Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Sunday, 10 November 2013

Resensi: A Dash Of Magic

RESENSI BUKU

15818260 Judul: A Dash of Magic
Pengarang: Kathryn Littlewood
Tahun Terbit: 2013 (Indonesia By Noura Book)

A Dash of Magic merupakan buku kedua dari The Bliss Bakery Series karya Kathryn Littewood. Masih menceritakan tentang Rosemary Bliss dan keluarganya yang memiliki rahasia dalam menciptakan kue-kue yang tidak hanya sekedar lezat tapi juga mampu mengubah keadaan.

Pada buku ini diceritakan perjuangan Rosemary dalam mendapatkan kembali buku resep keluarganya yang telah dicuri oleh Bibi Lily. Rosemary kemudian mengikuti lomba memasak internasional Gala des Gǎteux Grands  dan bersaing dengan puluhan chef ternama dari seluruh negara.

Jika dibandingkan dengan buku pertama, buku kedua ini memang terasa lebih mendebarkan. Meskipun harus saya akui adanya kekurangan yaitu karakter Rosemary yang digambarkan menjadi gadis yang mudah menyerah dan kurang percaya diri. Ada juga beberapa tokoh yang justru menonjol dan membantu kekurangan tersebut, seperti Gus, Jacques, Ty, dan Sage.

Berhubung ini cerita fiksi, maka saya tidak mempermasalahkan keganjilan-keganjilan seperti kemunculan Rosemary yang masih sangat muda dan berantakan di dapur Gala, atau bagaimana mungkin remaja-remaja seumuran mereka bebas berkeliaran hingga tengah malam sambil membawa toples ajaib.hhehe

Basicly, buku ini cukup mengobati kerinduan saya akan novel fiksi yang bernuansa sihir remaja. Dan karena judulnya Trilogy, maka saya juga menunggu bagaimana kelanjutan cerita ini di buku ketiga. mengingat pada buku kedua ini Kathryn sudah menyelesaikan permasalahan antara Rosemary dengan Bibi Lily.

Tuesday, 29 October 2013

Resensi: Udah Putusin Aja

Judul: Udah Putusin Aja!
Penulis: Felix Y. Siauw
Visual: Emeralda Noor Achni
Penerbit: Mizania
Tahun Terbit: 2013

Buat yang lagi pacaran, agak rese emang ini judulnya. Tapi you should read this book! (terutama temen-temen yang muslim), karena isinya bikin mikir banget deh.

Buku ini udah terbit dari awal tahun kalau gak salah, yang jelas pas awal saya freelance di MDP buku ini udah ada dan udah booming. Tapi saya baru beli sekitar dua bulan lalu lewat mizanstore online (nyari diskonan :p).

So, how about this book? saya mau kasih comment sedikit ya...

Judul dan cover: 8.5 point. 
Judulnya provocative banget dan warnanya duuhh bikin mata silau dengan shocking pink-nya. mau gak mau orang pasti ngelirik dan cek ini buku apa sih. Tinggal pemilihan font aja kok yang dirasa masih agak kurang pas.

Content dan ilustrasi: 9 point.
Kalau yang pernah pacaran, ttm-an, dan nakal-nakalan pasti ngerasa kesentil banget sama buku ini. Isi buku ini gak maen-maen nyindir dan namparnya, bener-bener bikin mikir, do i did something good or bad? Ya kecuali yang baca udah bebel dan ngerasa gak pernah bikin salah sih. Ilustrasinya juga ngocol.hhehe

Bahasa: 8.5 point.
Meski gak kaku-kaku banget, penulisan dan bahasa yang digunain oke juga. Hadist disertain dengan artinya, jadi yang gak paham bahasa Arab bisa ngerti lah.. easy reading.

Pointnya bagus mulum, terus kurangnya apaa??

