sama teenager dan keluarga-keluarga, yang ngantri buat beli tiket 1D. Udah pasti TBS jadi salah satu store yang ikutan dikunjungi teenager and their family untuk sekedar nunggu ticket box dibuka, karena bingung kok ada tiga cowo jangkung nan kece yang nongkrong di TBS, dan untuk belanja beneran karena TBS lagi SALE.


Kalau memang disengaja pilih tanggalnya barengan... gw mau bilang... CAKEEEP, marketingnya bisa banget baca situasi. :p Yoi dong, manfaatin event yang ada biar bisa ningkatin sales and product knowledge calon konsumen. Pinter daah.

sumber: klik disini
Minusnya adalah jreng-jreng... as always, time in invitation use Indonesian Time alias NGARET. Sebagai peserta yang taat, gw dateng ke Kokas malah 2 jam sebelum kegiatan, ya maklum, gw kemaren itu berangkat langsung nyubuh dari Sukabumi, jadi estimasi waktu yang gw pake adalah udah plus macet-macetan. Waktu kegiatan yang tertera di email adalah pukul 11.30, sayangnya kegiatan baru dimulai sekitar jam 1, 1,5 jam ngaretnya.

Coba ya itu kan mepet jam makan siang, yang tadinya mau makan dulu ngerasa kagok karena takut pas makan malah acara dimulai. Jadi untuk ngaret ini gw terpaksa bilang, masih kurang time managementnya, entah dari team TBS atau dari Trio NBL itu sendiri.

Ayo dong yuk, event-event di Indonesia dibikin yang on time dan bener-bener terjadwal. Self reminder buat gw juga sih.


Man Power and The Star:
Store staff TBS dan event crew hari itu boleh gw bilang cukup cekatan, ramah, dan menyenangkan. Dalam artian kami sebagai pengunjung ngerasa dilayani dengan baik, gak ada yang muka bete atau jutek karena ditanya-tanya mulu tapi beli enggak.hahaha

Terus The Star nya alias Trio NBL asli ramah dan welcome banget. Dodo (Christian Ronaldo Sitepu) yang awal kemunculannya udah mencolok karena tinggi banget, terlihat sok cool, dan kayak jutek, pas udah ngobrol hanjiiir koplak parah.hhaha Asli gue ngakak denger komen-komen dia dan cara dia nyemangatin timnya. Rizky ma Wijaya juga ramah dan seru banget.

Jadi dari segi SDM minusnya adalah keterlambatan trio ini aja, meskipun keterlambatan itu terbayarkan dengan keseruan bareng mereka. So much fun.. if you can't believe that, this pic show our happiness and fun with them.
The Team With Leader
sumber: twitpic @TheBodyShopIndo
Team Dodo
sumber: Path gue
Team Dodo foto pake Tangsis (Tangan Narsis) XD
sumber: Twitpicnya Dodo @Ronaldositepu
MC nya juga seru banget, ngocol, songong, tapi seru banget. Gw lupa nanya namanya siapa, si mba cantik aja dah kita sebutnya.

Conclusion:
Overall acara ini gw nilai cukup sukses untuk mendekatkan diri dengan follower dan consument, TBS manjain konsumen setianya dengan aneka macem program dan sale. Yep they have a good strategy. Untuk program Shopping Race ini gw kasih nilai 7.5.. Lho kok gak 10 siih?? 

Seperti yang udah gw utarain di atas, keterlambatan acara sama miss communication tentang pengertian Shopping race ini yang menjadi minusnya. Minus 0,5 buat miscom, dan Minus 2 buat ngaretnya. Kok kejam banget terlambat 1,5 jam minus 2??? Hwuooo pepatah yang bilang times is money itu bener adanya, karena gak semua orang sabar nunggu, punya waktu luang, etc. 

Gw inget pernah kena omel delegasi asal Australia waktu kegiatan SOM II APEC setahun yang lalu karena acara gala dinner ngaret 20 menit. Dia nasehatin gw kalau disiplin waktu itu penting, kalau sama waktu aja kita gak bisa disiplin, sama aspek kehidupan yang lain juga akan gitu. #Jleb

Jadi next time, ayooo be one time, biar gak ada yang bosen atau kecapean nunggu. :p

Last but not least, thanks for gift and i give standing applause for The Body Shop Indonesia, keep creative and make a great event again...

Salam Superb... and keep discover beauty with heart...

Tuesday, 29 October 2013

Resensi: Udah Putusin Aja

Judul: Udah Putusin Aja!
Penulis: Felix Y. Siauw
Visual: Emeralda Noor Achni
Penerbit: Mizania
Tahun Terbit: 2013

Buat yang lagi pacaran, agak rese emang ini judulnya. Tapi you should read this book! (terutama temen-temen yang muslim), karena isinya bikin mikir banget deh.

Buku ini udah terbit dari awal tahun kalau gak salah, yang jelas pas awal saya freelance di MDP buku ini udah ada dan udah booming. Tapi saya baru beli sekitar dua bulan lalu lewat mizanstore online (nyari diskonan :p).

So, how about this book? saya mau kasih comment sedikit ya...