Beberapa bab awal seluruhnya berisikan halaman pink, yang isinya peringatan buat kaum hawa atas bahaya pacaran. Buat kaum adam saat membaca bab awal tersebut mungkin berasa gak nyaman. Entah karena memang kata-kata yang terlalu tajam menusuk, atau karena terlalu menuduh semua pria itu jahat, atau karena awalan yang menguatkan kesan buku ini cuma untuk pembaca perempuan.

Namun, itu juga bisa dipandang sebagai sisi positif dari buku ini. Bahaya pacaran memang lebih banyak merugikan wanita. Oleh karena itu, semenjak awal buku, Udah Putusin Aja! memberikan peringatan dini dan langsung, secara tegas, tentang bahaya tersebut. Baru kemudian ia menuntun pria yang mengaku lelaki untuk bersikap jantan menghadapi orang tua dari pasangannya, bukan malah menariknya ke dalam jurang ilusi bernama pacaran. 

Dari sini memang terasa bahwa sasaran buku ini sebenarnya adalah muda-mudi.

Naahh that's all... selesai resensi buku kali ini. singkat aja laah.
pesan akhir post kali ini: BACA DEH NI BUKU!!! hhahahah
 

Monday, 7 January 2013

Resensi: The Hunger Games

Blog ini kebanyakan curhat ya? okeh, biar agak berisi dikit. Saya mau share resensi Novel The Hunger Games (iyeee tau udah jadul)...

Jujur, saya baru baca buku ini bulan lalu, gara-gara nonton filmnya. Nekat bacaEnglish version pulak, gara-gara iseng download pdf nya. Dan dengan bangga saya menobatkan buku ini sebagai novel fiksi favorit kedua saya setelah Harry Potter Series. Ahahaha



Judul: The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Tahun Terbit: 2008 (Amerika) 2009 (Indonesia)


Membunuh atau dibunuh. Itulah aturan sederhana dari acara tahunan Hunger Games. Diceritakan ada suatu negara bernama Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Awalnya, Capitol dikelilingi 13 distrik. Namun, suatu ketika terjadi pemberontakan melawan Capitol dan berakibat musnahnya Distrik 13. Sebagai pengingat akan kekuasaan ibu kota, Capitol mengadakan acara televisi The Hunger Games setiap tahun, di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati. Dua puluh empat peserta setiap tahun dan hanya akan ada satu pemenang. Acara tersebut disiarkan live di seluruh Panem.

Katniss Everdeen, 16 tahun, adalah gadis yang tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, Primrose Everdeen. Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara. Sejak kematian ayahnya dalam ledakan di tambang, Katniss mengambil alih sebagai kepala keluarga. Setiap hari ia berburu bersama sahabat laki-lakinya, Gale. Pada saat pengambilan undian Hunger Games ke-74, nama Primrose terpilih sebagai peserta. Secara spontan, Katniss bersedia menggantikan posisi adiknya. Bersama anak laki-laki terpilih dari distrik 12 bernama Peeta Mellark, Katniss menyuguhkan acara The Hunger Games yang tak terlupakan untuk warga Panem.




Alur cerita novel ini tergolong sederhana. Yang membuat The Hunger Games menarik adalah karakter tokoh dan detil aksi yang intens. Katniss adalah pemburu yang berpengalaman, akrab dengan alam, dan sangat mandiri. Negara Panem melarang perburuan di Distrik 12 sehingga wilayah itu dikelilingi pagar berarus listrik. Namun Katniss dan Gale selalu lolos dan berhasil membawa hasil buruan untuk dimakan atau ditukar dengan kebutuhan lain untuk keluarga mereka. Keahlian berburu dan pengalaman Katniss lah yang membuat jalan cerita saat pertarungan menjadi menarik.

Selain aksi, novel ini mengangkat kehidupan pribadi Katniss untuk ditonjolkan pada sisi drama. Apalagi novel ini bertutur menggunakan sudut pandang Katniss. Penulis menyoroti peran Katniss sebagai kepala keluarga di usia belia dan rasa sayangnya kepada Prim, si bungsu. Begitu juga dengan keraguan perasaan Katniss terhadap Gale. Ditambah lagi dengan pengakuan Peeta yang ternyata menyukai Katniss sejak hari pertama sekolah. Hubungan Katniss-Peeta banyak diolah sejak acara The Hunger Games dimulai. Hubungan ini pula yang membuat pembaca mengira-ngira motivasi Peeta yang sesungguhnya.

Sampulnya menurut saya kurang eye catching. The Hunger Games adalah buku pertama dari trilogi. Sekuelnya adalah Catching Fire dan Mockingjay. Penulisnya, Suzanne Collins mengategorikan novel ini untuk konsumsi Young Adult. Novel ini meraih berbagai penghargaan dan menjadi New York Times bestseller. Adaptasi film The Hunger Games sudah dirilis pada tahun 2012 dengan Jennifer Lawrence sebagai Katniss.

Hal yang patut dicatat dalam novel ini adalah penulis berhasil menyajikan dunia baru, tanpa penyihir, naga, ksatria, dan lain sebagainya. Terasa menyegarkan mengingat setelah era Harry Potter, dunia perbukuan dibanjiri cerita fantasi dengan negeri antah berantah. Di novel ini hanya ada anak-anak yang diuji ketangguhan dan kreativitasnya untuk bertahan hidup. Mengerikan memang, namun idenya keren, alurnya tegang dari awal hingga akhir, dan membuat saya sulit meletakkan buku ini sebelum selesai. Oh ya, saya juga menyukai nama-nama karakternya yang unik.

sekiaaann :))

Sunday, 31 January 2010

Resensi: Perahu Kertas

RESENSI BUKU

6765740Judul: Perahu Kertas
Penulis: Dee Dewi Lestari
Tahun Terbit: 2010 (Gramedia Pustaka)

Kugy, yang periang, unik, memiliki daya imajinasi yang tinggi, pendongeng yang handal, dan sesungguhnya memendam keinginan menjadi pendongeng, dan memendam rasa pada Keenan.

Keenan, tidak bisa ditebak, ide-idenya orisinil, memiliki bakat yang luar biasa, pelukis yang berbakat, dan memendam keinginan menjadi pelukis ternama.

Mereka dipertemukan oleh takdir, keduanya saling melengkapi, keduanya saling bergantung, keduanya merasa memiliki banyak kesamaan, keduanya mampu menjadi diri mereka masing-masing saat bersama, namun akhirnya keduanya harus saling memisahkan diri. Memutuskan untuk memulai kisah baru lagi dari awal dengan orang yang baru.

Tapi Tuhan punya caranya sendiri, mereka dipertemukan dengan cara yang tak terduga. Kisah ini bukan lagi cinta segitiga, tapi cinta segi banyak. Mereka saling terkait, dan terbelit. Sulit untuk melepaskan, namun enggan untuk terus membohongi hati nurani.

Pada akhirnya, mereka menyerah pada hati yang tak hanya dipilih, tapi juga memilih.

Cerita Perahu Kertas ini simpel tapi dikemas dengan sangat menarik oleh Dee. Menceritakan pencarian cinta dan cita-cita yang sesungguhnya dari kedua tokoh sentral yaitu Kugy dan Keenan.

Betapa banyak orang di dunia ini yang harus menjadi "orang lain" terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat menjadi sesuatu yang memang mereka inginkan, meski tidak sedikit orang yang tetap terjebak dalam sosok "orang lain" tersebut sampai akhir hayatnya.

Membaca buku ini membuat saya dengan terpaksa mengucapkan "kalian (keenan & kugy), seperti kami (saya dan dia)", meski mungkin ending ceritanya belum tentu sama.

Setidaknya buku ini mengajarkan kepada kita, untuk jujur terhadap perasaan masing-masing.

akhir kata...

"Aku ngga mau sepuluh, dua puluh tahun lagi aku sakit kaya gini setiap aku inget kamu..."