Judul dan cover: 8.5 point. 
Judulnya provocative banget dan warnanya duuhh bikin mata silau dengan shocking pink-nya. mau gak mau orang pasti ngelirik dan cek ini buku apa sih. Tinggal pemilihan font aja kok yang dirasa masih agak kurang pas.

Content dan ilustrasi: 9 point.
Kalau yang pernah pacaran, ttm-an, dan nakal-nakalan pasti ngerasa kesentil banget sama buku ini. Isi buku ini gak maen-maen nyindir dan namparnya, bener-bener bikin mikir, do i did something good or bad? Ya kecuali yang baca udah bebel dan ngerasa gak pernah bikin salah sih. Ilustrasinya juga ngocol.hhehe

Bahasa: 8.5 point.
Meski gak kaku-kaku banget, penulisan dan bahasa yang digunain oke juga. Hadist disertain dengan artinya, jadi yang gak paham bahasa Arab bisa ngerti lah.. easy reading.

Pointnya bagus mulum, terus kurangnya apaa??

Beberapa bab awal seluruhnya berisikan halaman pink, yang isinya peringatan buat kaum hawa atas bahaya pacaran. Buat kaum adam saat membaca bab awal tersebut mungkin berasa gak nyaman. Entah karena memang kata-kata yang terlalu tajam menusuk, atau karena terlalu menuduh semua pria itu jahat, atau karena awalan yang menguatkan kesan buku ini cuma untuk pembaca perempuan.

Namun, itu juga bisa dipandang sebagai sisi positif dari buku ini. Bahaya pacaran memang lebih banyak merugikan wanita. Oleh karena itu, semenjak awal buku, Udah Putusin Aja! memberikan peringatan dini dan langsung, secara tegas, tentang bahaya tersebut. Baru kemudian ia menuntun pria yang mengaku lelaki untuk bersikap jantan menghadapi orang tua dari pasangannya, bukan malah menariknya ke dalam jurang ilusi bernama pacaran. 

Dari sini memang terasa bahwa sasaran buku ini sebenarnya adalah muda-mudi.

Naahh that's all... selesai resensi buku kali ini. singkat aja laah.
pesan akhir post kali ini: BACA DEH NI BUKU!!! hhahahah
 

Friday, 12 July 2013

Movie Review: A Wedding Invitation

Beberapa minggu yang lalu saya diajak nobar di Blitz GI bareng Milah, Moel, & Joe. Nobar gratis tentunya.hhehe berhubung gratis ya udah saya iya-in tanpa tau bakal nonton apa, dan ternyata film yang akan kami tonton itu chinese movie bertema cinta-cintaan yang berjudul A Wedding Invitation. Well here my movie review:

Judul: A Wedding Invitation
Tahun : 2013 (Tayang di China bulan April, 2013)
Pemeran : Bau Baihe(Qiau-Qiau), Eddie Peng (Li Xing)
Penulis Skenario: Qin Hai Yan


Film ini bercerita tentang Li Xing [Eddie Peng] dan QiaoQiao [Bai Baihe], pasangan yang sudah berpacaran sejak mereka duduk di bangku sekolah. Mereka putus di tahun 2007 karena permintaan QiauQiau yang masih pingin ngejar karirnya, Li Xing yang gak terima diputusin gitu aja akhirnya ngajak QiauQiau bikin perjanjian ‘aneh’ untuk lima tahun yang akan datang,yaitu “ jika 5 tahun di masa yang akan datang, mereka berdua masih tetap single, mereka berdua akan menikah.”

Lima tahun kemudian, Li Xing udah menjadi koki sukses, dan QiaoQiao juga udah jadi designer handal –yang masih ngarep Li Xing-. Dan tralaaa QiauQiau menerima telepon Li Xing yang minta dia dateng ke Bei Jing, dia nyangkanya Li Xing akan ngajak dia menikah, taunyaaa??? LiXing justru mengabarkan ia akan melamar perempuan lain. (jleeebbb)
QiauQiau yang masih ngarep banget sama Li Xing ini akhirnya terbang ke Beijing buat merebut lagi hati Li Xing. Berhasilkah??? Hmmm you should watch this movie to know their story.

Berhubung genre film ini romantic-comedy, jadi mungkin gak akan bikin kita nangis kejeratau ketawa ngakak sepanjang film, saya sendiri lebih ngerasa unsur “touch” nya yang bikin saya nangis.
Menjelang akhir film kita ditunjukin betapa QiauQiau selama lima tahun ini bener-bener gak ngelupain Li Xing, betapa dia ngikutin jejak karir Li Xing dari awal. Kayaknya kontras banget dengan pertengahan cerita dimana Li Xing nunjukin ke QiauQiau kalau calonnya itu sempurna banget. Aah lelaki lagi-lagi suka ngerasa dia yang paling berjuang. :p

Tema ceritanya emang klise banget, settingnya juga gak seheboh film-film Indonesia yang suka ambil setting gambar di luar negeri. AWI ini bener-bener lebih nunjukin karakter dari masing-masing tokoh. Dan itu yang bikin saya ngerasa kayak diposisi mereka, (meski jujur ada satu nama yang saya langsung kepikiran begitu nonton film ini)

Eniweiii saya kasih bintang 3,5 deh buat pilem ini...

sumber photo: http://chinesemov.com/media/2013/A-Wedding-Invitation-p6.html